Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
Sepakbola
13 jam yang lalu
Hutang Rp4,5 Miliar ke Indonesia Arena, FFI Harus Pertanggung Jawabkan APBN Rp20 Miliar
2
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
Metropolitan
17 jam yang lalu
Jelang Musim Hujan, Pemprov DKI Diminta Segera Benahi Drainase dan Pompa
3
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
Kemenpora
14 jam yang lalu
IYS 2026, Ajang Membangun Fondasi dan Solusi Masa Depan Indonesia
4
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
Non Olympic
12 jam yang lalu
IPSI Harus Berbenah: Siapa Bertanggung Jawab Atas Keselamatan Atlet?
5
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
Ekonomi
19 jam yang lalu
Kemenperin Catat Indeks Industri Makanan Capai Rekor Tertinggi pada Oktober 2026 Berkat Pesanan Ekspor
6
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Umum
19 jam yang lalu
Wapres Gibran Rakabuming Siap Buka Dokumen Pendidikan di PTUN, Tolak Gugatan Dicabut
Home  /  Berita  /  Olympic

Antasari Azhar Berpulang, KPK: Indonesia Kehilangan Sosok Teguh Penegak Keadilan

Antasari Azhar Berpulang, KPK: Indonesia Kehilangan Sosok Teguh Penegak Keadilan
Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasasi Azhar.
Sabtu, 08 November 2025 18:58 WIB

JAKARTA – Kabar duka datang dari dunia hukum Indonesia. Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, meninggal dunia pada Sabtu (8/11/2025) pukul 10.57 WIB di usia 72 tahun. Kabar kepergian sosok yang dikenal tegas dan berintegritas itu dibenarkan oleh kuasa hukumnya, Boyamin Saiman.

“Betul, barusan saya konfirmasi ke teman-teman jaksa dan pengurus Masjid Asy-Syarif BSD, jenazah Pak Antasari akan disalatkan ba’da Ashar,” kata Boyamin di Tangerang Selatan.

Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka Les Belles Maisons E-10, Serpong, sebelum disalatkan di Masjid Asy-Syarif dan dimakamkan di San Diego Hills, Karawang, Jawa Barat, sore hari. “Mohon dimaafkan segala kesalahannya dan doakan agar beliau diterima di sisi Allah SWT,” ujar Boyamin.

KPK Sampaikan Duka Mendalam: Antasari Sosok Pejuang Antikorupsi

Kepergian Antasari membawa duka mendalam bagi lembaga yang pernah ia pimpin. Sejumlah pimpinan KPK Jilid VI datang melayat ke rumah duka, termasuk Wakil Ketua KPK, Fitroh Rohcahyanto.

“Innalillahi wainna ilaihi rajiun. Indonesia kehilangan sosok tangguh dengan komitmen tinggi terhadap pemberantasan korupsi,” kata Fitroh.

Menurutnya, Antasari adalah figur pemberani yang tidak ragu melawan tekanan demi menegakkan hukum. “Beliau menghadapi banyak ujian, tapi tidak pernah menyerah dalam memperjuangkan kebenaran. Semangatnya harus menjadi teladan bagi penegak hukum generasi berikutnya,” ujarnya.

Fitroh juga menyampaikan doa agar amal dan perjuangan almarhum diterima di sisi Tuhan. “Semoga Allah SWT menerima amal ibadahnya dan keluarga diberi kekuatan serta kesabaran,” tambahnya.

Dari KPK hingga Bui: Perjalanan Pahit Seorang Penegak Hukum

Antasari Azhar lahir di Pangkal Pinang, 18 Maret 1953. Ia menjabat Ketua KPK periode 2007–2009 setelah terpilih melalui pemungutan suara di DPR. Di masa kepemimpinannya, KPK dikenal garang dan berani menjerat pejabat tinggi negara serta aparat penegak hukum yang terlibat praktik korupsi.

Beberapa kasus besar yang mencuat di bawah kepemimpinannya antara lain penangkapan Jaksa Urip Tri Gunawan dan Artalyta Suryani dalam kasus suap BLBI, serta Al Amin Nur Nasution dalam kasus suap pelepasan kawasan hutan lindung di Sumatera Selatan.

Namun karier gemilangnya berhenti setelah ia dijerat dalam kasus pembunuhan Direktur PT Rajawali Putra Banjaran, Nasrudin Zulkarnaen, pada 2009. Antasari divonis 18 tahun penjara, meski sejak awal ia menolak semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya.

Kasus tersebut menuai kontroversi luas. Banyak pihak meyakini Antasari menjadi korban kriminalisasi politik karena keberaniannya menindak korupsi di level tinggi. “Saya tidak bersalah. Saya hanya menjadi korban dari permainan kekuasaan,” kata Antasari dalam wawancara setelah bebas bersyarat pada 2016.

Jejak Perlawanan dan Warisan Integritas

Setelah bebas dari Lapas Tangerang, Antasari memilih hidup tenang. Ia lebih banyak menghabiskan waktu bersama keluarga dan sesekali tampil di forum hukum untuk berbagi pandangan tentang keadilan dan integritas.

Meski sempat jatuh dalam ujian hidup yang berat, Antasari tetap dikenang sebagai figur tegas yang berani menegakkan hukum tanpa pandang bulu. “Beliau pernah menghadapi badai besar, tapi tidak pernah kehilangan kompas moralnya,” ujar Boyamin Saiman mengenang.

Ratusan pelayat hadir di rumah duka, termasuk rekan sesama jaksa, kolega di KPK, dan tokoh hukum yang ingin memberi penghormatan terakhir. Kepergian Antasari menutup perjalanan panjang seorang penegak hukum yang hidupnya tak lepas dari kontroversi, namun dedikasinya bagi keadilan tetap diakui.

“Bangsa ini kehilangan sosok yang berani melawan arus, bahkan ketika arus itu menghantam dirinya sendiri,” tutur Fitroh. ***

Editor:M Rafdinal Adrianto
Sumber:inilah.com
Kategori:Olympic, Voli, DKI Jakarta
wwwwww