Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Pesan 'Si Doel': Untuk Tangsel yang Lebih Baik, Nyok Tanggal 9 Desember Pilih Paslon Muhammad - Rahayu
Peristiwa
19 jam yang lalu
Pesan Si Doel: Untuk Tangsel yang Lebih Baik, Nyok Tanggal 9 Desember Pilih Paslon Muhammad - Rahayu
2
Rajawali Sakti Jakarta Buktikan Ketangguhannya
Olahraga
20 jam yang lalu
Rajawali Sakti Jakarta Buktikan Ketangguhannya
3
Jadikan Desa sebagai Arus Utama Pembangunan Daerah
Peristiwa
19 jam yang lalu
Jadikan Desa sebagai Arus Utama Pembangunan Daerah
4
Permudah Kemitraan dengan Pemerintah, BUMDes Kini Berbadan Hukum
Peristiwa
22 jam yang lalu
Permudah Kemitraan dengan Pemerintah, BUMDes Kini Berbadan Hukum
5
Pendekar Kungfu Cilik Laba Laba Sakti Bikin Kejutan
Olahraga
20 jam yang lalu
Pendekar Kungfu Cilik Laba Laba Sakti Bikin Kejutan
6
Evaluasi Operasi Tinombala Mengemuka sebagai Respons Insiden Pembunuhan Keji di Sigi
Nasional
21 jam yang lalu
Evaluasi Operasi Tinombala Mengemuka sebagai Respons Insiden Pembunuhan Keji di Sigi

Menolak Jadi Menteri Kabinet Jokowi, Ini Alasan Sandiaga Uno

Menolak Jadi Menteri Kabinet Jokowi, Ini Alasan Sandiaga Uno
Sandiaga Salahuddin Uno. (sinarharapan.co)
Selasa, 15 Oktober 2019 05:22 WIB
JAKARTA - Sandiaga Salahuddin Uno diisukan bakal masuk dalam jajaran kabinet pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin. Bagaimana tanggapan Sandiaga Uno atas kabar tersebut?

Dikutip dati sinarharapan.co, ketika Sandiaga mengatakan, Jokowi membutuhkan masukan dari sudut pandang lain.

''Saya meyakini bahwa masih sangat dibutuhkan masukan dari luar pemerintahan, mitra yang kritis konstruktif, menyampaikan pesan-pesan yang jelas demi kemajuan bangsa kita agar Indonesia bisa mengejar ketertinggalan,'' kata Sandiaga di kediamannya, Jalan Pulombangkeng, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (14/10/2019).

''Ini kan kemari kita ada di... pengangguran ada di nomor dua terburuk di ASEAN. Penciptaan lapangan kerja kita nggak jalan, sementara Vietnam, dengan adannya perang dagang China dan Amerika ini meraup untung,'' ujarnya.

Ketika wartawan kembali meminta penegasan sikap, barulah Sandiaga menyampaikan posisinya. Dia mengaku akan berada di luar pemerintah.

''Saya bersedia untuk memberikan masukan dari luar pemerintahan menyampaikan hal-hal yang seperti pil pahit,'' ucap Sandiaga seperti dikutip detik.com.

Ia khawatir todak bisa memberikan masukan yang objektif jika menjadi bagian dari pemerintah. Mantan Wagub DKI itu merasa pemikirannya itu perlu disampaikan.

''Karena kalau sudah di dalam pemerintahan itu nanti dikhawatirkan semuanya, kan 'asal bapak senang'. Ini yang harus kita sampaikan dalam spirit kebersamaan ini masukan-masukan ini harus kita sampaikan juga,'' ia menjelaskan.

Namun, ketika dipertegas kembali, Sandiaga mengatakan penyusunan kabinet merupakan hak prerogatif presiden. ''Jadi, kalau itu kan (hak) prerogatif presiden, prerogatif presiden ya kita hormati, kita hargai,'' ujarnya menjawab pertanyaan apakah menolak jika ditunjuk jadi menteri. ***

Editor:hasan b
Sumber:sinarharapan.co
Kategori:Ragam
wwwwww