Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
21 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
2
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
21 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
20 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
20 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
20 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
6
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini

Polri Bantah 'Grup STM' Berisi Sumpah Serapah Buatan Polisi, Ini Faktanya Hasil Cek di Aplikasi True Caller dan GetContact

Polri Bantah Grup STM Berisi Sumpah Serapah Buatan Polisi, Ini Faktanya Hasil Cek di Aplikasi True Caller dan GetContact
Nama-nama pemilik nomor hp yang melakukan percakapan di 'grup STM', yang berhasil dilacak menggunakan aplikasi True Caller dan GetContact. (vivanews.com)
Rabu, 02 Oktober 2019 20:27 WIB
JAKARTA - Aksi demonstrasi yang massanya mayoritas pelajar, di sekitar gedung MPR/DPR, Senayan Jakarta, Senin (30/9/2019), berujung rusuh.pada pukul 18.00 WIB hingga Selasa dinihari.

Pada malamnya di banyak grup WhatsApp (WA) beredar potongan gambar yang merekam pembicaraan diduga demonstran pelajar. Isinya sumpah serapah dan makian karena korlap menghilang, tak bisa dihubungi, sementara mereka kehausan dan tak memegang uang. Padahal mereka sudah dijanjikan akan menerima upah. 

Dikutip dari vivanews.com, isi WA yang beredar itu seakan-akan merupakan pembicaraan anak-anak sekolah yang dikoordinir dan diajak ikut berunjuk rasa dengan janji akan mendapat upah atau bayaran. Ada dua percakapan yang tersebar, dengan pembicaraan yang nyaris sama.

Verifikasi Fakta

Meski percakapan tersebut terlihat seperti percakapan khusus yang dilakukan oleh anak-anak sekolah menengah, namun ternyata nomor-nomor yang muncul dan terlihat jelas dalam grup WhatsApp tersebut bisa dicek menggunakan aplikasi True Caller dan GetContact. Melalui kedua aplikasi tersebut, nomor-nomor yang muncul bisa dicari, nomor tersebut akan disimpan dengan nama siapa di dalam data kontak. 

Ketika beberapa nomor ditelusuri menggunakan aplikasi True Caller dan GetContact, maka nama-nama yang ada dalam grup tersebut ternyata muncul dengan nama-nama pangkat mereka di kepolisian. Satu nomor telepon yang diinput, bisa muncul antara 8 hingga 10 nama yang menyertakan embel-embel jabatan mereka atau kantor di kepolisian.

Aplikasi True Caller atau GetContact membuat nomor-nomor yang tak dikenal bisa teridentifikasi dengan gamblang. Meski belakangan polisi membantahnya, namun aplikasi tersebut bisa digunakan untuk mengecek nomor pribadi dan melihat bagaimana nama Anda tertulis dalam data kontak seseorang.***

Editor:hasan b
Sumber:vivanews.com
Kategori:Ragam
wwwwww