Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
9 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
15 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
7 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
9 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
6
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Hukum
9 jam yang lalu
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Home  /  Berita  /  Badminton

Merasa Terhina, Kaum Disabilitas Desak Ma'ruf Amin Minta Maaf

Merasa Terhina, Kaum Disabilitas Desak Maruf Amin Minta Maaf
Rabu, 14 November 2018 13:11 WIB
JAKARTA - Sejumlah orang yang tergabung dalam Persatuan Aksi Sosial Tunanetra Indonesia (PASTI) melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Majelis Ulama Indonesia, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu, 14 November 2018.

Mereka mendesak calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta maaf atas pernyataannya soal buta dan budek. Para demonstran yang merupakan penyandang disabilitas itu mengaku merasa tersinggung atas pernyataan Ma'ruf.

Salah seorang peserta aksi, Arif Nurjamal, merasa terhina dengan pernyataan Ma'ruf. Sebagai warga negara, dia merasa punya hak hidup dan dihargai, sama seperti orang pada umumnya.

"Kami merasa terusik dan terhina dengan omongan Pak Ma'ruf yang mengatakan kecuali orang buta yang tidak bisa melihat realita prestasi Bapak Jokowi. Sebagai warga negara, kami punya hak hidup, punya hak berpolitik," kata Arif.

Meski tunanetra, Arif dan kawan-kawan menegaskan tidak buta terhadap politik. Pun tidak buta akhlak dan punya pendidikan.

"Kalaupun kami buta menurut beliau, tapi kami tidak buta politik. Alhamdulillah kami tidak buta akhlak, kami semua punya moral dan pendidikan," ucap Arif.

Arif dan para demonstran lainnya meminta agar Ma'ruf Amin segera meminta maaf dan mengakui salah atas pernyataannya yang telah menyinggung perasaan penyandang disabilitas.

"Jadi inilah aspirasi yang kami bawa sebagai perwakilan dari teman-teman disabilitas seluruh Indonesia," kata Arif.***

Editor:Muslikhin Effendy
Sumber:Viva.co.id
Kategori:Badminton, PON, Olympic, Voli, Metropolitan, DKI Jakarta
wwwwww