Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Penusuk Ustaz di Aceh Saat Ceramah Maulid Nabi Ternyata Mantan Polisi, Ini Tampangnya
Hukum
24 jam yang lalu
Penusuk Ustaz di Aceh Saat Ceramah Maulid Nabi Ternyata Mantan Polisi, Ini Tampangnya
2
China sebut Posisinya di Laut China Selatan Imbangi Hegemoni AS
Politik
24 jam yang lalu
China sebut Posisinya di Laut China Selatan Imbangi Hegemoni AS
3
Hari Kedua Cuti Bersama, Pengunjung TMII Tembus 11.000 Orang
Umum
23 jam yang lalu
Hari Kedua Cuti Bersama, Pengunjung TMII Tembus 11.000 Orang
4
Cegah Penularan Covid-19 di 'Rest Area', Warga Diimbau Pulang sebelum 1 November
Kesehatan
21 jam yang lalu
Cegah Penularan Covid-19 di Rest Area, Warga Diimbau Pulang sebelum 1 November
5
Keluarkan Telegram Khusus, Panglima TNI Tegaskan Tak Terima Anggotanya Terlibat Hubungan Sesama Jenis
Peristiwa
20 jam yang lalu
Keluarkan Telegram Khusus, Panglima TNI Tegaskan Tak Terima Anggotanya Terlibat Hubungan Sesama Jenis
6
Penusukan di Gereja Perancis Picu Kemarahan Muslim
Internasional
21 jam yang lalu
Penusukan di Gereja Perancis Picu Kemarahan Muslim

Ditangkap Tengah Malam, Aktivis Dandhy Laksono Dibebaskan dengan Status Tersangka

Ditangkap Tengah Malam, Aktivis Dandhy Laksono Dibebaskan dengan Status Tersangka
Dandhy Dwi Laksono. (int)
Jum'at, 27 September 2019 08:56 WIB
JAKARTA - Aktivis Dandhy Dwi Laksono ditangkap polisi di rumahnya di Bekasi, Kamis (26/9) malam, sekitar pukul 23.00 WIB.

Dikutip dari merdeka.com, setelah diperiksa sekitar 5 jam di Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Dadhy dibebaskan, namun sudah ditetapkan sebagai tersangka ujaran kebencian.

Dandhy keluar dari ruang pemeriksaan sekitar pukul 03.54 WIB, Jumat (27/9).

''Saya ditanyai terkait posting di Twitter, motivasi, maksud, siapa yang menyuruh, ya standard proses verbal saya pikir,'' kata Dandhy.

Saat dijemput polisi, Dandhy mengaku terkejut. Menurut dia, penangkapan seseorang biasanya, pihak terlapor atau yang disangka dipanggil terlebih dahulu untuk diperiksa.

''Jadi saya pikir saya kooperatif, saya ikutin, dari sini saya justru penasaran ingin tahu terkait apa yang disangkakan kepada saya. Saya ingin benar-benar tahu substansi masalahnya seperti apa,'' kata Dandhy.

Sementara Kuasa hukum Dandhy, Alghiffari Aqsa menjelaskan, cuitan Twitter yang disangkakan oleh kepolisian adalah yang diunggah pada 23 September 2019. Tulisan tersebut berisi mengenai kondisi soal kerusuhan yang terjadi di Wamena dan Jayapura Papua.

Alghiffari menjelaskan, kliennya dikenakan pasal ujaran kebencian terhadap individu atau suatu kelompok sesuai pasal 28 ayat 2 juncto pasal 45 A ayat 2 UU ITE.

Selama pemeriksaan, Dandhy, kata Alghiffari, dicecar sekitar 14 pertanyaan dengan 45 turunan pertanyaan. Usai diperiksa, status Dandhy resmi menjadi tersangka ujaran kebencian.

''Status tersangka, hari ini beliau dipulangkan tidak ditahan dan beliau menunggu proses selanjutnya. Namun meski jadi tersangka beliau tidak ditahan,'' kata Alghiffari.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam
wwwwww