Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
RIGHTS Foundation minta Pemerintah Tegas Larang TKA China masuk Indonesia
Nasional
17 jam yang lalu
RIGHTS Foundation minta Pemerintah Tegas Larang TKA China masuk Indonesia
2
Senator Papua Barat Kecam Sikap Rasisme Ambroncius
Umum
13 jam yang lalu
Senator Papua Barat Kecam Sikap Rasisme Ambroncius
3
PPUU DPD RI: UU Cipta Kerja Jawab Kekhawatiran Masyarakat soal Mafia Tanah
Nasional
17 jam yang lalu
PPUU DPD RI: UU Cipta Kerja Jawab Kekhawatiran Masyarakat soal Mafia Tanah
4
Kritik Rencana Menpar Berkantor di Bali, DPD: Perhatikan Juga Potensi Wisata di Sumatera
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Kritik Rencana Menpar Berkantor di Bali, DPD: Perhatikan Juga Potensi Wisata di Sumatera
5
Webinar Dana Desa, Kemenkeu Ungkap Banyak Kepala Desa Punya Mobil Lebih Bagus dari Camat
Pemerintahan
16 jam yang lalu
Webinar Dana Desa, Kemenkeu Ungkap Banyak Kepala Desa Punya Mobil Lebih Bagus dari Camat
6
LBP Terpilih Secara Aklamasi, Maria Lawalata Ucapkan Selamat
Olahraga
13 jam yang lalu
LBP Terpilih Secara Aklamasi, Maria Lawalata Ucapkan Selamat

Jokowi Tunjuk Mantan Jenderal Jadi Menteri Agama, Kiai di Berbagai Daerah Kecewa dan Protes

Jokowi Tunjuk Mantan Jenderal Jadi Menteri Agama, Kiai di Berbagai Daerah Kecewa dan Protes
Menteri Agama Fachrul Razi. (dok)
Kamis, 24 Oktober 2019 08:54 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Fachrul Razi sebagai Menteri Agama (Menag) dalam Kabinet Indonesia Maju. Fachrul Razi merupakan mantan jenderal pertama menjabat Menag pasca reformasi.

Dikutip kompas.com, penunjukan Fachrul Razi sebagai Menag mengecewakan banyak kiai di berbagai daerah di Indonesia. Hal itu diungkapkan Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU) KH Robikin Emhas.

''Saya dan pengurus lainnya banyak mendapat pertanyaan terkait Menteri Agama. Selain pertanyaan, banyak kiai dari berbagai daerah yang menyatakan kekecewaannya dengan nada protes,'' kata Robikin dalam keterangan tertulis, Rabu (23/10/2019).

Menurut Robikin, para kiai paham bahwa Kemenag harus berada di garda depan dalam mengatasi radikalisme berbasis agama. Namun sayangnya, pemilihan pemimpin Kemenag tak sesuai dengan yang diharapkan dalam membentengi NKRI dari ajaran radikalisme. 

''Para kiai sudah lama merisaukan fenomena terjadinya pendangkalan pemahaman agama yang ditandai merebaknya sikap intoleran. Lebih tragis lagi, bahkan sikap ekstrem dengan mengatasnamakan agama. Semua di luar kelompoknya kafir dan halal darahnya. Teror adalah di antara ujung pemahaman keagamaan yang keliru seperti ini,'' katanya.

Karena dampak dari radikalisme itu sangat membahayakan, kata Robikin, maka secara kelembagaan, NU sudah mengantisipasi dan mengingatkannya jauh-jauh hari.

''Bahkan NU menyatakan Indonesia sudah kategori darurat radikalisme, di samping darurat narkoba dan LGBT,'' tandas Robikin.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww