Lahirkan Generasi Unggul Penerus Kelapa Sawit, LPP Medan Gelar Pelatihan untuk SMK Perkebunan dan Pertanian se-Riau

Lahirkan Generasi Unggul Penerus Kelapa Sawit, LPP Medan Gelar Pelatihan untuk SMK Perkebunan dan Pertanian se-Riau
Sulthon Parinduri dari LPP Kampus Medan didampingi Mubarok Soleh dari Dinas Pendidikan Provinsi Riau menyematkan pita kepada peserta pelatihan teknis budidaya kelapa sawit, di hotel Dafam Pekanbaru (26/11/2018)
Senin, 26 November 2018 17:21 WIB
PEKANBARU - Lembaga Pendidikan Perkebunan/LPP Kampus Medan menggelar pelatihan teknis budidaya kelapa sawit bagi siswa SMK Pertanian/Perkebunan yang ada di Provinsi Riau, Ahad hingga Jumat (25 s.d 30/11/2018). Bertempat di Hotel Dafam Pekanbaru, program pelatihan yang didanai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDP-KS) itu dibuka secara resmi oleh perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Senin (26/11/2018).

''Terimakasih kepada LPP Medan selaku penyelenggara dan BPDP-KS yang telah menggelar kegiatan ini”, buka Mubarok Soleh selaku Kepala Seksi Pembinaan Pendidikan mewakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau.

Menurutnya, kegiatan ini sangat bermanfaat untuk pengembangan sektor Kelapa Sawit. Ia berharap kegiatan serupa dapat diselenggarakan secara berkelanjutan.

''Semoga kegiatan seperti ini bisa intens dilaksanakan. Karena walaupun Riau punya kebun sawit yang sangat besar, ternyata siswa SMK peminatnya jumlahnya masih tidak begitu banyak”, sebutnya lagi.

Sementara itu Sulthon Parinduri dari LPP Kampus Medan dalam laporannya menyebutkan, program pelatihan teknis budidaya perkebunan kelapa sawit ini bertujuan memberikan pembekalan kepada peserta agar memiliki pengetahuan dan keterampilan tentang budidaya tanaman kelapa sawit.

''Punya pengetahuan keteramplan soal budidaya kelapa sawit, memahami dan menghayati budidaya pekebun, serta memahami prinsip-prinsip perkebunan sawit berkelanjutan. Itu tujuan dari program ini”, kata Sulthon.

Ia menjelaskan salah satu faktor terpenting keberhasilan pengelolaan perkebunan kelapa sawit adalah SDM baik sebagai pemilik maupun pelaksana tugas dalam industry kelapa sawit. Oleh karena itu SDM Perkebunan keapa sawit perlu memiliki kemampuan memadai dalam aspek teknologi maupun manajemen kebun kelapa sawit.

''Ini yang menjadi latarbelakang dari program yang telah berlangsung dan akan diselenggarakan di seluruh provinsi di Indonesia. Kita semua ingin melahirkan generasi yang unggul dalam mengelola perkebunan kelapa sawit yang juga menopang perekonomian negara ini”, jelas Sulthon.

Lebih lanjut Sulthon memaparkan, setidaknya ada 60 siswa dari 10 sekolah SMK Pertanian/Perkebunan yang akan mendapatkan pelatihan secara gratis selama lima hari tersebut.

''SMKN 1 Logas Tanah Darat 8 siswa, SMKN 1 Pangkalan Kuras 7 siswa, SMKN 1 Siak Kecil 7 siswa, SMKN 1 Tambusai Riau 5 Siswa, SMKN 1 Tapung 5 siswa, SMKN 1 Tapung Hulu 9 siswa, SMKN 2 Logas Tanah Darat 4 siswa, SMKN 3 Teluk Kuantan 6 siswa, SMKN 4 Dumai 2 siswa dan SMKN 1 Lubuk Dalam Siak 7 orang siswa”, beber Sulthan.

Lebih istimewa lagi, selain mendapatkan bekal pengetahuan dan keterampilan klasikal di hotel Dafam dan praktikal di PTPN V, dengan narasumber yang berasal dari tenaga profesional KPP Kampus Medan, Akademisi dan Praktisi Perkebunan berpengalaman, keseluruhan siswa tersebut mendapatatkan akomodasi penuh serta uang saku dan penggantian transport ke daerah asal masing-masing.

Mengingat besarnya manfaat dari program tersebut, salah seorang kepala sekolah yang turut hadir dalam acara pembukaan, Kepala Sekolah SMK N 1 Tapung Amri Batubara juga memiliki harapan agar LPP Kampus medan dilakukan berkelanjutan kegenerasi berikutnya.

''Ini adalah Program Teknis Budidaya Kelapa Sawit bagi Siswa SMK Pertanian/Perkebunan Angkatan XXXII dan XXIII. Permintaan kami kegiatan ini bisa dilanjutkan setiap tahun”, pintanya.

Salah seorang peserta pelatihan, Afrizal, menyebutkan rasa senangnya dapat mengikuti program tersebut. “Untuk bisa terpilih oleh sekolah dan dikirim kemari, ada seleksi ketat yang dilakukan Sekolah tanpa adanya pilih kasih. Seleksi yang dilakukan berdasarkan nilai, sopan santun, dan akhlak. Dan perasaanya senang sekali , karena selain dapat menambah ilmu, saya bisa berbaur dengan banyak siswa dari sekolah lain yang berbeda-beda suku hingga agama”, tukas Ujar Afrizal dari SMKN 1 Tambusai Riau bangga. ***

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Ekonomi, Riau, GoNews Group

wwwwww