Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
11 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
11 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
13 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
12 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
8 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Olympic

Bamsoet Apresiasi Sikap Terbuka Luhut Panjaitan Terkait Pengadaan PCR

Bamsoet Apresiasi Sikap Terbuka Luhut Panjaitan Terkait Pengadaan PCR
Ketua MPR RI Bambang Soesatyo. (Foto: Istimewa)
Minggu, 07 November 2021 22:44 WIB
Penulis: Muslikhin Effendy

JAKARTA - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi sikap keterbukaan Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan terkait tuduhan pengadaan PCR. Dua menteri Presiden Joko Widodo, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menko Marves Luhut B. Panjaitan, dituding terlibat bisnis penyediaan alat tes Covid-19, seperti tes PCR serta antigen.

"Klarifikasi dan keterbukaan yang disampaikan Menko Marves Luhut B. Panjaitan sangatlah tepat. Kita tentu tidak ingin adanya disinformasi yang berdampak pada kegaduhan di masyarakat. Sehingga, Presiden Joko Widodo dan para menterinya bisa fokus mengatasi pandemi Covid-19, serta mempercepat pemulihan ekonomi nasional," ujar Bamsoet di Jakarta, Minggu (7/11/21).

Ketua DPR RI ke-20 ini mendukung kehadiran korporasi ataupun perseorangan yang membantu sebagian beban pemerintah melakukan tracking dan tracing masyarakat melalui ketersediaan PCR/antingen. Namun, syaratnya tidak membebankan masyarakat. 

"Jika kita membandingkan harga test PCR tahun lalu dengan sekarang, harga PCR 100-180 USD dan proses hasilnya bisa memakan waktu sekitar 1 minggu. Sekarang bisa lebih cepat hanya dalam hitungan jam sudah bisa diketahui hasilnya. Melalui peran swasta, harga test PCR perlahan bisa turun hingga di bawah tiga ratus ribu rupiah," kata Bamsoet.

Kepala Badan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menuturkan saat ini ekonomi sudah mulai bergerak dan berangsur pulih. Hampir 185 juta masyarakat Indonesia sudah menerima vaksin yang diharapkan dapat memberikan dampak herd Immunity. Namun, pemerintah dan masyarakat tetap harus mewaspadai gelombang ketiga varian Covid-19, seperti terjadi di Rusia, Inggris dan beberapa negara di Eropa.

"Saya mengapresiasi kinerja pemerintahan Presiden Jokowi, peran swasta seperti KADIN Indonesia, dan semua pihak yang telah bekerjasama saling bantu dalam menurunkan angka positif Covid-19 di Indonesia. Saya berharap pemerintah tidak lagi mengeluarkan kebijakan yang memberatkan masyarakat di tengah keterpurukan daya beli dan ekonominya akibat pandemi Covid-19. Mari kita dukung pemerintah dan ikuti anjuran pemerintah untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Semoga pandemi Covid-19 segera bertransformasi menjadi endemik," pungkas Bamsoet.***

wwwwww