Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
8 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
14 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
13 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
4
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
5 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
5
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
Umum
7 jam yang lalu
Massa Turunkan Foto Gibran di DPRD DIY, Guntur Romli Sebut Bukti Kemarahan Rakyat
6
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Hukum
7 jam yang lalu
KPK Panggil Direktur PT Bela Parahiyangan Terkait Korupsi Lahan Kementerian ATR/BPN
Home  /  Berita  /  Non Olympic

Kalah dari Korea, Pelajaran Bagi Tim Nasional Basket Indonesia

Kalah dari Korea, Pelajaran Bagi Tim Nasional Basket Indonesia
Tim Nasional Basket Indonesia. (Foto: Istimewa)
Kamis, 17 Juni 2021 21:05 WIB
Penulis: Azhari Nasution
JAKARTA - Tim nasional Indonesia memperoleh pelajaran berharga setelah dikalahkan oleh Korea Selatan.

"Kami memang harus lebih siap menghadapi FIBA Asia 2021 nanti. Harus siap terutama pada masalah fisik. Saat FIBA Asia 2021 nanti Indonesia akan lebih siap," kata Abraham Damar Grahita dalam jumpa pers seusai pertandingan melawan Korea Selatan di Clark City, Filipina, Kamis 17 Juni.

Dalam pertandingan tersebut Indonesia kalah 81-104. "Hasil ini memang tidak bagus bagi kami. Persiapan tim kami memang kurang," aku Abraham yang mencetak 16 angka bagi Indonesia.

Pelatih Indonesia asal Serbia, Rajko Toroman, mengakui timnya kurang bermain bagus saat laga melawan Korea Selatan. "Kami mengalami sedikit kendala dalam persiapan. Tim ini hanya berkumpul lengkap selama tiga hari sebelum berangkat. Liga basket Indonesia baru saja berakhir, dengan delapan pemain tim Indonesia berlaga di final," kata Coach Toro.

"Kami juga tak diperkuat salah satu pemain terbaik Indonesia, Brandon Jawato yang masih cedera," tambahnya.

Menyoroti penampilan Lester Proper yang belum memenuhi harapan, Toro bisa memaklumi. "Lester sudah tidak melakukan pertandingan, mungkin sejak tiga bulan lalu. Dia belum kembali pada bentuk terbaik," katanya.

Lester tetap menjadi pencetak angka terbanyak bagi Indonesia dengan 25 poin. Coach Toro kini fokus untuk menyiapkan tim menghadapi Filipina pada laga kedua timnas Indonesia, Jumat 18 Juni.

"Filipina bermain bagus saat mengalahkan Korea. Pertandingan tersebut sangat menarik bagi siapa saja menyaksikan. Kami harus bersiap lebih baik menghadapi Filipina," pungkasnya.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:DKI Jakarta, Non Olympic, Olympic
wwwwww