Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
9 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
15 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
14 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
6 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
8 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
6
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Hukum
8 jam yang lalu
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Home  /  Berita  /  Badminton

Oknum Kepala Sekolah yang Lupa Berapa Kali Cabuli Siswi, Mengaku Korbannya Bukan Satu

Oknum Kepala Sekolah yang Lupa Berapa Kali Cabuli Siswi, Mengaku Korbannya Bukan Satu
Foto: Radar Bali
Jum'at, 28 Februari 2020 17:40 WIB
BALI - Kepolisian Resor Badung mengungkapkan adanya potensi jumlah korban bertambah dalam kasus dugaan pencabutan oleh IWS (43), oknum Kepala Sekolah salah satu Sekolah Dasar di Kuta Utara, Badung, Bali.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Badung, AKP Laurens Rajamangapul mengungkapkan, "ada muncul lagi korban baru sebelum korban yang ini. Ada sebelumnya, yang menurut pengakuan (tersangka, Red) sudah kuliah,".

Hal itu diungkap Laurens kepada wartawan di Mapolda Bali, Jumat (28/2/2020). Laurens mengungkapkan, korban baru tersebut berinisial D. Ia dicabuli oknum Kepala Sekolah sejak Juni 2016 saat korban masih duduk di kelas VI Sekolah Dasar, korban duduk di kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA), sebagaimana dilansir kompas.com.

"Kami masih mencari inisial D ini, mudah-mudahan dapat bisa mulai terungkap lagi semua ini," kata Laurens.

Sebelumnya, oknum kepala sekolah ini ditetapkan tersangka karena dugaan pencabutan terhadap siswi berinisial IA (16). Ia dicabuli sejak kelas VI Sekolah Dasar hingga SMA.

Polisi menjerat oknum kepala sekolah itu dengan pasal 81 Junco pasal 76D UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak. Ia terancam hukuman penjara selama 15 tahun dan denda Rp 5 miliar rupiah.

Mengutip Radar Bali, "Pelaku sudah tidak ingat berapa kali melakukan hubungan intim dengan korban,".

Berdasarkan proses kepolisian yang tengah berlangsung, aksi cabul oknum kepala sekolah ini, terjadi di banyak tempat mulai dari Ruang Kepala Sekolah, Ruang Les, kamar di rumah tersangka, hingga hotel di wilayah Kuta Utara.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:Badminton, Beladiri, Umum, DKI Jakarta, Bali
wwwwww