'Gencatan Senjata Harus Segera Diwujudkan', Menlu Jepang Toshimitsu Motegi Desak Israel Menahan Diri
![]() |
| Amerika Serikat (AS) dan Iran menyebut telah mencapai kesepakatan sementara. Keduanya juga sepakat akan menghentikan perang dan membuka kembali Selat Hormuz. (foto Ilustrasi: nktv.in) |
JAKARTA - Ketegangan yang kian memuncak di Timur Tengah memicu reaksi keras dari Pemerintah Jepang. Tokyo mendesak militer Israel untuk menahan diri dari serangan terhadap basis Hizbullah di Lebanon demi menyelamatkan nyawa warga sipil yang terus berjatuhan.
Sikap tegas Tokyo dikomunikasikan langsung melalui saluran telepon oleh Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi kepada Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar. Dalam dialog tersebut, situasi kemanusiaan menjadi poin utama yang disoroti.
Momen Krusial Diplomasi Telepon
Komunikasi bilateral selama 20 menit tersebut berjalan serius, Selasa (16/6/2026). Tokyo menilai eskalasi militer Israel di Lebanon dapat mencederai momentum perdamaian dunia yang sedang dibangun oleh negara-negara besar.
"Kami menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas meroketnya jumlah korban jiwa di kalangan warga sipil, serta hancurnya berbagai fasilitas publik akibat saling serang antara Israel dan Hizbullah," jelas Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi.
Berikut beberapa poin krusial yang melatarbelakangi desakan diplomasi Jepang:
- * Rekonsiliasi AS-Iran: Serangan terjadi tepat ketika AS dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik berbulan-bulan.
- * Pengaruh Regional: Israel selama ini berkoordinasi dengan AS, sementara Hizbullah merupakan kelompok yang disokong penuh oleh Iran.
- * Dampak Ekonomi: Perdamaian ini krusial bagi dibukanya kembali Selat Hormuz sebagai jalur logistik vital pasokan energi dunia.
Soroti Pelanggaran Hukum Internasional
Tidak hanya berfokus pada wilayah Lebanon, Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi juga mengecam tindakan sepihak Israel di wilayah Palestina. Tokyo menilai tindakan kekerasan di Tepi Barat memperkeruh stabilitas regional.
"Kami mengecam keras perluasan permukiman ilegal dan eskalasi kekerasan yang dilakukan Israel di Tepi Barat," urainya.
Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Tokyo menyatakan kesiapannya untuk membantu pemulihan pascakonflik di Palestina. Namun, Israel juga dituntut melakukan langkah nyata di lapangan.
"Jepang berkomitmen ikut andil dalam membangun kembali wilayah Gaza yang hancur lebur. Sebaliknya, kami menuntut Israel segera mengambil tindakan konkret, termasuk membekukan seluruh aktivitas pembangunan permukiman baru yang jelas melanggar hukum internasional," tandasnya. ***
| Editor | : | Hermanto Ansam |
| Sumber | : | inilah.com |
| Kategori | : | Basket |













