Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Maju Pilkada Bengkalis, Istri Tersangka Korupsi Didukung 4 Partai
Politik
18 jam yang lalu
Maju Pilkada Bengkalis, Istri Tersangka Korupsi Didukung 4 Partai
2
Sebut Santri Tahfidz Qur'an sebagai Calon Teroris, Gus Jazil Minta Denny Siregar Minta Maaf
Politik
23 jam yang lalu
Sebut Santri Tahfidz Quran sebagai Calon Teroris, Gus Jazil Minta Denny Siregar Minta Maaf
3
Viral Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV
Peristiwa
23 jam yang lalu
Viral Pegawai Starbucks Intip Payudara Pelanggan Lewat CCTV
4
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
Politik
23 jam yang lalu
Bandara Sudah Sediakan Rapid Test, Masyarakat Sudah Bisa Manfaatkan Penerbangan
5
Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata
Politik
23 jam yang lalu
Kualitas Sinyal Operator Buruk saat Pandemi, DPR Panggil Telkomsel, Indosat dan XL Axiata
6
Sebut Rp2,7 Triliun Bukan Angka Kecil, Nasir Djamil: Segera Usut Kasus Pemalsuan Label SNI
Politik
22 jam yang lalu
Sebut Rp2,7 Triliun Bukan Angka Kecil, Nasir Djamil: Segera Usut Kasus Pemalsuan Label SNI

Sudah Diguyur Hujan, Kualitas Udara di Daerah Terdampak Asap Masih Tidak Sehat

Sudah Diguyur Hujan, Kualitas Udara di Daerah Terdampak Asap Masih Tidak Sehat
Para pengendara melintas di tengah kabut asap tebal di Jalan HR Subrantas, Pekanbaru, Riau, Ahad (22/9). (dok)
Selasa, 24 September 2019 08:54 WIB
JAKARTA - Kualitas udara di daearah-daerah terdampak kabut asap di Sumatera dan Kalimantan hari ini, Selasa (24/9), masih kurang sehat, meski sudah diguyur hujan pada Senin (23/9) sore hingga malam.

Dikutip dari republika.co.id, menurut pantauan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Selasa (24/9) pagi memperlihatkan konsentrasi PM10 atau partikel udara yang berukuran lebih kecil dari 10 mikrometer masih tinggi di sejumlah wilayah Indonesia terutama di daerah terdampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Di Palembang, Sumatera Selatan, kualitas udara masih dalam status sangat tidak sehat dengan konsentrasi partikulat PM10 mencapai 322,24 mikrogram/meter kubik dengan pantauan terakhir dilakukan pukul 06.00 WIB.

Sementara itu, di Pekanbaru, Riau kualitas udara masuk dalam kategori tidak sehat dengan konsentrasi partikulat PM10 berada di 195,49 mikrogram/meter kubik.

Udara di Sampit, Kalimantan Tengah juga masih masuk dalam kategori tidak sehat, mencapai 188,41 mikrogram/meter kubik.

Sementara itu di Jambi, kualitas udara berada dalam kondisi baik pada pukul 06.00 WIB, meski sebelumnya pada subuh sempat masuk dalam kategori tidak sehat memuncak pada pukul 03.00 dengan nilai 202,79 mikrogram/meter kubik.

Hasil pantauan dari satelit Terra/Aqua milik Lapan pada Senin menunjukkan beberapa titik panas masih mendominasi terutama di wilayah Kalimantan dan Sulawesi.

Titik api terbanyak ditemukan di Provinsi Kalimantan Tengah dengan 289 titik panas menurut satelit Terra/Aqua di situs sistem monitoring karhutla milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Sementera itu, situs BMKG memperkirakan hujan akan mengguyur wilayah terdampak karhutla seperti Bengkulu, Sumatera Barat, dan Kalimantan Tengah yang berpotensi hujan lebat.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww