Global Sumud Dicegat, DPR RI Sebut Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memuncak
![]() |
| Rekaman pasukan angkatan laut Israel mencegat kapal Global Sumud Flotilla yang menuju Gaza di perairan internasional pada Kamis (2/10/2025). (Foto: Global Sumud Flotilla/HO via REUTERS) |
JAKARTA – Penolakan Israel terhadap kapal-kapal Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan ke Gaza kembali menegaskan sulitnya akses kemanusiaan bagi warga Palestina. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyebut kondisi ini sebagai bentuk krisis kemanusiaan yang dibiarkan berlarut-larut.
“Rumah sakit diserang, relawan jadi sasaran, bahkan kapal bantuan dicegat di perairan internasional. Di semua zona konflik modern, bantuan kemanusiaan dilindungi. Tapi hal itu tidak berlaku di Palestina,” ucap Sukamta, Kamis (3/10/2025).
Ia menilai tindakan Israel bukan hanya pelanggaran hukum internasional, tetapi juga bukti nyata bagaimana nilai-nilai kemanusiaan dihina di depan mata dunia. “Ini jelas kejahatan yang tidak boleh dibiarkan,” tambahnya.
Sukamta meminta pemerintah Indonesia berani mengambil peran lebih besar dalam memperjuangkan akses bantuan. Ia menekankan, diplomasi harus diperkuat, namun opsi jalur udara juga harus dipertimbangkan untuk menjangkau Gaza. “Saat ini, membuka jalur udara mungkin menjadi pilihan yang paling realistis,” katanya.
Selain mendorong Indonesia, Sukamta menyerukan agar negara-negara anggota OKI dan komunitas internasional tidak berhenti mengirim bantuan dalam berbagai bentuk. Ia juga menekankan pentingnya boikot dan embargo terhadap Israel sebagai tekanan nyata.
“Kalau dunia terus diam, penderitaan rakyat Gaza akan semakin panjang. Ini soal kemanusiaan, bukan sekadar politik,” tegasnya. ***
| Editor | : | M Rafdinal Adrianto |
| Sumber | : | kumparan.com |
| Kategori | : | Basket, DKI Jakarta |













