Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Bareng PARFI, Ketua MPR Salurkan Bantuan ke Pekerja Seni
MPR RI
24 jam yang lalu
Bareng PARFI, Ketua MPR Salurkan Bantuan ke Pekerja Seni
2
Cegah Generasi Muda Terjebak Ekstremisme, Basarah: Penting Moderasi Beragama
MPR RI
24 jam yang lalu
Cegah Generasi Muda Terjebak Ekstremisme, Basarah: Penting Moderasi Beragama
3
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
Peristiwa
15 jam yang lalu
Imam Masjid Dipukul Pakai Balok Saat Pimpin Shalat Zuhur, Pelakunya Wanita, Ternyata Ini Penyebabnya
4
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
Peristiwa
16 jam yang lalu
Heboh, Jenazah Muslimah Dimandikan 4 Pria di RSUD, Suami Almarhumah Dilarang Masuk
5
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
Pemerintahan
9 jam yang lalu
Jokowi Suruh Tanam Singkong, Prabowo Ini Menhan Apa Mentan Sih?
6
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Nasional
14 jam yang lalu
Mundur dari KPK, Febri: Merawat Keyakinan dan Prinsip Lebih Penting
Home  /  Berita  /  GoNews Group

Oknum Kepala Sekolah yang Lupa Berapa Kali Cabuli Siswi, Mengaku Korbannya Bukan Satu

Oknum Kepala Sekolah yang Lupa Berapa Kali Cabuli Siswi, Mengaku Korbannya Bukan Satu
Foto: Radar Bali
Jum'at, 28 Februari 2020 17:40 WIB
BALI - Kepolisian Resor Badung mengungkapkan adanya potensi jumlah korban bertambah dalam kasus dugaan pencabutan oleh IWS (43), oknum Kepala Sekolah salah satu Sekolah Dasar di Kuta Utara, Badung, Bali.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Badung, AKP Laurens Rajamangapul mengungkapkan, "ada muncul lagi korban baru sebelum korban yang ini. Ada sebelumnya, yang menurut pengakuan (tersangka, Red) sudah kuliah,".

Hal itu diungkap Laurens kepada wartawan di Mapolda Bali, Jumat (28/2/2020). Laurens mengungkapkan, korban baru tersebut berinisial D. Ia dicabuli oknum Kepala Sekolah sejak Juni 2016 saat korban masih duduk di kelas VI Sekolah Dasar, korban duduk di kelas XII Sekolah Menengah Atas (SMA), sebagaimana dilansir kompas.com.

"Kami masih mencari inisial D ini, mudah-mudahan dapat bisa mulai terungkap lagi semua ini," kata Laurens.

Sebelumnya, oknum kepala sekolah ini ditetapkan tersangka karena dugaan pencabutan terhadap siswi berinisial IA (16). Ia dicabuli sejak kelas VI Sekolah Dasar hingga SMA.

Polisi menjerat oknum kepala sekolah itu dengan pasal 81 Junco pasal 76D UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak. Ia terancam hukuman penjara selama 15 tahun dan denda Rp 5 miliar rupiah.

Mengutip Radar Bali, "Pelaku sudah tidak ingat berapa kali melakukan hubungan intim dengan korban,".

Berdasarkan proses kepolisian yang tengah berlangsung, aksi cabul oknum kepala sekolah ini, terjadi di banyak tempat mulai dari Ruang Kepala Sekolah, Ruang Les, kamar di rumah tersangka, hingga hotel di wilayah Kuta Utara.***

Editor:Muhammad Dzulfiqar
Kategori:GoNews Group, Hukum, Pendidikan, DKI Jakarta, Bali

wwwwww