Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
22 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
2
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
23 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
21 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Metropolitan
11 jam yang lalu
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
5
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
21 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
6
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
21 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum

Kata Aa Gym, Ini Hikmah di Balik Kasus Ahok

Kata Aa Gym, Ini Hikmah di Balik Kasus Ahok
Ustaz Aa Gym. (viva)
Rabu, 30 November 2016 13:18 WIB
BANDUNG - KH Abdulah Gymnastiar alias Aa Gym mengatakan, ada hikmah di balik kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, yakni menjadi pelajaran dan mengokohkan Bhinneka Tunggal Ika,

Aa Gym juga memperkenalkan istilah ‘tiga SA'. "Saya aman bagimu, saya menyenangkan bagimu, saya bermanfaat bagimu," ujar Aa Gym di Apel Nusantara Bersatu di lapangan Gasibu, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (30/11/2016).

Namun Aa Gym menegaskan bahwa ‘tiga SA’ harus dipraktikkan tidak hanya kepada umat sesama muslim. Melainkan, lanjut dia, berlaku bagi seluruh umat beragama tidak memandang suku dan budaya.

"Jangan pernah kehadiran kita merugikan siapa pun. Tidak ada artinya kita menyenangkan, manfaat, kalau diawali dengan merugikan orang lain," katanya.

Menurutnya, segala bentuk perkataan apa pun yang mengarah sensitif agar dijaga dan jangan mudah melontarkan pesan-pesan yang memicu pertikaian dan perpecahan.

"Awali kehidupan dengan pantang merugikan siapa pun. Awali dari mulut, memang lidah tak bertulang," terangnya.

Menurutnya, kasus Ahok harus menjadi pelajaran bagi seluruh umat beragama agar tetap saling menghormati. Selain itu, dia berpendapat bahwa negara juga mendapat pendidikan yang besar.

"Kata-kata dapat berdampak besar. Kita rindu pemimpin yang teladan bagi siapapun. Jaga lisan,'' tandasnya.***

Editor:hasan basril
Sumber:viva.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww