Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Hasil Survei SMRC: PKS dan Suku Minang Dominasi Kesadaran akan Isu Kebangkitan PKI
Nasional
22 jam yang lalu
Hasil Survei SMRC: PKS dan Suku Minang Dominasi Kesadaran akan Isu Kebangkitan PKI
2
KAMI Bakal Gelar Deklarasi di Riau 16 Oktober 2020
Politik
11 jam yang lalu
KAMI Bakal Gelar Deklarasi di Riau 16 Oktober 2020
3
Moeldoko Peringatkan Gatot Nurmantyo: Jangan Coba-coba Ganggu Stabilitas Politik
Politik
14 jam yang lalu
Moeldoko Peringatkan Gatot Nurmantyo: Jangan Coba-coba Ganggu Stabilitas Politik
4
Gedung DPR RI Resmi Diasuransikan
DPR RI
16 jam yang lalu
Gedung DPR RI Resmi Diasuransikan
5
Moeldoko Minta Gatot Setop Tebar Narasi Kebangkitan PKI
Peristiwa
14 jam yang lalu
Moeldoko Minta Gatot Setop Tebar Narasi Kebangkitan PKI
6
Sunat Masa Hukuman Anas Urbaningrum 6 Tahun, Ini 9 Alasan MA
Nasional
21 jam yang lalu
Sunat Masa Hukuman Anas Urbaningrum 6 Tahun, Ini 9 Alasan MA

Polri Bantah 'Grup STM' Berisi Sumpah Serapah Buatan Polisi, Ini Faktanya Hasil Cek di Aplikasi True Caller dan GetContact

Polri Bantah Grup STM Berisi Sumpah Serapah Buatan Polisi, Ini Faktanya Hasil Cek di Aplikasi True Caller dan GetContact
Nama-nama pemilik nomor hp yang melakukan percakapan di 'grup STM', yang berhasil dilacak menggunakan aplikasi True Caller dan GetContact. (vivanews.com)
Rabu, 02 Oktober 2019 20:27 WIB
JAKARTA - Aksi demonstrasi yang massanya mayoritas pelajar, di sekitar gedung MPR/DPR, Senayan Jakarta, Senin (30/9/2019), berujung rusuh.pada pukul 18.00 WIB hingga Selasa dinihari.

Pada malamnya di banyak grup WhatsApp (WA) beredar potongan gambar yang merekam pembicaraan diduga demonstran pelajar. Isinya sumpah serapah dan makian karena korlap menghilang, tak bisa dihubungi, sementara mereka kehausan dan tak memegang uang. Padahal mereka sudah dijanjikan akan menerima upah. 

Dikutip dari vivanews.com, isi WA yang beredar itu seakan-akan merupakan pembicaraan anak-anak sekolah yang dikoordinir dan diajak ikut berunjuk rasa dengan janji akan mendapat upah atau bayaran. Ada dua percakapan yang tersebar, dengan pembicaraan yang nyaris sama.

Verifikasi Fakta

Meski percakapan tersebut terlihat seperti percakapan khusus yang dilakukan oleh anak-anak sekolah menengah, namun ternyata nomor-nomor yang muncul dan terlihat jelas dalam grup WhatsApp tersebut bisa dicek menggunakan aplikasi True Caller dan GetContact. Melalui kedua aplikasi tersebut, nomor-nomor yang muncul bisa dicari, nomor tersebut akan disimpan dengan nama siapa di dalam data kontak. 

Ketika beberapa nomor ditelusuri menggunakan aplikasi True Caller dan GetContact, maka nama-nama yang ada dalam grup tersebut ternyata muncul dengan nama-nama pangkat mereka di kepolisian. Satu nomor telepon yang diinput, bisa muncul antara 8 hingga 10 nama yang menyertakan embel-embel jabatan mereka atau kantor di kepolisian.

Aplikasi True Caller atau GetContact membuat nomor-nomor yang tak dikenal bisa teridentifikasi dengan gamblang. Meski belakangan polisi membantahnya, namun aplikasi tersebut bisa digunakan untuk mengecek nomor pribadi dan melihat bagaimana nama Anda tertulis dalam data kontak seseorang.***

Editor:hasan b
Sumber:vivanews.com
Kategori:Ragam
wwwwww