Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
21 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
15 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
14 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
19 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton
Asian Games 2018

Fitriani Kalah, Jepang Berbalik Unggul 2-1

Fitriani Kalah, Jepang Berbalik Unggul 2-1
Fitriyani
Selasa, 21 Agustus 2018 18:38 WIB
Penulis: Azhari Nasution

JAKARTA - Nozomi Okuhara masih terlalu tangguh untuk Fitriani dalam laga semifinal bulutangkis beregu Asian Games 2018. Pada pertandingan di partai kedua di Istora Gelora Bung Karno Jakarta, Selasa (21/8/2018), antara Indonesia melawan Jepang, Fitriani dikalahkan dengan skor 21-19, 4-21, 10-21.

Kemenangan Fitri di game pertama sempat membawa angin segar. Namun Okuhara langsung tancap gas di game kedua dan ketiga. Ia sama sekali tidak memberikan kesempatan bagi Fitri untuk mengembangkan permainan.

Dropshot tajam yang dilakukan Okuhara menjadi lumbung angka bagi juara dunia 2017 tersebut. Fitri seringkali gagal mengantisipasi dropshot tersebut dengan baik.

"Di game pertama saya yakin dengan permainan saya, saya lebih enak untuk mengontrol tempo permainan, mengajak dia main rally dan lawan juga mungkin belum panas, atau belum enak situasinya buat dia, saya juga tidak tahu alasannya," kata Fitri.

"Di game kedua saya sedikit 'menang angin', saya jadi banyak melakukan kesalahan sendiri. Saya tidak yakin dengan pukulan-pukulan saya, dan lawan lebih menguasai permainan di sepanjang game kedua. Saya sempat bingung harus bermain seperti apa. Di game kedua dan ketiga, bola-bola dia lebih banyak nyodok ke belekangan. Saya lebih kesulitan dan terus tertekan," tambahnya. 

"Kalau dari pelatih, saya harus jagain bola kelebihan lawan dan harus lebih safe saat mengontrol bola. Pelajaran yang didapat dari ini, setiap pertandingan pasti ada pelajaran berharga. Pelajaran dari Nozomi sendiri, saya harus lebih sabar, harus lebih tahan dan lebih agresif di lapangan. Dari fisik saya tidak mengalami masalah," jelas Fitri.

wwwwww