Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
14 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
12 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
3
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
20 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
4
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
9 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
5
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
19 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
8 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  DKI Jakarta

Global Sumud Dicegat, DPR RI Sebut Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memuncak

Global Sumud Dicegat, DPR RI Sebut Krisis Kemanusiaan Gaza Kian Memuncak
Rekaman pasukan angkatan laut Israel mencegat kapal Global Sumud Flotilla yang menuju Gaza di perairan internasional pada Kamis (2/10/2025). (Foto: Global Sumud Flotilla/HO via REUTERS)
Jum'at, 03 Oktober 2025 11:32 WIB

JAKARTA – Penolakan Israel terhadap kapal-kapal Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan ke Gaza kembali menegaskan sulitnya akses kemanusiaan bagi warga Palestina. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta, menyebut kondisi ini sebagai bentuk krisis kemanusiaan yang dibiarkan berlarut-larut.

“Rumah sakit diserang, relawan jadi sasaran, bahkan kapal bantuan dicegat di perairan internasional. Di semua zona konflik modern, bantuan kemanusiaan dilindungi. Tapi hal itu tidak berlaku di Palestina,” ucap Sukamta, Kamis (3/10/2025).

Ia menilai tindakan Israel bukan hanya pelanggaran hukum internasional, tetapi juga bukti nyata bagaimana nilai-nilai kemanusiaan dihina di depan mata dunia. “Ini jelas kejahatan yang tidak boleh dibiarkan,” tambahnya.

Sukamta meminta pemerintah Indonesia berani mengambil peran lebih besar dalam memperjuangkan akses bantuan. Ia menekankan, diplomasi harus diperkuat, namun opsi jalur udara juga harus dipertimbangkan untuk menjangkau Gaza. “Saat ini, membuka jalur udara mungkin menjadi pilihan yang paling realistis,” katanya.

Selain mendorong Indonesia, Sukamta menyerukan agar negara-negara anggota OKI dan komunitas internasional tidak berhenti mengirim bantuan dalam berbagai bentuk. Ia juga menekankan pentingnya boikot dan embargo terhadap Israel sebagai tekanan nyata. 

“Kalau dunia terus diam, penderitaan rakyat Gaza akan semakin panjang. Ini soal kemanusiaan, bukan sekadar politik,” tegasnya. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:kumparan.com
Kategori:Basket, DKI Jakarta
wwwwww