Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Massa Demo Tolak RUU HIP Menyemut
Peristiwa
13 jam yang lalu
Massa Demo Tolak RUU HIP Menyemut
2
'Papuan Lives Matter' jadi Potret Rasisme di Indonesia, Negara Diminta Hadir
Umum
14 jam yang lalu
Papuan Lives Matter jadi Potret Rasisme di Indonesia, Negara Diminta Hadir
3
Formappi Sebut Baleg seperti Hanggar Anggaran
DPR RI
14 jam yang lalu
Formappi Sebut Baleg seperti Hanggar Anggaran
4
Ini Empat PR 20 Komisioner BPKN yang Baru dalam Tiga Tahun Mendatang
Pemerintahan
4 jam yang lalu
Ini Empat PR 20 Komisioner BPKN yang Baru dalam Tiga Tahun Mendatang
5
Massa FPI minta Paripurna Mencabut RUU HIP
Peristiwa
12 jam yang lalu
Massa FPI minta Paripurna Mencabut RUU HIP
6
DPD RI Dorong Kemandirian Fiskal Daerah melalui Sejumlah RUU
DPD RI
10 jam yang lalu
DPD RI Dorong Kemandirian Fiskal Daerah melalui Sejumlah RUU

40 Rumah Terbakar di Medan, Ratusan Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal

40 Rumah Terbakar di Medan, Ratusan Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal
Kobaran api membubung tinggi di pemukiman padat penduduk di Jalan S Parman, Gang Pasir, Medan, Rabu (2/10/2019). (beritasatu.com)
Rabu, 02 Oktober 2019 16:09 WIB
MEDAN - Kebakaran hebat terjadi di kawasan pemukiman padat penduduk di Jalan S Parman Gang Pasir, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Rabu (2/10/2019).

Sedikitnya 40 rumah hangus akibat kebakaran tersebut sehingga menyebabkan ratusan jiwa kehilangan tempat tinggal.

Dikutip dari beritasatu.com, tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.

''Penyebab kebakaran di permukiman padat penduduk ini masih dalam penyelidikan tim forensik. Ada sejumlah warga yang dimintai keterangan sebagai saksi,'' ujar Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Tobing.

Tiga di antara saksi yang dimintai keterangan itu adalah Misli Lubis (56), Eva (38) dan Haswin (57). Rumah ketiga orang saksi itu juga turut hangus terbakar. Polisi menyebutkan, ada 40 rumah yang terbakar.

Titin (36), salah seorang warga di Jalan S Parman Gang Pasir menyampaikan, api pertama muncul dari bagian atap rumah salah seorang warga di sana. Diduga, ada korsleting atau arus pendek listrik.

''Kobaran api kemudian membesar menjilati bangunan rumah lainnya. Api semakin membubung tinggi karena sebagian rumah warga adalah bangunan semi permanen,'' kata Titin di lokasi kejadian.

Warga lainnya, Iyan (38) menyampaikan, peristiwa kebakaran itu membuat warga di sana terpaksa mengungsi. Sebagian korban menumpang tempat tinggal di rumah warga yang tidak terimbas kebakaran.

''Sebagian warga lainnya terpaksa menumpang sementara di posko pengungsian yang baru dibangun. Ada juga warga yang dibawa keluarganya meninggalkan lokasi kebakaran,'' sebutnya.  ***

Editor:hasan b
Sumber:beritasatu.com
Kategori:Ragam

wwwwww