Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atlet Pelatnas Bulutangkis Jalani Enam Test Fisik
Olahraga
19 jam yang lalu
Atlet Pelatnas Bulutangkis Jalani Enam Test Fisik
2
Klarifikasi Komjen Pongrekun terkait Potongan Video: 'Menggunakan Masker Jangan Dipikir Aman'
Umum
16 jam yang lalu
Klarifikasi Komjen Pongrekun terkait Potongan Video: Menggunakan Masker Jangan Dipikir Aman
3
Bapak Ibu Siap-siap Hemat Ya, Listrik dan Gas LPG 3 Kg Mau Naik Lagi Nih!
Peristiwa
18 jam yang lalu
Bapak Ibu Siap-siap Hemat Ya, Listrik dan Gas LPG 3 Kg Mau Naik Lagi Nih!
4
Ditanya Netizen Soal Agama, Komisaris PT Pelni Sebut Dirinya 'Penyembah Galon'
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Ditanya Netizen Soal Agama, Komisaris PT Pelni Sebut Dirinya Penyembah Galon
5
Dedek Bayi Pengidap Omfalokal di Kampar Dapat Bantuan dari Forum Pekanbaru Bertuah
Umum
19 jam yang lalu
Dedek Bayi Pengidap Omfalokal di Kampar Dapat Bantuan dari Forum Pekanbaru Bertuah
6
Hadapi Bima Perkasa, David Singleton: Louvre Tak Mudah Dikalahkan
Olahraga
14 jam yang lalu
Hadapi Bima Perkasa, David Singleton: Louvre Tak Mudah Dikalahkan

Remaja Ini Nafkahi dan Rawat 3 Adiknya Sendirian Setelah Kehilangan Ayah dan Ibu karena Digigit Ular

Remaja Ini Nafkahi dan Rawat 3 Adiknya Sendirian Setelah Kehilangan Ayah dan Ibu karena Digigit Ular
Heri Misbahudin, remaja yang harus menafkahi dan merawat tiga adiknya sendirian. (kompas.com)
Sabtu, 19 Oktober 2019 07:33 WIB
CIANJUR - Nasib malang menimpa seorang remaja dan tiga adiknya, di Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Mereka kehilangan ayah dan ibunya karena digigit ular berbisa.

Kini, Heri Misbahudin, demikian nama remaja berusia 17 tahun itu, harus menafkahi dan merawat ketiga adiknya seorang diri.

Dikutip dari kompas.com, sang ibu, Nuryani (38), baru saja meninggal dunia sepekan lalu, sementara ayahnya, Maksum (45) meninggal sekitar 1,5 tahun lalu.

''Bapak meninggal dunia tahun lalu. Waktu itu habis pulang dari kebun, katanya kena gigit ular. Sakit dulu seminggu sebelum meninggal dunia,'' tutur Heri saat ditemui Kompas.com di rumahnya di Pasir Kampung RT 002/004 Desa Sukatani, Kecamatan Pacet, Cianjur, Jumat (18/10/2019).

Sementara sang ibu, ucapnya, meninggal seminggu yang lalu, juga karena digigit ular.

''Saat itu ibu lagi tidur di rumah, tiba-tiba kesakitan jari kelingkingnya ada yang gigit, sama ular yang masuk lewat lubang,'' ucapnya.

Heri mengaku sejak ayahnya meninggal dunia, ia memutuskan berhenti sekolah saat masih duduk di bangku kelas 2 SMP.

Alasannya, ia tak ingin menjadi beban keluarga, apalagi ibunya tidak bekerja.

''Lebih baik saya bantu ibu saja untuk cari uang untuk biaya sekolah adik-adik dan kebutuhan sehari-hari. Saya sama ibu bantu-bantu di kebun orang, angkut dan ngepak sayuran,'' ujarnya.

Sejak ibunya meninggal, Heri kini tampil sebagai kepala keluarga bagi adik-adiknya, Riki (8), Rani (5) dan Ramdan. 

Memandikan, memberikan makan serta mengantar adiknya ke sekolah kini menjadi kegiatannya sehari-hari sebelum ia pergi untuk kerja serabutan.

''Riki kan baru kelas 2 SD dan Rani baru masuk TK. Setelah mengantar sekolah saya asuh si bungsu, kalau saya mau kerja, adik dititip dulu ke tetangga,'' ujarnya.

Heri bertekad akan menjaga ketiga adik-adiknya itu sampai mereka besar dan menyekolahkan mereka sampai tamat.

''Saya tidak mau adik-adiknya putus sekolah seperti saya,'' ucapnya.

Saat ini, Heri bersama ketiga adiknya telah diungsikan ke rumah salah satu kerabat yang tak jauh dari lokasi rumah mereka.

Sementara rumahnya kini telah dibongkar dan rencananya akan direnovasi oleh warga agar lebih layak dan aman.

''Kami warga bersama karang taruna sepakat urunan untuk memperbaiki rumahnya karena memang sudah sangat tidak layak ditinggali,'' kata tokoh pemuda setempat, Hasbim (38), Jumat. 

Selain itu, jika kondisi rumah tersebut tidak diperbaiki, ia khawatir bisa kembali membahayakan para penghuninya.

''Karena ternyata lantai rumahnya itu banyak lubang, kemungkinan ular keluar masuk dari sana,'' ujarnya.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww