Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
Pemerintahan
19 jam yang lalu
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
2
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
Politik
18 jam yang lalu
BAP DPD RI Kembali Lanjutkan Mediasi Dugaan Maladministrasi Bupati Jember
3
Revisi UU Pemilu, 'Ada Penumpang' di Ambang Batas Parlemen
DPR RI
20 jam yang lalu
Revisi UU Pemilu, Ada Penumpang di Ambang Batas Parlemen
4
Supaya Tak Bergantung dari China, Wakil Ketua DPD: Kita harus jadi Produsen
Politik
18 jam yang lalu
Supaya Tak Bergantung dari China, Wakil Ketua DPD: Kita harus jadi Produsen
5
Berangkatkan 43 Ribu PMI, BP2MI Masih Koordinasi dengan Kemenaker dan Gugus Tugas Covid-19
Ekonomi
18 jam yang lalu
Berangkatkan 43 Ribu PMI, BP2MI Masih Koordinasi dengan Kemenaker dan Gugus Tugas Covid-19
6
Pemain Persib Bandung Negatif Covid 19 dari Hasil Swab
Sepakbola
19 jam yang lalu
Pemain Persib Bandung Negatif Covid 19 dari Hasil Swab

Bekerja di Toko Sayur Usia 12 Tahun dan Berhenti Sekolah Umur 15 Tahun, Kini Masaru Miliki Kekayaan Rp14 Triliun

Bekerja di Toko Sayur Usia 12 Tahun dan Berhenti Sekolah Umur 15 Tahun, Kini Masaru Miliki Kekayaan Rp14 Triliun
Masaru Wasami. (gulfnews)
Senin, 14 Oktober 2019 08:25 WIB
TOKYO - Saat usia 12 tahun Masaru Wasami sudah bekerja paruh waktu di sebuah toko sayur. Pada usia 15 tahun, Masaru berhenti sekolah dan terjun ke bisnis.

Dikutip dari liputan6.com, pria Jepang ini mengawalinya dengan bisnis kurir menggunakan truk tahun 1970. Beberapa tahun kemudian, dia memiliki lebih dari 100 truk yang melayani pengiriman produk logistik untuk rantai toko obat di seluruh Jepang.

Seperti dilansir dari Business Standard, ide bisnis Masaru bermula dari menemani temannya yang ingin mengambil paket dari sebuah pabrik benang. Tetapi dia harus menghadapi ketidakmampuan dalam menangani parsel.

Hal tersebut membuatnya terinspirasi untuk menjalani bisnisnya sekarang dan dia pun bekerja sama dengan Amazon dan Rakuten Inc yang berbasis di Tokyo.

Makin Berkembang

Munculnya Amazon, berdampak juga bagi Masaru Wasami. Sebelumnya dia melihat Yamato Holdings Co, yang merupakan salah satu operator parsel terbesar di Jepang, tidak lagi membantu Amazon saat itu. Pada saat itu, Masaru melihat peluang untuk menggandeng Amazon.

Peluang tersebut akhirnya membuat Amazon untuk beralih ke bisnis kurir Masaru. ''Kami telah menyarankan Amazon untuk melakukan layanan pengiriman pada hari yang sama dengan kami selama bertahun-tahun,'' jelas Masaru.

Peningkatan pengiriman tersebut menjadi keuntungan bagi perusahaan Masaru. Hari ini, dirinya dinobatkan menjadi miliarder dan berterima kasih kepada Amazon.

Bisnisnya tersebut telah mendatangkan kekayaan untuk dirinya sebesar USD 1 miliar atau Rp14 triliun (1 USD = Rp 14.131)

Amazon telah mendaftarkan perusahaannya pada tahun 2017 untuk mengelola layanan pengiriman pada hari yang sama dengan negara tersebut.***

Editor:hasan b
Sumber:liputan6.com
Kategori:Ragam

wwwwww