Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
TNI Amankan Maling Berpistol Diikat Warga, Ternyata Intel Polda Metro
Peristiwa
14 jam yang lalu
TNI Amankan Maling Berpistol Diikat Warga, Ternyata Intel Polda Metro
2
Pelatih Mantan Juara Dunia IBF Ellyas Pical Meninggal Dunia 
Olahraga
15 jam yang lalu
Pelatih Mantan Juara Dunia IBF Ellyas Pical Meninggal Dunia 
3
Bantah Intel Polda Metro Mencuri, Kapolsek Tanah Abang: Dia Cuma Mau Bertemu Wanita
Peristiwa
12 jam yang lalu
Bantah Intel Polda Metro Mencuri, Kapolsek Tanah Abang: Dia Cuma Mau Bertemu Wanita
4
Bukan Menolak Investasi, Illiza Sa'adudin Djamal Gak Mau Generasi Muda Indonesia Rusak Gara-gara Miras
Politik
13 jam yang lalu
Bukan Menolak Investasi, Illiza Saadudin Djamal Gak Mau Generasi Muda Indonesia Rusak Gara-gara Miras
5
Mahasiswa Di-DO karena Demo? NasDem: Ini Bukan Soal Sepele, Rektornya Tak Layak, Kampusnya Picik
Pendidikan
14 jam yang lalu
Mahasiswa Di-DO karena Demo? NasDem: Ini Bukan Soal Sepele, Rektornya Tak Layak, Kampusnya Picik
6
PDIP Bisa Usung Capres 2024 Tanpa Koalisi, Ganjar atau Puan?
Politik
11 jam yang lalu
PDIP Bisa Usung Capres 2024 Tanpa Koalisi, Ganjar atau Puan?

Harta Bendanya Ludes, Lebih 900 Perantau Minang di Wamena Berharap Dipulangkan

Harta Bendanya Ludes, Lebih 900 Perantau Minang di Wamena Berharap Dipulangkan
Warga menunggu pesawat Hercules milik TNI AU di Pangkalan TNI AU Manuhua Wamena, Jayawijaya, Papua, Rabu (25/9/2019). (republika.co.id)
Kamis, 26 September 2019 13:49 WIB
PADANG - Kerusuhan yang pecah di di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin (23/9), menyebabkan sembilan perantau asal Pesisir Selatan, Sumatera Barat, kehilangan nyawa dan beberapa orang terluka.

Dikutip dari republika.co.id, saat ini masih ada 327 kepala keluarga (KK) atau lebih 900 jiwa perantau Minang berada di Wamena. Namun mereka tak lagi memiliki usaha dan harta benda. Sebab, semuanya ludes karena dibakar dan dirusak massa saat kerusuhan. Karena itu, mereka berharap dibantu dipulangkan ke kampung halamannya.

''Sebanyak 327 KK ini terdiri dari sekitar 900-an orang. Semua sekarang menyelamatkan diri ke tenda pengungsian dan berharap untuk bisa pulang ke kampung halaman,'' kata Ketua Ikatan Keluarga Minang (IKM) Papua, Zulhendri Sikumbang dihubungi dari Padang, Kamis.

Ads

Zulhendri mengatakan, usai peristiwa kerusuhan, para perantau sudah tidak punya tempat untuk ditinggali, padahal mereka memiliki istri dan anak yang masih kecil-kecil. Ia mengungkapkan bahwa selain pendidikan anak yang terlantar, hidup di tenda pengungsian sangat berat bagi bayi dan balita.

Menurut Zulhendri, para perantau Minang sangat berharap bisa pulang ke kampung halaman. Ia menyatakan, pihaknya sudah mencoba berkoordinasi dengan Pemprov Sumbar, namun karena jumlah perantau yang sangat banyak dan tentunya butuh dana sangat besar untuk memfasilitasi mereka kembali ke Sumbar.

Zulhendri pun berharap warga Minang di kampung halaman bisa ikut membantu agar seluruh perantau di Wamena bisa diungsikan ke kampung halaman. Kerisauan perantau Minang terjadi menyusul pecahnya kerusuhan di Wamena, Jayapura. Sebanyak 10 korban di antaranya berasal dari Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar.

Jenazah para korban kerusuhan itu akan dipulangkan ke kampung halaman dengan bantuan Pemkab Jayapura, Pemprov Sumbar, dan Pemkab Pesisir Selatan. Diperkirakan jenazah akan sampai di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Kamis.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww