Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Peneliti IGJ Sebut Gaung Benci Produk Luar Negeri Kontradiktif dengan Kebijakan Pemerintah
Pemerintahan
24 jam yang lalu
Peneliti IGJ Sebut Gaung Benci Produk Luar Negeri Kontradiktif dengan Kebijakan Pemerintah
2
Jangan hanya Untungkan Elite Jakarta, Rencana Pemekaran harus Sejahterakan Rakyat Papua
Politik
21 jam yang lalu
Jangan hanya Untungkan Elite Jakarta, Rencana Pemekaran harus Sejahterakan Rakyat Papua
3
Shesar Hiren Jadi Wakil Indonesia Keempat di Babak 16 Besar
Olahraga
24 jam yang lalu
Shesar Hiren Jadi Wakil Indonesia Keempat di Babak 16 Besar
4
Jupe Maksimalkan Waktu Menuju Kick Off Piala Menpora 2021
Sepakbola
23 jam yang lalu
Jupe Maksimalkan Waktu Menuju Kick Off Piala Menpora 2021
5
Dukcapil: Yang Belum Terapkan 'Tap' KTP-el, Belum Kerjasama dengan Dukcapil Kemendagri
Nasional
23 jam yang lalu
Dukcapil: Yang Belum Terapkan Tap KTP-el, Belum Kerjasama dengan Dukcapil Kemendagri
6
Tak Akan Ada Partai Demokrat Tanpa SBY
Politik
21 jam yang lalu
Tak Akan Ada Partai Demokrat Tanpa SBY

Polisi Dituding Gunakan Gas Air Mata Kedaluwarsa, Bisa Sebabkan Mati Rasa dan Pingsan

Polisi Dituding Gunakan Gas Air Mata Kedaluwarsa, Bisa Sebabkan Mati Rasa dan Pingsan
Demo mahasiswa di depan gedung DPR berujung ricuh, Selasa (24/9). (tempo.com)
Rabu, 25 September 2019 20:58 WIB
JAKARTA - Aparat kepolisian dituding menggunakan gas air mata kedaluwarsa saat membubarkan aksi demo mahasiswa di depan Gedung DPR, Jakarta, Selasa (24/9/2019).

Dikutip dari tempo.co, tudingan itu dilontarkan Aliansi Masyarakat untuk Keadilan dan Demokrasi (AMUKK). AMUKK menyatakan memiliki bukti tentang hal itu.

''Nanti akan kami tunjukkan ke polisi,'' kata perwakilan AMUKK Irine Wardhanie di kantor Lembaga Bantuan Hukum, Jakarta, Rabu (25/9/2019).

Ads

Irine mengatakan, dalam aksi itu mahasiswa dan aliansi menemukan dua selongsong gas air mata yang memiliki tanda kedaluwarsa tahun 2015 dan 2016. Dia bilang penggunaan gas air mata telah melanggar Standar Operasional Prosedur (SOP).

Selain itu, ia mengatakan penggunaan gas air mata kedaluwarsa juga berbahaya. Sebab, menurut dia, senyawa dalam gas itu akan berubah ketika sudah kedaluwarsa. Hal itu, kata dia, menyebabkan sejumlah demonstran mengalami efek yang tidak biasa, seperti dehidrasi, mati rasa dan pingsan.

''Bahkan ada teman kami yang sampai sekarang itu masih merasakan dampaknya, dia tidak bisa bernafas dengan normal,'' kata dia.

Irine mengatakan bakal melaporkan temuan ini ke bagian pengawasan internal Polri. ''Tentu saja kami akan melaporkan ini bentuk pelanggaran, selain sikap represif dan penggunaan senjata yang tidak sesuai SOP,'' kata dia.

Kepolisian Daerah Metro Jaya membantah tudingan tersebut. Polda Metro menyatakan logistik yang digunakan sudah sesuai SOP.***

Editor:hasan b
Sumber:tempo.co
Kategori:Ragam
wwwwww