Kasus Udang Beku Tercemar Radioaktif Ancam Citra Ekspor Indonesia
![]() |
| Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar memberi respons soal temuan udang beku yang tercemar radioaktif Cesium-137 (Cs-137), Jakarta (2/10/2025). (foto: liputan6.com/ade nasihudin). |
Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menegaskan langkah awal yang dilakukan adalah penilaian bersama dengan FDA. “Sekarang kita berkoordinasi dengan Badan POM Amerika, karena temuannya dari US FDA. Selanjutnya akan dilakukan joint assessment dengan dukungan Kementerian Perdagangan,” jelasnya, Kamis (2/10/2025).
Di sisi lain, Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, memastikan kasus ini tidak memengaruhi rantai pasok nasional maupun ekspor. Ia menegaskan, kontaminasi hanya ditemukan di satu titik kawasan industri Modern Cikande, dan pemerintah telah menetapkan status kejadian khusus radiasi untuk memudahkan dekontaminasi.
“Investigasi Satgas memastikan kontaminasi Cs-137 hanya terjadi di Cikande. Tidak ada penyebaran ke wilayah lain, baik di rantai pasok lokal maupun ekspor,” katanya usai rapat koordinasi.
Meski pemerintah berupaya menenangkan situasi, pengamat perdagangan menilai kasus ini bisa berdampak pada citra produk Indonesia di pasar global. Udang selama ini menjadi salah satu komoditas unggulan ekspor perikanan dengan pasar utama Amerika Serikat, Jepang, dan Uni Eropa.
Ahli keamanan kesehatan global, dr. Dicky Budiman, menambahkan, paparan Cs-137 dalam makanan berpotensi menimbulkan efek kesehatan serius. “Selain risiko akut, radiasi juga meningkatkan risiko kanker, infertilitas, dan kerusakan sistem imun. Hal ini bisa memengaruhi persepsi konsumen internasional terhadap keamanan pangan Indonesia,” ujarnya.
Kasus Cikande menempatkan Indonesia dalam sorotan dunia. Jika tidak ditangani transparan dan cepat, kepercayaan pasar ekspor bisa terkikis, berdampak langsung pada nilai perdagangan perikanan nasional. ***













