Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Madam Bansos, Anak Pak Lurah, dan 'Monyet Koruptor'
Peristiwa
23 jam yang lalu
Madam Bansos, Anak Pak Lurah, dan Monyet Koruptor
2
Berulang Langgar Prokes, Odin Cafe Terancam Ditutup
Hukum
24 jam yang lalu
Berulang Langgar Prokes, Odin Cafe Terancam Ditutup
3
Jadi Ketua MES, Ini Harapan Sekaligus Pesan DPR ke Erick Tohir
Ekonomi
22 jam yang lalu
Jadi Ketua MES, Ini Harapan Sekaligus Pesan DPR ke Erick Tohir
4
Inalillahi... Direktur Utama Batik Air Achmad Luthfie Meninggal Dunia
Peristiwa
23 jam yang lalu
Inalillahi... Direktur Utama Batik Air Achmad Luthfie Meninggal Dunia
5
WHO Tetapkan Kota Madinah Sebagai Kota Tersehat di Dunia
Peristiwa
23 jam yang lalu
WHO Tetapkan Kota Madinah Sebagai Kota Tersehat di Dunia
6
Butuh 'Nyali Egois Sosial' untuk Melawan Corona
Kesehatan
23 jam yang lalu
Butuh Nyali Egois Sosial untuk Melawan Corona

Ditangkap Polisi Saat Jalankan Tugas Kemanusiaan, Petugas Medis Ambulans Pemprov DKI Masih Trauma

Ditangkap Polisi Saat Jalankan Tugas Kemanusiaan, Petugas Medis Ambulans Pemprov DKI Masih Trauma
Sejumlah ambulans milik Pemprov DKI dan PMI diamankan di Mapolda Metro Jaya. (poskotanews.com)
Rabu, 02 Oktober 2019 14:31 WIB
JAKARTA - Sejumlah ambulans milik Pemprov DKI Jakarta yang menjalankan tugas kemanusiaan saat aksi demonstrasi di Jakarta beberapa hari lalu diamankan aparat kepolisian. Petugas medis yang ada dalam ambulans tersebut ikut ditangkap polisi.

Dikutip dari poskotanews.com, petugas medis ambulans yang sempat diamankan di Mapolda Metro Jaya itu sudah dipulangkan dan kembali bekerja. Meski mengalami luka ringan dan masih trauma, namun sudah bisa beraktifitas setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit.

''Petugas kita sekarang sudah kembali bekerja setelah mendapat pemeriksaan di RS Tarakan. Kemarin kami cek di Tarakan adalah tim dari Puskesmas Pademangan yang sempat ditahan semalam,'' kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Widyastuti, kepada wartawan, Rabu (2/10/2019).

Dari beberapa kendaraan ambulans beserta tenaga medis yang diamankan Polda Metro Jaya saat aksi unjuk rasa beberapa waktu lalu karena dituduh memasok batu dan bensin, ternyata hanya satu mobil ambulans milik Pemprov DKI, sedangkan sisanya milik PMI.

Setelah melalui proses pemeriksaan intensif oleh penyidik, seluruh petugas medis dan mobil ambulans tidak terbukti seperti yang dituduhkan. Polisi berdalih saat itu banyak massa perusuh bersembunyi di balik mobil ambulans.

''Tiga orang (petugas medis) dari Pademangan. Ya ada luka ringan, trauma ringan,'' ucap Widyastuti.

Kendati demikian, lanjut dia, pihaknya belum mendapatkan keterangan lengkap dari para tenaga medis terkait apa yang menimpa dan kronologis peristiwa saat mereka di lapangan. Pasalnya, mereka masih menjalani tahap pemulihan.

''Belum sampai ke situ. Karena mereka belum bisa cerita dengan maksimal. Saya masih menghargai mereka. Mereka butuh istirahat,'' tandas Widyastuti. ***

Editor:hasan b
Sumber:poskotanews.com
Kategori:Ragam
wwwwww