Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
Umum
10 jam yang lalu
Blokir Akses Kredit Bank, Singapura Bidik Korporasi Biang Kerok Kabut Asap Lintas Batas
2
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
Umum
10 jam yang lalu
Babat Praktik Curang Makan Bergizi Gratis, Kepala BGN Pastikan Tak Anti Kritik
3
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
Ekonomi
12 jam yang lalu
IHSG Sesi I Anjlok ke Level 5.142, Ratusan Saham Terkoreksi di Zona Merah
4
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
Metropolitan
12 jam yang lalu
Pramono Sebut Tak Ada Fasilitas Publik Rusak dalam Demo Mahasiswa di Jakarta
5
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
Umum
12 jam yang lalu
Bawa Sajam ke Bundaran HI, 19 Massa Aksi Komite Sadar Diringkus Polda Metro Jaya
6
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Ekonomi
7 jam yang lalu
Bank Jakarta Perkuat Tata Kelola dan Optimalisasi Layanan
Home  /  Berita  /  Basket

'Gencatan Senjata Harus Segera Diwujudkan', Menlu Jepang Toshimitsu Motegi Desak Israel Menahan Diri

Gencatan Senjata Harus Segera Diwujudkan, Menlu Jepang Toshimitsu Motegi Desak Israel Menahan Diri
Amerika Serikat (AS) dan Iran menyebut telah mencapai kesepakatan sementara. Keduanya juga sepakat akan menghentikan perang dan membuka kembali Selat Hormuz. (foto Ilustrasi: nktv.in)
Rabu, 17 Juni 2026 07:44 WIB

JAKARTA - Ketegangan yang kian memuncak di Timur Tengah memicu reaksi keras dari Pemerintah Jepang. Tokyo mendesak militer Israel untuk menahan diri dari serangan terhadap basis Hizbullah di Lebanon demi menyelamatkan nyawa warga sipil yang terus berjatuhan.

Sikap tegas Tokyo dikomunikasikan langsung melalui saluran telepon oleh Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi kepada Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Sa'ar. Dalam dialog tersebut, situasi kemanusiaan menjadi poin utama yang disoroti.

Momen Krusial Diplomasi Telepon

Komunikasi bilateral selama 20 menit tersebut berjalan serius, Selasa (16/6/2026). Tokyo menilai eskalasi militer Israel di Lebanon dapat mencederai momentum perdamaian dunia yang sedang dibangun oleh negara-negara besar.

"Kami menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas meroketnya jumlah korban jiwa di kalangan warga sipil, serta hancurnya berbagai fasilitas publik akibat saling serang antara Israel dan Hizbullah," jelas Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi.

Berikut beberapa poin krusial yang melatarbelakangi desakan diplomasi Jepang:

  • * Rekonsiliasi AS-Iran: Serangan terjadi tepat ketika AS dan Iran mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik berbulan-bulan.
  • * Pengaruh Regional: Israel selama ini berkoordinasi dengan AS, sementara Hizbullah merupakan kelompok yang disokong penuh oleh Iran.
  • * Dampak Ekonomi: Perdamaian ini krusial bagi dibukanya kembali Selat Hormuz sebagai jalur logistik vital pasokan energi dunia.

Soroti Pelanggaran Hukum Internasional

Tidak hanya berfokus pada wilayah Lebanon, Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi juga mengecam tindakan sepihak Israel di wilayah Palestina. Tokyo menilai tindakan kekerasan di Tepi Barat memperkeruh stabilitas regional.

"Kami mengecam keras perluasan permukiman ilegal dan eskalasi kekerasan yang dilakukan Israel di Tepi Barat," urainya.

Sebagai bentuk tanggung jawab moral, Tokyo menyatakan kesiapannya untuk membantu pemulihan pascakonflik di Palestina. Namun, Israel juga dituntut melakukan langkah nyata di lapangan.

"Jepang berkomitmen ikut andil dalam membangun kembali wilayah Gaza yang hancur lebur. Sebaliknya, kami menuntut Israel segera mengambil tindakan konkret, termasuk membekukan seluruh aktivitas pembangunan permukiman baru yang jelas melanggar hukum internasional," tandasnya. ***

Editor:Hermanto Ansam
Sumber:inilah.com
Kategori:Basket
wwwwww