Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hasil Survei SMRC: PKS dan Suku Minang Dominasi Kesadaran akan Isu Kebangkitan PKI
Nasional
11 jam yang lalu
Hasil Survei SMRC: PKS dan Suku Minang Dominasi Kesadaran akan Isu Kebangkitan PKI
2
Bus Pariwisata Tabrak 6 Kendaraan, 4 Orang Tewas dan 20 Terluka
Peristiwa
19 jam yang lalu
Bus Pariwisata Tabrak 6 Kendaraan, 4 Orang Tewas dan 20 Terluka
3
Jadwal Ditunda, Persib Bandung Tetap Lakukan Persiapan
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jadwal Ditunda, Persib Bandung Tetap Lakukan Persiapan
4
Persebaya Surabaya Utamakan Keselamatan Pemain
Sepakbola
22 jam yang lalu
Persebaya Surabaya Utamakan Keselamatan Pemain
5
Soal Penundaan Jadwal, Carlos: Kurang Menggembirakan
Sepakbola
23 jam yang lalu
Soal Penundaan Jadwal, Carlos: Kurang Menggembirakan
6
Ini Tantangan Bergulirnya Turnamen Bulutangkis di Masa Pandemi
Olahraga
20 jam yang lalu
Ini Tantangan Bergulirnya Turnamen Bulutangkis di Masa Pandemi

Ditangkap Polisi Saat Jalankan Tugas Kemanusiaan, Petugas Medis Ambulans Pemprov DKI Masih Trauma

Ditangkap Polisi Saat Jalankan Tugas Kemanusiaan, Petugas Medis Ambulans Pemprov DKI Masih Trauma
Sejumlah ambulans milik Pemprov DKI dan PMI diamankan di Mapolda Metro Jaya. (poskotanews.com)
Rabu, 02 Oktober 2019 14:31 WIB
JAKARTA - Sejumlah ambulans milik Pemprov DKI Jakarta yang menjalankan tugas kemanusiaan saat aksi demonstrasi di Jakarta beberapa hari lalu diamankan aparat kepolisian. Petugas medis yang ada dalam ambulans tersebut ikut ditangkap polisi.

Dikutip dari poskotanews.com, petugas medis ambulans yang sempat diamankan di Mapolda Metro Jaya itu sudah dipulangkan dan kembali bekerja. Meski mengalami luka ringan dan masih trauma, namun sudah bisa beraktifitas setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

''Petugas kita sekarang sudah kembali bekerja setelah mendapat pemeriksaan di RS Tarakan. Kemarin kami cek di Tarakan adalah tim dari Puskesmas Pademangan yang sempat ditahan semalam,'' kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, kepada wartawan, Rabu (2/10/2019).

Dari beberapa kendaraan ambulans beserta tenaga medis yang diamankan Polda Metro Jaya saat aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu karena dituduh memasok batu dan bensin, ternyata hanya satu mobil ambulans milik Pemprov DKI, sedangkan sisanya milik PMI.

Setelah melalui proses pemeriksaan intensif oleh penyidik, seluruh petugas medis dan mobil ambulans tidak terbukti seperti yang dituduhkan. Polisi berdalih saat itu banyak massa perusuh bersembunyi di balik mobil ambulans.

''Tiga orang (petugas medis) dari Pademangan. Ya ada luka ringan, trauma ringan,'' ucap Widyastuti.

Kendati demikian, lanjut dia, pihaknya belum mendapatkan keterangan lengkap dari para tenaga medis terkait apa yang menimpa dan kronologis peristiwa saat mereka di lapangan. Pasalnya, mereka masih menjalani tahap pemulihan.

''Belum sampai ke situ. Karena mereka belum bisa cerita dengan maksimal. Saya masih menghargai mereka. Mereka butuh istirahat,'' tandas Widyastuti. ***

Editor:hasan b
Sumber:poskotanews.com
Kategori:Ragam
wwwwww