Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wakil Ketua MPR: Mendikbud Buta Sejarah
Politik
21 jam yang lalu
Wakil Ketua MPR: Mendikbud Buta Sejarah
2
Ketua DPR Ingatkan KPU dan Bawaslu soal Aturan Protokol Kesehatan saat Kampanye Pilkada
DPR RI
21 jam yang lalu
Ketua DPR Ingatkan KPU dan Bawaslu soal Aturan Protokol Kesehatan saat Kampanye Pilkada
3
Puan Pastikan Omnibus Law Dibahas Transparan dan Hati-hati
DPR RI
21 jam yang lalu
Puan Pastikan Omnibus Law Dibahas Transparan dan Hati-hati
4
Oknum Polisi Perkosa Gadis Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Bukan Anggota Lapangan
Hukum
14 jam yang lalu
Oknum Polisi Perkosa Gadis Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Bukan Anggota Lapangan
5
Tak Sesuai Undang-undang, Lelang Jabatan DPD RI Bermasalah
DPD RI
16 jam yang lalu
Tak Sesuai Undang-undang, Lelang Jabatan DPD RI Bermasalah
6
Ada Patogen Virus Corona pada Kemasan, Produk Ikan Beku Asal Sumut Dilarang Masuk China
Kesehatan
21 jam yang lalu
Ada Patogen Virus Corona pada Kemasan, Produk Ikan Beku Asal Sumut Dilarang Masuk China

Menunggu Kiamat, Satu Keluarga 9 Tahun Sembunyi di Ruang Bawah Tanah

Menunggu Kiamat, Satu Keluarga 9 Tahun Sembunyi di Ruang Bawah Tanah
Pemukiman warga di Drenthe. (bbcindonmesia)
Rabu, 16 Oktober 2019 22:14 WIB
DRENTHE - Tujuh orang yang merupakan anggota satu keluarga di Drenthe, Belanda utara, sudah sembilan tahun bersembunyi di ruang bawah tanah. Mereka menunggu datangnya hari kiamat.

Dikutip dari BBC Indonesia, keluarga yang terdiri dari seorang pria berusia 58 tahun dan enam anak-anaknya yang berusia antara 16-25 tahun ditemukan tinggal di ruang bawah tanah sebuah rumah di Drenthe.

Keberadaan keluarga itu terungkap setelah anak laki-laki tertuanya muncul di sebuah bar di desa Ruinerwold dan memesan bir.

Dia mengatakan kepada pelayan bar bahwa dirinya memerlukan pertolongan, demikian dilansir RTV.

Para saksi di dalam bar mengatakan jika pria tersebut terlihat kebingungan.

Menurut laporan media, keluarganya hidup mengasingkan diri karena menunggu kiamat.

''Dia memesan lima gelas bir dan meminumnya. Saya kemudian bercakap-cakap dengannya dan dia mengungkapkan bahwa dirinya melarikan diri dan memerlukan pertolongan,'' kata pemilik bar, Chris Westerbeek.

''Rambutnya panjang, janggutnya kotor, mengenakan pakaian lusuh dan terlihat kebingungan. Dia mengatakan dirinya tidak pergi ke sekolah dan tidak pernah ke tukang pangkas rambut selama sembilan tahun.''

''Dia mengatakan memiliki saudara pria dan perempuan yang tinggal di lahan pertanian. Dia mengatakan dirinya adalah anak tertua dan ingin mengakhiri cara hidup mereka,'' tambahnya.

Mereka kemudian memanggil polisi dan tak lama para petugas mendatangi rumah pertanian terpencil yang ditunjukkan pemuda itu dan memeriksanya.

Di dalam rumah itu, polisi menemukan sebuah tangga tersembunyi di balik lemari ruang duduk yang membawa mereka ke ruang bawah tanah tempat tinggal keluarga itu.

Ruinerwold adalah sebuah desa dengan penduduk kurang dari 3.000 orang. Lahan pertanian berada di luar desa dan dapat diakses dengan menggunakan jembatan di atas kanal.

Pertanian yang sebagian tertutup pepohonan itu juga memiliki lahan sayur dan seekor kambing.

Seorang tetangga mengatakan kepada media Belanda bahwa dirinya hanya pernah melihat seorang pria di sana dan tidak ada anak-anak. Terdapat hewan di lahan pertanian tersebut, seperti angsa dan anjing.

Tukang pos setempat mengatakan tidak pernah mengirim surat ke sana.

''Sebenarnya agak aneh, setelah sekarang saya memikirkannya,'' katanya kepada situs berita Algemeen Dagblad.

Polisi di Drenthe memastikan bahwa seorang pria berumur 58 tahun telah ditahan dan sedang diperiksa karena menolak bekerja sama.

''Kemarin seseorang melaporkan kepada kami (bahwa mereka) mengkhawatirkan keadaan kehidupan orang-orang di sebuah rumah di Buitenhuizerweg di Ruinerwold. Kami pun pergi ke sana,'' tulis polisi dalam twitnya.

''Sejumlah pertanyaan masih belum terjawab,'' kata mereka, sambil menambahkan berbagai cerita mungkin saja terjadi dan penyelidikan sedang dilakukan.

Rumah pertanian dan lahan di sekitarnya sekarang ditutup. Belum jelas apa yang terjadi dengan ibu anak-anak itu.

Sejumlah laporan mengisyaratkan ayah mereka mengalami serangan darah tinggi dan tidak bisa bangkit dari tempat tidur.***

Editor:hasan b
Sumber:bbc indonesia
Kategori:Ragam

wwwwww