Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Banyak Masyarakat Terjebak Pinjaman Online, Ini Catatan DPR Untuk APFI dan OJK
Politik
14 jam yang lalu
Banyak Masyarakat Terjebak Pinjaman Online, Ini Catatan DPR Untuk APFI dan OJK
2
Jumlah Pasien Covid Tak Imbang dengan Jumlah Nakes, Negara Wajib Hadir
Politik
14 jam yang lalu
Jumlah Pasien Covid Tak Imbang dengan Jumlah Nakes, Negara Wajib Hadir
3
Pemerintah Didesak Tetapkan OPM sebagai Organisasi Teroris
Peristiwa
13 jam yang lalu
Pemerintah Didesak Tetapkan OPM sebagai Organisasi Teroris
4
Pemerintah Diminta Tegas dan Tak Tebang Pilih Tegakkan Protokol Kesehatan
Kesehatan
12 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Tegas dan Tak Tebang Pilih Tegakkan Protokol Kesehatan
5
Selalu Gratiskan Biaya Berobat Santri, Dr Andriani Wafat saat Gempa Guncang Mamuju
Peristiwa
12 jam yang lalu
Selalu Gratiskan Biaya Berobat Santri, Dr Andriani Wafat saat Gempa Guncang Mamuju
6
Sinergikan SDGs, Gus Menteri Minta Desa Lakukan Pendataan secara Mikro
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Sinergikan SDGs, Gus Menteri Minta Desa Lakukan Pendataan secara Mikro

Kata Wapres JK, Wiranto Menteri Pertama di Indonesia yang Kena Tikam

Kata Wapres JK, Wiranto Menteri Pertama di Indonesia yang Kena Tikam
Beberapa orang menolong Wirantoi sesaat setelah ditusuk. (ist)
Kamis, 10 Oktober 2019 19:30 WIB
JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) tak pernah menyangka Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum, dan Keamanan Wiranto bakal mendapatkan serangan menggunakan senjata tajam.

Dikatakan JK, Wiranto merupakan menteri pertama di Indonesia yang terluka kena tikam.

Dijelaskan JK, sesungguhnya sudah ada standar operasi prosedur pengamanan terhadap para pejabat, termasuk setingkat menteri. ''Ada SOP untuk dapat pengawalan dari polisi,'' ujar JK usai menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (10/10), seperti dikutip dari republika.co.id.

JK meminta masyarakat dan pejabat harus tetap berhati-hati karena penyerangan menunjukkan sel-sel kelompok radikal masih tetap hidup. ''Yang jelas, bahwa di Indonesia kelompok radikal ini masih ada, itu berkeliaran,'' ujar JK.

JK pun mengingatkan masyarakat untuk tetap berhati-hati terhadap perilaku-perilaku kelompok radikal. Ia juga meminta masyarakat tak segan melaporkan kepada aparat jika ada hal-hal mencurigakan di sekitarnya.

''Itu pertama kita harus lebih hati-hati dan juga kepada masyarakat segera melaporkan jika ada masalah-masalah,'' ujar JK.

Usai menjenguk, JK menyebut kondisi kesehatan Wiranto dalam keadaan baik. JK menyebut Mantan Panglima ABRI tersebut saat ini sedang ditangani oleh tim dokter RSPAD Gatot Soebroto pasca ditikam dua orang yang diduga terpapar paham radikal.

''Kondisinya baik, insyallah dokter sini sangat berpengalaman. Sedang dioperasi insyallah untuk  penyembuhan prosesnya,'' ujar JK usai menjenguk Wiranto di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Kamis (10/10).

JK juga meminta masyarakat mendoakan kondisi kesehatan Wiranto. JK mengaku belum dapat berkomunikasi dengan Wiranto yang tengah menjalani operasi.

''Ini kan masih di kamar operasi tentu tidak bisa kita masuk, (minta) masyarakat mendoakan saja,'' ujar JK di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto diserang dua orang yang diduga terpapar paham radikal saat melakukan kunjungan ke Pandeglang, Banten. Saat ini, Wiranto tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD), Jakarta Pusat.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww