Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
Lingkungan
13 jam yang lalu
FASTA DKI-Sispala Desak Penegakan Hukum Karhutla Tanpa Kompromi
2
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
Hiburan
12 jam yang lalu
Tolak Konser Andrea Bocelli di Jakarta, Dailami Minta Pemerintah Tegas
3
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
Sepakbola
7 jam yang lalu
Darije Kalezic Kecewa, Rizky Eka Tetap Minta Dukungan Suporter PSM
4
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
Hukum
7 jam yang lalu
Kerapatan Adat Nagai Silaut Perjuangkan Keadilan Status Tanah
5
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa 'Geruduk' Imigrasi Jakbar
Umum
7 jam yang lalu
Bikin Rame CFD Sudirman, Massa Geruduk Imigrasi Jakbar
6
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC
Sepakbola
6 jam yang lalu
Zlatko Runje Sukses Dampingi Persib Kalahkan Kalteng FC

Jokowi: Serupiah Pun Akan Saya Urus kalau Pungli!

Jokowi: Serupiah Pun Akan Saya Urus kalau Pungli!
Presiden Joko Widodo [KOMPAS/WISNU WIDIANTORO]
Rabu, 19 Oktober 2016 10:04 WIB

JAKARTA - Presiden Joko Widodo menegaskan, kehadirannya di Kementerian Perhubungan saat operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan kepolisian beberapa waktu lalu, jangan dilihat dari nilai uang suapnya.

Pernyataannya ini merespons berbagai kalangan yang menilai langkah yang dilakukan Jokowi terlalu berlebihan.

Presiden dianggap tak perlu turun ke lapangan untuk mengurusi pungutan liar dengan nominal berjumlah kecil.

"Bukan masalah uangnya," ujar Jokowi, dalam acara "Satu Meja" yang ditayangkan Kompas TV, Senin (17/10/2016) malam.

"Jangan selalu mengaitkan dengan, oh Presiden mengurusi yang kecil-kecil. Tidak. Semuanya pasti akan saya urus, serupiah pun akan saya urus kalau masalah pungli," lanjut dia.

Jika perlu, kata Jokowi, dia berniat turun langsung ke kantor kelurahan, Badan Pertanahan Negara (BPN), dan Samsat Polri.

Jokowi ingin memantau apakah masih ada pungli, sekecil apapun, di loket-loket pelayanan publik tersebut.

"Meski kecil-kecil, hanya Rp 10.000, Rp 50.000, tapi menjengkelkan dan meresahkan masyarakat. Saya akan datangi kalau memang di situ ada indikasi yang tidak baik," ujar Jokowi.

Lagipula, anggapan bahwa nilai pungutan liar yang kecil dinilainya tidak sepenuhnya benar.

Bisa jadi, aksi pungutan liar di sejumlah kantor pemerintahan yang telah berlangsung puluhan tahun sudah mencapai puluhan triliun besarnya.

"Hitungannya memang kecil. Hanya Rp 10.000, Rp 50.000 Rp 100.000, Rp 1 juta. Tapi hampir di semua kantor itu ada. Di pelabuhan ada, di rumah sakit ada, di jalan raya juga ada. Kalau mau dihitung dari Sabang sampai Merauke, ya bisa puluhan triliun," ujar Jokowi.

Jokowi juga telah membentuk 'Saber Pungli' alias Sapu Bersih Pungutan Liar yang dikomandoi oleh Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Wiranto.

Jokowi menegaskan, tim itu akan konsisten dalam melaksanakan operasi pemberantasan pungli di penjuru Indonesia.

"Harus ada konsistensi. Jangan sampai hanya anget-anget tai ayam. Sekali lagi harus ada konsistensi," ujar Jokowi.

Masa tuga Tim Saber Pungli tidak dibatasi.

Jokowi menyebut, tindakan pungli sudah mengakar dan sulit diberantas sehingga diharapkan konsistensi tim akan perlahan-lahan menyelesaikan hal itu.

Ke depan, seiring dengan tim Saber Pungli bekerja, pemerintah akan menyempurnakan perangkat teknologi yang bakal digunakan sebagai basis seluruh pelayanan publik di penjuru Tanah Air.

"Ini kan eranya IT, mestinya semuanya harus berbasis pada IT. Yang online, yang tidak mengharuskan orang berhadap-hadapan, yang harus membayar melalui banking system, saya kira arahnya ke sana semuanya," ujar Jokowi.

Editor:Kamal Usandi
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
GoNews.co Pejabat Badan Kesbangpol Ini Keterlaluan, Mahasiswa Urus Izin Penelitian Pun Dipungli, Begini Akibatnya
GoNews.co Guru yang Dipecat karena Bongkar Pungli di Sekolah Ditawarkan Inspektorat Penyelesaian Kekeluargaan
GoNews.co Polwan Berpangkat Ipda Diduga Pungli Peserta Tes Caba Rp450 Juta, Polda Lakukan Penyelidikan
GoNews.co Diduga Terima Rp50 Juta Per Minggu dari Pungli Terhadap Pemohon SIM, Kapolres Kediri Diperiksa Tim Saber
GoNews.co Ini Sanksi Diberikan Kapolda Metro Jaya kepada Polisi yang Memalak dan Berkata Kotor kepada Pengendara Motor
GoNews.co Polantas Minta Uang dan Berkata Kotor kepada Pengendara, Begini Tanggapan Direktur Lalin Polda Metro Jaya
GoNews.co Berdalih untuk Bantu UNBK, SMPN Unggulan Pungli Ratusan Wali Murid, Berhasil Dibongkar Ombudsman
GoNews.co Tim Saber OTT di Kantor Imigrasi, Terkait Pungli Pengurusan Paspor
GoNews.co Pungli Masih Marak, Paling Banyak di Sektor Pelayanan Publik, Penegakan Hukum dan Pendidikan
GoNews.co Lakukan Pungli Terhadap Sejumlah Guru, Pejabat Dinas Pendidikan Divonis Kurungan Penjara
GoNews.co Aksi Pungli Terhadap Supir Truk Viral di Medsos, Polisi Nakal Ditahan Propam
GoNews.co Tim Saber Pungli Ringkus 2 Pejabat Pelabuhan
GoNews.co Pungli Sopir Angkot, Pegawai Dishub Ditangkap Tim Saber Pungli, Rp155 Ribu Disita
GoNews.co Wow... Oknum DLLAJ Ini Bisa Raup Puluhan Juta per Hari dari Pungli
GoNews.co Pungli, Jelmaan Distorsi Keterbukaan Informasi Publik
GoNews.co Berantas Pungli, Pemerintah Daerah Ini Hapus Surat Pengantar RT-RW
GoNews.co Selain Diumumkan ke Publik, Pegawai Pemerintah Pelaku Pungli Terancam Dipenjara Minimal 4 Tahun
GoNews.co Polda Sumut Usut 8 Polisi Pelaku Pungli, 7 Sudah Ditahan, Ini Identitasnya
wwwwww