Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
9 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
16 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
15 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
7 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
5 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Sepakbola
4 jam yang lalu
Kecerdikan Igor Tolic Baca Arah Permainan Melbourne Victory
Home  /  Berita  /  Badminton

Polisi Gerebek Penimbunan Masker Ilegal di Cakung

Polisi Gerebek Penimbunan Masker Ilegal di Cakung
Foto: Poskota
Jum'at, 28 Februari 2020 17:08 WIB
JAKARTA - Polisi mengungkap penimbunan dan produksi masker ilegal milik PT Uno Mitra Persada di pergudangan Central Cakung Blok I No.11, Jalan Raya Cakung Cilincing KM 3, Rototan, Cilincing, Jakarta Utara.

600 kardus yang berisi total 30.000 box masker siap edar, disita polisi dari PT Uno Mitra Persada yang merupakan perusahaan pemasaran dari produksi PT Unotec Mega Persada. Demikian dikutip dari Poskotanews.id, Jumat (28/2/2020).

"Tempat ini memproduksi secara ilegal, yang tidak sesuai dengan standar dan tidak memiliki izin dari Departemen Kesehatan," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus.

Dari penggerebakan itu, polisi mengamankan 10 orang dengan inisial, YRH, EE, F, DK, SL, SF, ER, D, S dan LF. Masing-masing tersangka memiliki peran yang berbeda dalam produksi masker ilegal itu.

YRH berperan sebagai penanggung jawab, EE sebagai penjaga gudang. Sedangkam tersangka F, DK, SL, SF, dan ER sebagai pekerja. Kemudian D sebagai operator mesin, serta S dan LF sebagai sopir.

Dari hasil pemeriksaan sementara, tempat produksi masker ilegal itu telah beroperasi sejak Januari 2020.

"Mereka tidak memiliki izin produksi, tidak memiliki SNI, dan tidak memiliki izin Depkes," tegas Yusri.

Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan dengan Pasal 107 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang perdagangan.

"Ancaman sanksi pidana penjara maksimal 5 tahun dan atau pidana denda maksimal Rp 50 miliar," tandas Yusri.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, Olympic, Beladiri, DKI Jakarta
wwwwww