Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Misterius, Mushola Darussalam Pasar Kemis Dicoret-Coret OTK dengan Tulisan 'Saya Kafir' dan Anti Islam
Peristiwa
16 jam yang lalu
Misterius, Mushola Darussalam Pasar Kemis Dicoret-Coret OTK dengan Tulisan Saya Kafir dan Anti Islam
2
10 Santri Ponpes Selamat dan 15 Petugas UPPKB Subah Positif Covid-19
Kesehatan
17 jam yang lalu
10 Santri Ponpes Selamat dan 15 Petugas UPPKB Subah Positif Covid-19
3
DPR Sampaikan Duka Cita Longsor Tarakan
DPR RI
21 jam yang lalu
DPR Sampaikan Duka Cita Longsor Tarakan
4
Parlemen minta Pemerintah Turunkan Harga Tes Swab
DPR RI
20 jam yang lalu
Parlemen minta Pemerintah Turunkan Harga Tes Swab
5
Ketua DPR: Kita Bisa Atasi Semua Tantangan dengan SDM Berkarakter dan Tangguh
DPR RI
20 jam yang lalu
Ketua DPR: Kita Bisa Atasi Semua Tantangan dengan SDM Berkarakter dan Tangguh
6
DPR Sahkan UU Bea Materai yang Baru, Ini Isinya...
DPR RI
20 jam yang lalu
DPR Sahkan UU Bea Materai yang Baru, Ini Isinya...

Polisi Telanjangi Pendemo dan Pukuli Hingga Berdarah-darah

Polisi Telanjangi Pendemo dan Pukuli Hingga Berdarah-darah
Polisi memaksa remaja pendemo membuka baju dan celana. (tempo.co)
Senin, 30 September 2019 23:58 WIB
JAKARTA - Polisi menangkap dua remaja di jalan layang Slipi pada Senin malam (30/9/2019. Kedua remaja itu ditangkap karena diduga mengikuti demonstrasi di gedung DPR. Dari pantauan

Dikutip dari tempo.co, polisi diduga memaksa kedua remaja itu membuka baju hingga celana dan juga menganiayanya. ''Buka celananya,'' kata seorang polisi sembari membentak.

Seorang anak tampak menangis. Tempo berupaya merekam kejadian tersebut. Akan tetapi, aparat melarang pengambilan gambar. ''Kamera kamera, woi kamera. Kalau kami lagi makan baru direkam,'' ucap polisi itu.

Tak lama kemudian, polisi berjalan maju hingga persimpangan Slipi. Di sana polisi tampak bergerombol. Aparat menangkap sejumlah orang. Tempo melihat dua orang digiring ke dalam mobil barakuda polisi. Satu orang berlumuran darah di wajahnya.

Seorang saksi menyebut polisi memukuli massa. Dia melihat serombongan polisi mengerumuni sekelompok massa.

''Polisi pukul pakai tongkat, lebih banyak polisi dibandingkan masa aksi. Terus mereka ditarik dan dibawa ke mobil polisi, terus ditelanjangi,'' ujar saksi yang tak mau disebut namanya.

Kembali Ricuh

Aksi demonstrasi di DPR Senin (30/9), kembali berlangsung ricuh. Kerusuhan dimulai sekitar pukul 16.28 WIB di pertigaan ke Stasiun Palmerah dan kawasan jalan layang Slipi.

Makin malam kericuhan memanas. Polisi memukul mundur masa demonstrasi ke arah Pejompongan, Stasiun Palmerah, dan jembatan layang Slipi. Selain itu ada juga massa yang berlari ke Universitas Atma Jaya di kawasan simpang susun Semanggi. Massa melempar batu dan petasan. Polisi membalas dengan gas air mata. ***

Editor:hasan b
Sumber:tempo.co
Kategori:Ragam
wwwwww