Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Peneliti IGJ Sebut Gaung Benci Produk Luar Negeri Kontradiktif dengan Kebijakan Pemerintah
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Peneliti IGJ Sebut Gaung Benci Produk Luar Negeri Kontradiktif dengan Kebijakan Pemerintah
2
Shesar Hiren Jadi Wakil Indonesia Keempat di Babak 16 Besar
Olahraga
23 jam yang lalu
Shesar Hiren Jadi Wakil Indonesia Keempat di Babak 16 Besar
3
Jangan hanya Untungkan Elite Jakarta, Rencana Pemekaran harus Sejahterakan Rakyat Papua
Politik
20 jam yang lalu
Jangan hanya Untungkan Elite Jakarta, Rencana Pemekaran harus Sejahterakan Rakyat Papua
4
Jupe Maksimalkan Waktu Menuju Kick Off Piala Menpora 2021
Sepakbola
22 jam yang lalu
Jupe Maksimalkan Waktu Menuju Kick Off Piala Menpora 2021
5
Dukcapil: Yang Belum Terapkan 'Tap' KTP-el, Belum Kerjasama dengan Dukcapil Kemendagri
Nasional
22 jam yang lalu
Dukcapil: Yang Belum Terapkan Tap KTP-el, Belum Kerjasama dengan Dukcapil Kemendagri
6
Tak Akan Ada Partai Demokrat Tanpa SBY
Politik
20 jam yang lalu
Tak Akan Ada Partai Demokrat Tanpa SBY

Dicopot Sebagai Dandim Kendari Gara-gara Unggahan Istri, Kolonel Hendi: Saya dan Keluarga Ikhlas

Dicopot Sebagai Dandim Kendari Gara-gara Unggahan Istri, Kolonel Hendi: Saya dan Keluarga Ikhlas
Kolonel Kav Hendi Suhendi (kiri) menjabat tangan Dandim 1417 Kendari Kolonel Inf Alamsyah usai upacara serah terima jabatan, Sabtu (12/10/2019). (republika.co.id)
Sabtu, 12 Oktober 2019 17:08 WIB
KENDARI - Kolonel Kavaleri Hendi Suhendi dicopot sebagai Dandim 1417 Kendari gara-gara unggahan istrinya, IPDN, di Facebook yang dikaitkan dengan penusukan Menko Polhukam Wiranto, meski dalam unggahan tersebut tak menyebut nama Wiranto.

Dikutip dari republika.co.id, Hendi Suhendi menyatakan ikhlas menerima keputusan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa tersebut.

''Saya prajurit yang setia dan hormat keputusan pimpinan. Saya dan keluarga ikhlas menerima keputusan komandan,'' kata Hendi Suhendi didampingi istri di Kendari, Sabtu (12/10).

Ads

Hendi Suhendi yang pernah bertugas sebagai atase darat pada KBRI di Moskow, Rusia pun siap menjalankan keputusan institusi. ''Sekali lagi saya mau katakan bahwa saya prajurit setia dan kesatria yang dididik bertanggung jawab dan patuh pada perintah komando,'' ujarnya.

Seremoni serah terima jabatan Komandan Distrik Militer 1417 Kendari yang dilangsungkan di Aula Sudirman Korem 143 Haluoleo turut dihadiri jajaran Kodim se-Sultra, perwira Korem 143 Haluoleo, jajaran Danramil, Komandan Batalyon 725 Woroagi, anggota dan pengurus Persit.

Jabatan Komandan Distrik Militer 1417 Kendari, Sulawesi Tenggara diserahterimakan dari Kolonel Kavaleri Hendi Suhendi kepada Kolonel Infantri Alamsyah di Aula Sudirman Korem 143 Haluoleo.

Pergantian puncuk komando Distrik Militer 1417 Kendari terkesan mendadak menyusul keputusan hukuman Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa yang memberhentikan Hendi Suhendi.

Hendi Suhendi yang baru menjabat sekitar tiga bulan itu sebelumnya menggantikan Letkol Fajar Lutvi Haris Wijaya, mendadak diberhentikan dari jabatan karena melanggar Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2014 tentang Hukum Disiplin Militer.

Selain dijatuhi hukuman disiplin pemberhentian dari jabatan Kodim 1417 Kendari juga Hendi Suhendi diganjar sanksi militer berupa penahanan ringan selama 14 hari. .

Adapun istri Kolonel Hendi Suhendi berinisial IPDN yang melakukan postingan melalui media sosial berkonsekuensi menjalani proses peradilan umum atas dugaan melanggar Undang-Undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 8 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww