Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
21 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
21 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
21 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
21 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
21 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
7 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini

Polisi Telanjangi Pendemo dan Pukuli Hingga Berdarah-darah

Polisi Telanjangi Pendemo dan Pukuli Hingga Berdarah-darah
Polisi memaksa remaja pendemo membuka baju dan celana. (tempo.co)
Senin, 30 September 2019 23:58 WIB
JAKARTA - Polisi menangkap dua remaja di jalan layang Slipi pada Senin malam (30/9/2019. Kedua remaja itu ditangkap karena diduga mengikuti demonstrasi di gedung DPR. Dari pantauan

Dikutip dari tempo.co, polisi diduga memaksa kedua remaja itu membuka baju hingga celana dan juga menganiayanya. ''Buka celananya,'' kata seorang polisi sembari membentak.

Seorang anak tampak menangis. Tempo berupaya merekam kejadian tersebut. Akan tetapi, aparat melarang pengambilan gambar. ''Kamera kamera, woi kamera. Kalau kami lagi makan baru direkam,'' ucap polisi itu.

Tak lama kemudian, polisi berjalan maju hingga persimpangan Slipi. Di sana polisi tampak bergerombol. Aparat menangkap sejumlah orang. Tempo melihat dua orang digiring ke dalam mobil barakuda polisi. Satu orang berlumuran darah di wajahnya.

Seorang saksi menyebut polisi memukuli massa. Dia melihat serombongan polisi mengerumuni sekelompok massa.

''Polisi pukul pakai tongkat, lebih banyak polisi dibandingkan masa aksi. Terus mereka ditarik dan dibawa ke mobil polisi, terus ditelanjangi,'' ujar saksi yang tak mau disebut namanya.

Kembali Ricuh

Aksi demonstrasi di DPR Senin (30/9), kembali berlangsung ricuh. Kerusuhan dimulai sekitar pukul 16.28 WIB di pertigaan ke Stasiun Palmerah dan kawasan jalan layang Slipi.

Makin malam kericuhan memanas. Polisi memukul mundur masa demonstrasi ke arah Pejompongan, Stasiun Palmerah, dan jembatan layang Slipi. Selain itu ada juga massa yang berlari ke Universitas Atma Jaya di kawasan simpang susun Semanggi. Massa melempar batu dan petasan. Polisi membalas dengan gas air mata. ***

Editor:hasan b
Sumber:tempo.co
Kategori:Ragam
wwwwww