Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
Olympic
21 jam yang lalu
Marciano Beri Semangat Atlet Balap Sepeda Raih Prestasi di Youth Olympic Games Dakar 2026
2
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
MPR RI
21 jam yang lalu
Mulyanto: Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat
3
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
Nasional
21 jam yang lalu
Usman Husin Soroti Tarif Ferry Kupang-Rote, Khawatir Harga Sembako Ikut Naik
4
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
Sepakbola
21 jam yang lalu
Achsanul Qosasi Minta Suporter Madura United dan Bonek Tak Terprovokasi Medsos
5
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
Sepakbola
21 jam yang lalu
Bernando Tavares Ungkap Alasan Persebaya Lepas Gali Freitas
6
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini
Metropolitan
7 jam yang lalu
Hujan Ringan hingga Sedang Berpotensi Guyur Jabodetabek Sore Hari Ini

Kapolda Papua Sebut Penikaman Pekerja di Wamena Ada Hubungannya dengan Kerusuhan 23 September

Kapolda Papua Sebut Penikaman Pekerja di Wamena Ada Hubungannya dengan Kerusuhan 23 September
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpau saat mengunjungi Wamena. (liputan6.com)
Minggu, 13 Oktober 2019 21:32 WIB
WAMENA - Deri Datu Padang, pria berusia 30 tahun asal Toraja, Sulawesi Selatan (Sulsel), tewas setelah ditikam orang tak dikenal di sekitar Jembatan Wouma, Kota Wamena, Jayawijaya, Papua, Sabtu (12/10/2019).

Dikutip dari liputan6.com, Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpau mengatakan, penikaman itu masih berkaitan dengan kerusuhan 23 September lalu.

Kapolda menegaskan, kasus penikaman itu akan menjadi bahan evaluasi bagi TNI dan Polri.

''Kejadian itu pasti ada hubungan, dan tentu untuk membuktikan pelaku harus kita tangkap. Mengapa aparat ada di Jayawijaya dan di lokasi itu ada kekosongan. Itu koreksi kami,'' ujarnya saat di Wamena, Ibu Kota Kabupaten Jayawijaya, Ahad (13/10/2019) dilansir Antara.

Kapolda berjanji memperkuat pengawasan, pendirian pos serta patroli skala besar. Oleh sebab itu, diimbau agar tidak ada lagi warga yang membawa senjata tajam masuk ke Kota Wamena.

''Kita akan lakukan untuk memastikan persoalan ini (yang berkaitan dengan kejadian 23/9) sudah selesai. Saya harap warga tidak membawa senjata tajam. Stop, daripada saudara kecewa,'' ucapnya, menegaskan.

Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab mengatakan kesepakatan TNI/Polri dan Pemkab Jayawijaya bahwa tidak ada lagi tindakan preventif bagi pengganggu Kamtibmas.

''Kalau ada kejadian yang akan kita hadapi, kita akan represif supaya situasi ini semakin kondusif ke depan,'' tegasnya.

Herman mengatakan, kasus penikaman yang terjadi di sekitar Wouma merupakan usaha dari beberapa orang untuk mengganggu Kamtibmas yang sudah kondusif pascakerusuhan.

''Oleh sebab itu tindakan kita yang pertama, kita sudah komitmen bahwa tegas,'' katanya.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam
wwwwww