Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
22 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
17 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
3
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
16 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
4
Direktur LBH JARAK Sebut "Genk Solo" Mainkan Issue Diversion
Umum
15 jam yang lalu
Direktur LBH JARAK Sebut Genk Solo Mainkan Issue Diversion
5
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
20 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
6
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Metropolitan
15 jam yang lalu
PDS HB Jassin Masuk MOWCAP, Warisan Sastra Jakarta Diakui Dunia
Home  /  Berita  /  Badminton
Jepang Open 2018

Ricky-Debby Ditundukkan Unggulan Pertama

Ricky-Debby Ditundukkan Unggulan Pertama
Pasangan ganda campuran Ricky Karanda Suwardi dan Debby Susanto
Rabu, 12 September 2018 00:48 WIB
Penulis: Azhari Nasution

TOKYO -  Bermain dalam tekanan, pasangan ganda campuran Ricky Karanda Suwardi dan Debby Susanto ditundukkan Zheng Siwei-Huang Yaqiong di laga babak pertama Japan Open 2018. Ricky-Debby takluk dalam dua game langsung atas unggulan pertama asal Tiongkok tersebut, dengan skor 14-21, 12-21.

Dalam laga yang berlangsung di Musashino Forest Sport Plaza, Ricky-Debby memang tak dapat mengeluarkan permainan terbaik mereka. Sebaliknya, Zheng-Huang begitu mudah mengontrol permainan dan membuat pasangan Indonesia dalam tekanan.

"Sebetulnya start awal kami sudah benar, tapi kemudian kami lebih banyak tertekan oleh lawan. Kami bermain seperti kurang lepas, kurang percaya diri. Kami terus dipaksa bermain bertahan dan lawan tidak memberi celah kepada kami untuk menyerang," ungkap Debby soal permainan.

"Memang di pertandingan ini kami seperti kurang yakin, bolanya banyak yang mengambang. Kami kurang menekan malah tertekan lawan. Kami sudah sempat mencoba mengubah permainan di game kedua, lebih siap defense dengan balik serang, tapi belum berhasil," jelas Ricky.

"Harus diakui kalau Zheng-Huang itu bisa konsisten dalam pola main. Sebetulnya pukulan-pukulan mereka tidak terlalu spesial sekali, tapi mereka bisa bermain cepat, jarang mati sendiri dan yang pasti rapi," tambah Debby.

wwwwww