Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
Umum
13 jam yang lalu
Jupiter Soroti Makna Demokrasi AS, Suara Rakyat Tak Boleh Dibeli
2
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
Metropolitan
19 jam yang lalu
BMKG Ramalkan Hujan Menyapa Jabodetabek Hari Ini
3
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
Ekonomi
10 jam yang lalu
Tak Ingin Hanya Fokus Nikel, Kementerian ESDM Kebut Pengolahan Bauksit dan Tembaga Nasional
4
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
Hukum
18 jam yang lalu
Pemuda LIRA Desak Polri Terapkan Pasal Hukuman Mati Penyadap Presiden
5
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
Olympic
8 jam yang lalu
Antarkan Tim Asia Raih Emas FEI Continental, Dinov Berjuang di Invidual Jumping
6
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Kemenpora
7 jam yang lalu
Hadiri Pelantikan PP Hikmahbudhi, Menpora Erick Ajak Pemuda Fokus Peguatan SDM dan Ekonomi
Home  /  Berita  /  PON

Kasus Udang Beku Tercemar Radioaktif Ancam Citra Ekspor Indonesia

Kasus Udang Beku Tercemar Radioaktif Ancam Citra Ekspor Indonesia
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar memberi respons soal temuan udang beku yang tercemar radioaktif Cesium-137 (Cs-137), Jakarta (2/10/2025). (foto: liputan6.com/ade nasihudin).
Jum'at, 03 Oktober 2025 10:29 WIB
JAKARTA – Temuan cemaran radioaktif Cesium-137 (Cs-137) pada udang beku asal Cikande, Banten, bukan hanya persoalan kesehatan, tetapi juga berpotensi mengguncang perdagangan internasional. Amerika Serikat melalui Food and Drug Administration (FDA) menjadi pihak pertama yang melaporkan kontaminasi, memaksa Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI melakukan koordinasi lintas negara.

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan langkah awal yang dilakukan adalah penilaian bersama dengan FDA. “Sekarang kita berkoordinasi dengan Badan POM Amerika, karena temuannya dari US FDA. Selanjutnya akan dilakukan joint assessment dengan dukungan Kementerian Perdagangan,” jelasnya, Kamis (2/10/2025).

Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan kasus ini tidak memengaruhi rantai pasok nasional maupun ekspor. Ia menegaskan, kontaminasi hanya ditemukan di satu titik kawasan industri Modern Cikande, dan pemerintah telah menetapkan status kejadian khusus radiasi untuk memudahkan dekontaminasi.

“Investigasi Satgas memastikan kontaminasi Cs-137 hanya terjadi di Cikande. Tidak ada penyebaran ke wilayah lain, baik di rantai pasok lokal maupun ekspor,” katanya usai rapat koordinasi.

Meski pemerintah berupaya menenangkan situasi, pengamat perdagangan menilai kasus ini bisa berdampak pada citra produk Indonesia di pasar global. Udang selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor perikanan dengan pasar utama Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa.

Ahli keamanan kesehatan global, dr. Dicky Budiman, menambahkan, paparan Cs-137 dalam makanan berpotensi menimbulkan efek kesehatan serius. “Selain risiko akut, radiasi juga meningkatkan risiko kanker, infertilitas, dan kerusakan sistem imun. Hal ini bisa memengaruhi persepsi konsumen internasional terhadap keamanan pangan Indonesia,” ujarnya.

Kasus Cikande menempatkan Indonesia dalam sorotan dunia. Jika tidak ditangani transparan dan cepat, kepercayaan pasar ekspor bisa terkikis, berdampak langsung pada nilai perdagangan perikanan nasional. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:liputan6.com
Kategori:PON, Voli, Ekonomi
wwwwww