Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
12 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
8 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Badminton

Kucing Hutan Jantan Dilepas ke Hutan Pendidikan Unand

Kucing Hutan Jantan Dilepas ke Hutan Pendidikan Unand
Kucing hutan tertidur karena dibius untuk melepaskan tali yang melingkar di lehernya. Foto: Vinolia/Mongabay Indonesia
Kamis, 12 April 2018 08:59 WIB
PADANG - Seekor kucing jantan (Felis bengalensis) dilepas ke hutan pendidikan Universitas Andalas di Limau Manis, Padang. Kucing hutan ini merupakan kucing jantan yang sebelumnya sempat masuk ke perumahan warga lalu dirawat oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat.

''Kucing itu sebelumnya ditangkap masyarakat karena terlihat mendekati pemukiman warga tepatnya di kandang ayam. Warga Linggarjati, Tabing, Kota Padang tahu itu satwa liar dilindungi hingga diserahkan ke petugas BKSDA Sumbar,'' ujar Erly Sukrismanto, Kepala BKSDA Sumbar.

Berdasarkan analisis awal BKSDA, kucing sempat dipelihara warga karena tali masih melingkar di leher. Ia dalam kondisi sehat dan cukup liar.

“Diperiksa dokter hewan, kesehatan sehat dan masih cukup liar. Jadi dimungkinkan lepas liar tetap mampu mencari mangsa untuk bertahan hidup.”

Setelah pemeriksaan, kucing diberi tanda (tagging) bekerjasama dengan tim dari jurusan Biologi Universitas Andalas. Penanda dikalungkan pada leher, untuk memonitor pergerakan di dalam hutan.

''Kami berharap dari monitoring bisa terpantau bagaimana kondisi, pergerakan kemana hingga bisa tahu perkembangan,'' katanya.

Wilson Novarino, dosen jurusan Biologi Universitas Andalas mengatakan, kucing hutan jenis Bengalensis, cenderung aktif di daerah-daerah pinggiran hutan, sampai ke hutan sekunder hingga semak-belukar. Ketika pelepasliaran, katanya, di daerah sudah cukup bagi mereka.

Populasi kucing hutan di Sumatera, masih cukup baik. Makanan utama kucing hutan ini terbilang masih banyak, seperti tikus, dan beberapa jenis burung.

Hutan pendidikan

Tempat kucing ini lepas liar merupakan hutan pendidikan Universitas Andalas yang merupakan hutan hujan tropis Sumatera alami. Hutan ini terhubung dengan jajaran Bukit Barisan hingga cocok sebagai tempat pelepasliaran satwa-satwa dilindungi.

''Secara habitat, kondisi seperti hutan alami, hingga mewakili habitat kucing hutan secara umum,'' kata Adrean, dosen ekologi hewan jurusan biologi Universitas Andalas.

Hutan ini, katanya, tipe sekunder. Untuk satwa penghuni cukup banyak, ada harimau dan beberapa kucing hutan maupun rangkong.

‘Kita pernah menemukan harimau terpantau dari kamera pengintai, kucing-kucingan juga ada, lalu rangkong,'' tutupnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:mongobai.co.id
Kategori:PON, Olympic, Badminton, Sumatera Barat
wwwwww