Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Penanganan Covid-19 Amburadul, Komisi I DPR: Biosecurity Indonesia Lemah
Politik
22 jam yang lalu
Penanganan Covid-19 Amburadul, Komisi I DPR: Biosecurity Indonesia Lemah
2
Pilkada Sudah di Depan Mata, Waketum DPP PKB Minta Presiden Tentukan Nama Sekjen KPU
Politik
23 jam yang lalu
Pilkada Sudah di Depan Mata, Waketum DPP PKB Minta Presiden Tentukan Nama Sekjen KPU
3
Cegah Kekacauan Umat di Indonesia, Komisi Agama Minta Pemerintah Responsif
Nasional
21 jam yang lalu
Cegah Kekacauan Umat di Indonesia, Komisi Agama Minta Pemerintah Responsif
4
Ditinggal Maju Pilkada 2020, Ini Kata Sekwan Soal Pengganti Tiga Pimpinan DPRD Riau
Politik
22 jam yang lalu
Ditinggal Maju Pilkada 2020, Ini Kata Sekwan Soal Pengganti Tiga Pimpinan DPRD Riau
5
Opini Pasca AS Batasi Pasokan ke Perusahaan Semikonduktor Terbesar China
Internasional
23 jam yang lalu
Opini Pasca AS Batasi Pasokan ke Perusahaan Semikonduktor Terbesar China
6
DPR Sebut Vanuatu Menghasut Dunia soal Papua
DPR RI
24 jam yang lalu
DPR Sebut Vanuatu Menghasut Dunia soal Papua

Temuan Komnas HAM, Korban Tewas Kerusuhan Wamena 43 Orang, 10 Tak Tercatat Polisi

Temuan Komnas HAM, Korban Tewas Kerusuhan Wamena 43 Orang, 10 Tak Tercatat Polisi
Jum'at, 18 Oktober 2019 20:08 WIB
JAKARTA - Pihak kepolisian menyebut jumlah korban tewas akibat kerusuhan di Wamena, Jayawijaya, Papua, pada 23 September lalu 33 orang. Namun, menurut Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), jumlah korban tewas mencapai 43 orang.

Dikutip dari okezone.com, Komnas HAM menemukan 10 korban tewas tak tercatat oleh aparat kepolisian. Hal tersebut diketahui setelah Komnas HAM mendatangi lokasi pada 13-17 Oktober 2019.

''Kami dapatkan informasi lagi yang cukup kredibel, tetapi ini harus dikonfirmasi lagi, ada 10 orang lagi yang diduga tewas, di luar 33 orang yang dicatat pihak keamanan di Wamena. Kami sudah sampaikan penemuan ini ke TNI dan Polri di Papua,'' kata Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufan Damanik di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (18/10/2019).

Ia menambahkan, 10 orang itu tidak tercatat oleh polisi lantaran yang bersangkutan tidak sempat dibawa ke rumah sakit. Mereka langsung dikebumikan keluarganya masing-masing.

Meski begitu, lanjut dia, kepastian itu masih harus dikonfirmasi lebih lanjut oleh aparat kepolisian. Sebab, karena letak wilayah geografis yang cukup sulit membuat pihaknya tak bisa melakukan pendalaman informasi lebih lanjut.

''Kita belum memverifikasi hal ini secara langsung karena letak geografis di Papua yang sulit, harus ada persiapan-persiapan tertentu,'' ujarnya.

Sementara itu, Komisioner Komnas HAM Beka Ulung Hapsara mengatakan, 10 orang itu meregang nyawa setelah diduga tertembak. Namun, mereka langsung dibawa pihak keluarga untuk dikuburkan.

''Kami bersepakat akan lanjutkan investigasinya,'' katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebanyak 33 warga harus meregang nyawa pada insiden demo anarkis Senin, 23 September, dan sedikitnya 8.000 orang mengungsi di Jayawijaya maupun di Jayapura. Sekitar 450 aparat kepolisian Brimob BKO Polda Papua dan jajaran Polda Papua telah berada di Kabupaten ini untuk meredam situasi pascakerusuhan.***

Editor:hasan b
Sumber:okezone.com
Kategori:Ragam

wwwwww