Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ikut Beli Miras dan Mabuk Bersama, Gadis 15 Tahun Digilir 4 Pemuda di Tengah Sawah Hingga Pingsan
Peristiwa
23 jam yang lalu
Ikut Beli Miras dan Mabuk Bersama, Gadis 15 Tahun Digilir 4 Pemuda di Tengah Sawah Hingga Pingsan
2
Soal TC Pelatnas Tinju Olimpiade, Ballo: Kalau Tidak Uzbekhistan, Ya Ukraina
Olahraga
21 jam yang lalu
Soal TC Pelatnas Tinju Olimpiade, Ballo: Kalau Tidak Uzbekhistan, Ya Ukraina
3
Rusak Masjid Nurul Jamil, Seorang Pria Ditangkap Warga dan Diserahkan ke Polisi
Peristiwa
23 jam yang lalu
Rusak Masjid Nurul Jamil, Seorang Pria Ditangkap Warga dan Diserahkan ke Polisi
4
Pemain Timnas Tak Boleh Santap Makanan Gorengan dan Pedas
Sepakbola
22 jam yang lalu
Pemain Timnas Tak Boleh Santap Makanan Gorengan dan Pedas
5
Gol Saltonya Terbaik, Widodo Terimakasih Kepada Netizen
GoNews Group
21 jam yang lalu
Gol Saltonya Terbaik, Widodo Terimakasih Kepada Netizen
6
Dikalahkan Bhayangkara FC, Persija Akan Lakukan Evaluasi
Sepakbola
21 jam yang lalu
Dikalahkan Bhayangkara FC, Persija Akan Lakukan Evaluasi

Orangtua Tak Mampu Beli Susu, Bayi Perempuan di Polman Minum Kopi Tubruk 5 Gelas Sehari, Begini Kondisinya

Orangtua Tak Mampu Beli Susu, Bayi Perempuan di Polman Minum Kopi Tubruk 5 Gelas Sehari, Begini Kondisinya
Bayi Hadijah Haura bersama kedua orangtuanya saat minum kopi menggunakan dot. (tribunnews)
Selasa, 17 September 2019 13:08 WIB
POLMAN - Lazimnya, bayi diberi ibunya minuman susu setiap hari. Namun berbeda dengan Hadijah Haura, bayi perempuan berusia 14 bulan di Desa Tonro Lima, Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) malah meminum 5 gelas kopi tubruk setiap hari.

Dikutip dari grid.id yang melansir kompas.com, Selasa (17/9/2019), kedua orangtua bayi itu, Sarifudin dan Anita, mengatakan, mereka terpaksa memberi anak pertamanya itu miuman kopi karena tidak mampu membeli susu.

Anita dan suaminya sehari-hari hanya bekerja sebagai buruh kupas kopra. Dari pekerjaannya itu, mereka memperoleh gaji Rp20 ribu sehari, yang hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan dapur.

''Ya mau apalagi, pendapatannya tidak cukup untuk membeli susu. Terpaksa setiap hari hanya diberi dot berisi kopi.

''Bahkan ia tidak bisa tidur kalau tidak minum kopi. Biasa merengek minta kopi sebelum tidur,k' jelas Anita dikutip dari Kompas.

Kebiasaan menenggak kopi ternyata sudah dilakukan sejak Hadijah berusia 6 bulan.

Meskipun begitu, Anita tak pernah melihat ada gangguan pada tumbuh kembang anaknya.

Pertumbuhan fisik Hadijah sama seperti anak normal seumurannya.

Namun, Anita mengaku sang anak memang tergolong super aktif daripada teman-teman sebayanya.

Hadijah juga kerap membuat orangtuanya kewalahan dan tak bisa tidur karena ia aktif bermain.

Anita juga sempat khawatir dengan perkembangan kesehatan anaknya, namun karena tidak punya pilihan, akhirnya ia terus menerus memberikan kopi untuk anaknya.

Ia juga mengaku tak pernah menerima bantuan susu atau asupan gizi dari Dinas Kesehatan untuk anaknya.

Dilansir Tribun Jakarta Senin (16/9/2019), usai berita itu tersebar, Kabid Bina Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Polman sudah mengunjungi anak tersebut dan memberikan bantuan berupa susu dan biskuit.

Mereka juga memberikan pemahaman kepada orangtua bayi itu tentang dampak pemberian kopi pada anak.

Kedua orangtuanya diigatkan agar tak lagi memberi bayinya kopi meskipun terus merengek.

''Karena kalau lama kelamaan nanti ada efeknya karena mengandung kafein dan mengandung banyak gula,'' jelas mereka dikutip dari Tribun Jakarta.

Sementara itu, melansir dari Tribunnews.com Selasa(17/9/2019), dari hasil penelitian menyatakan mengkonsumsi kopi dan kafein bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan.

Mulai dari gangguan tidur, diabetes tipe 1, denyut jantun meningkat, tekanan darah dan banyak lainnya.

Selain itu, mengonsumsi teh dan kopi pada balita khususnya yang berusia dua tahun, dapat meningkatkan peluang risiko kegemukan sebanyak 3 kali lipat. ***

Editor:hasan b
Sumber:grid.id
Kategori:Ragam

wwwwww