Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
PMI Bebas dari Hukuman Mati, Gus Jazil: Diyat Rp15,2 Miliar Dibayar Laziz NU
Politik
24 jam yang lalu
PMI Bebas dari Hukuman Mati, Gus Jazil: Diyat Rp15,2 Miliar Dibayar Laziz NU
2
Kata Hetifah tentang PJJ 'Hybrid'
DPR RI
19 jam yang lalu
Kata Hetifah tentang PJJ Hybrid
3
Lukman Edy: Erick Thohir Membangun Sinergi BUMN dengan TNI-Polri
Ekonomi
23 jam yang lalu
Lukman Edy: Erick Thohir Membangun Sinergi BUMN dengan TNI-Polri
4
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
Politik
10 jam yang lalu
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
5
Ety Toyib Lolos dari Hukuman Mati, Kepala BP2MI: Ini Berkat Kerja Kolaboratif Pemerintah dan Ormas Islam
Ekonomi
23 jam yang lalu
Ety Toyib Lolos dari Hukuman Mati, Kepala BP2MI: Ini Berkat Kerja Kolaboratif Pemerintah dan Ormas Islam
6
Bamsoet: Masuki Pola Hidup Baru, Digitalisasi Pemilu Perlu Dikembangkan
Politik
24 jam yang lalu
Bamsoet: Masuki Pola Hidup Baru, Digitalisasi Pemilu Perlu Dikembangkan

Selain Dandhy, Polisi Juga Tangkap Ananda Badudu, Dituduh Galang Logistik Demonstran

Selain Dandhy, Polisi Juga Tangkap Ananda Badudu, Dituduh Galang Logistik Demonstran
Ananda Badudu. (liputan6.com)
Jum'at, 27 September 2019 09:59 WIB
JAKARTA - Setelah menangkap aktivis Dandhy Dwi Laksono pada Kamis (26/9) tegah malam, sekitar pukul 23.00 WIB, polisi menangkap Ananda Badudu pada Jumat (27/9) subuh.

Dikutip dari liputan6.com, penangkapannya oleh polisi, sempat dicuitkan mantan personel Banda Neira itu dalam akun Twitter miliknya. ''Saya dijemput polda karena mentransfer sejumlah dana pada mahasiswa,'' tulis Ananda Badudu.

Ananda Badudu memang terlibat aktif dalam aksi demonstrasi yang terjadi belakangan ini, termasuk melakukan penggalangan dana untuk keperluan logistik. 

Penangkapan ini dibenarkan pula oleh perwakilan LBH Pers Gading Yonggar Ditya yang mendampingi mantan jurnalis Tempo tersebut. ''Iya benar ditangkapnya subuh tadi. Tadi ketika dibawa, dia sama temannya,'' tutur Gading. 

Bukan hanya LBH Pers yang melakukan pendampingan terhadap Ananda Badudu. ''Jadi kita sementara stand by di Polda sama LBH Jakarta, KontraS, Amnesty International, LBH Pers dan teman-teman lainnya,'' tutur Gading. 

Gading dkk belum bisa menemui Ananda Badudu, yang diketahui belum menjalani pemeriksaan oleh polisi. ''Kita koordinasi dulu untuk melakukan pendampingan,'' kata dia.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww