Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Diprotes Banyak Pihak, Bareskrim Polri Akan Cabut Status Tersangka 6 Laskar FPI yang Meninggal Dunia
Hukum
22 jam yang lalu
Diprotes Banyak Pihak, Bareskrim Polri Akan Cabut Status Tersangka 6 Laskar FPI yang Meninggal Dunia
2
Bantah Iming-imingi Uang Rp 100 Juta untuk Kudeta, Jhoni Allen Akui KLB Butuh Biaya
Peristiwa
22 jam yang lalu
Bantah Iming-imingi Uang Rp 100 Juta untuk Kudeta, Jhoni Allen Akui KLB Butuh Biaya
3
Usai Rendang Mendunia, Kini Rawon Sabet Posisi Pertama Sup Terenak se-Asia
Pemerintahan
21 jam yang lalu
Usai Rendang Mendunia, Kini Rawon Sabet Posisi Pertama Sup Terenak se-Asia
4
Tak Tergoda Tawaran, Renan da Silva Tetap Bersama Bhayangkara FC
Sepakbola
19 jam yang lalu
Tak Tergoda Tawaran, Renan da Silva Tetap Bersama Bhayangkara FC
5
Status Tersangka 6 Anggota Laskar FPI Sudah Dicabut, Ini Penjelasan Polri
Hukum
21 jam yang lalu
Status Tersangka 6 Anggota Laskar FPI Sudah Dicabut, Ini Penjelasan Polri
6
Peneliti IGJ Sebut Gaung Benci Produk Luar Negeri Kontradiktif dengan Kebijakan Pemerintah
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Peneliti IGJ Sebut Gaung Benci Produk Luar Negeri Kontradiktif dengan Kebijakan Pemerintah

Politisi PDIP Arteria Dahlan Bentak Prof Emil Salim, KPK Sebut Bukan Hanya Tak Beretika Tapi Juga Bohong

Politisi PDIP Arteria Dahlan Bentak Prof Emil Salim, KPK Sebut Bukan Hanya Tak Beretika Tapi Juga Bohong
Arteria Dahlan, politisi PDIP yang membentak Prof Emil Salim. (inilah.com)
Jum'at, 11 Oktober 2019 11:14 WIB
JAKARTA - Berbagai pihak mengecam tindakan tidak beretika yang diperlhatkan politisi PDIP Arteria Dahlan ketika berdebat dengan Prof Emil Salim dalam program Mata Najwa.

Selain menyebut Emil Salim profesor sesat, Arteria juga membentak-bentak dan menunjuk-nunjuk mantan Menteri Lingkungan Hidup tersebut.

Dikutip dari inilah.com, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Laode M Syarif, turut menyesalkan sikap Arteria tersebut. Menurut Laode, saat debat dengan Emil Salim, Arteria Dahlan, bukan hanya menunjukkan sikap tidak beretika, tapi juga membohongi publik.

Ads

''Arteria itu bohong dan bahkan berani bentak-bentak orang tua. Padahal yang dia sampaikan tidak ada yang benar,'' kata Laode kepada wartawan, Kamis (10/10/2019).

Salah satu kebohongan Arteria adalah soal tudingan KPK tidak membuat laporan tahunan secara periodik kepada DPR, BPK, dan presiden.

Laode membantah tudingan itu. Dia menguraikan bahwa Ketua KPK Agus Rahardjo sudah menyerahkan laporan tahunan pada tahun lalu. Laporan diserahkan langsung kepada Bambang Soesatyo yang kala itu menjabat ketua DPR.

Bahkan sambungnya, Arteria menyaksikan penyerahan tersebut. Hal itu dibuktikan dengan adanya sebuah foto di sebuah media online yang merekam saat-saat penyerahan tersebut. Di foto itu juga ada gambar wajah Arteria.

''Itu contoh yang dia bilang bahwa KPK tidak buat laporan tahunan, tapi pada saat peluncuran dia hadir,'' tukas Laode.***

Editor:hasan b
Sumber:inilah.com
Kategori:Ragam
wwwwww