Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
11 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
11 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Beladiri

Tak Direstui Menikah, Pemuda di Riau Hajar Ortu Kekasih hingga Tewas

Tak Direstui Menikah, Pemuda di Riau Hajar Ortu Kekasih hingga Tewas
Tak direstui nikah, Niko Alberto Tampubolon (21), nekat menghabisi orang tua pacarnya, Pangolop Gultom (51). (Foto: Istimewa)
Minggu, 31 Oktober 2021 10:38 WIB

PEKANBARU - Seorang pemuda, Niko Alberto Tampubolon (21), nekat menghabisi orang tua pacarnya, Pangolop Gultom (51). Aksi itu dilakukan karena tidak mendapat restu untuk menikah.

Pembunuhan sadis terjadi, Sabtu (30/10) kemarin sekitar pukul 12.30 WIB. Pelaku awalnya datang ke rumah korban di Desa Kasang Padang, Bonai Darussalam, Riau.

"Pelaku mendatangi rumah korban dengan tujuan untuk minta restu agar bisa menikah dengan anak korban. Akan tetapi korban tidak menghendaki," ucap Kapolres Rohul, AKBP Wimpiyanto, Minggu (31/10/2021).

Saat itu langsung terjadi adu mulut korban dengan pelaku. Tak lama kemudian pelaku melakukan penganiayaan pakai alat dodos yang biasa digunakan untuk panen kelapa sawit.

"Penganiayaan menggunakan alat dodos sawit menyebabkan korban meninggal di lokasi," kata Wimpi.

Setelah korban tewas, pelaku diamankan warga dan keluarga korban. Selanjutnya diserahkan ke anggota TNI dan polisi yang datang ke lokasi setelah menerima laporan warga.

Saat diinterogasi awal oleh polisi, pelaku mengaku aksi nekat itu dilakukan karena cinta dengan anak korban, namun tidak direstui.

"Setelah diamankan pelaku mengakui telah melakukan pembunuhan terhadap korban dengan sebilah dodos. Ini karena pelaku suka atau cinta dengan anak korban, tetapi tidak disetujui oleh korban," katanya.

Untuk barang bukti yang diamankan di lokasi adalah sebilah dodos bergagang kayu dan panjang berukuran lebih kurang 4 meter. Termasuk pakaian korban dan pelaku yang berlumuran darah.***

Editor:Muslikhin Effendy
Kategori:Olympic, Beladiri, Riau
wwwwww