Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Paksakan Pilkada, Sultan: Jika TPS Jadi Klaster Baru Covid-19, KPU harus Tanggungjawab
Politik
24 jam yang lalu
Paksakan Pilkada, Sultan: Jika TPS Jadi Klaster Baru Covid-19, KPU harus Tanggungjawab
2
Pemerintah RI Putuskan tidak Berangkatkan Haji 2020
Peristiwa
23 jam yang lalu
Pemerintah RI Putuskan tidak Berangkatkan Haji 2020
3
Pilkada Rohul, DPP PAN hanya Terbitkan Rekomendasi untuk Erizal-Topan
Politik
22 jam yang lalu
Pilkada Rohul, DPP PAN hanya Terbitkan Rekomendasi untuk Erizal-Topan
4
Klarifikasi, Luhut Tegaskan tidak Punya Akun Twitter
Nasional
23 jam yang lalu
Klarifikasi, Luhut Tegaskan tidak Punya Akun Twitter
5
Fachrul Razi: Pembatalan Pemberangkatan Jamaah Haji Bukan Pertama Kali
Nasional
23 jam yang lalu
Fachrul Razi: Pembatalan Pemberangkatan Jamaah Haji Bukan Pertama Kali
6
Jelang New Normal, DPD RI Serap Aspirasi Tenaga Pendidik DKI Jakarta
DPD RI
22 jam yang lalu
Jelang New Normal, DPD RI Serap Aspirasi Tenaga Pendidik DKI Jakarta

Jokowi Tunjuk Mantan Jenderal Jadi Menteri Agama, Kiai di Berbagai Daerah Kecewa dan Protes

Jokowi Tunjuk Mantan Jenderal Jadi Menteri Agama, Kiai di Berbagai Daerah Kecewa dan Protes
Menteri Agama Fachrul Razi. (dok)
Kamis, 24 Oktober 2019 08:54 WIB
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menunjuk Fachrul Razi sebagai Menteri Agama (Menag) dalam Kabinet Indonesia Maju. Fachrul Razi merupakan mantan jenderal pertama menjabat Menag pasca reformasi.

Dikutip kompas.com, penunjukan Fachrul Razi sebagai Menag mengecewakan banyak kiai di berbagai daerah di Indonesia. Hal itu diungkapkan Ketua Pengurus Harian Tanfidziyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama ( PBNU) KH Robikin Emhas.

''Saya dan pengurus lainnya banyak mendapat pertanyaan terkait Menteri Agama. Selain pertanyaan, banyak kiai dari berbagai daerah yang menyatakan kekecewaannya dengan nada protes,'' kata Robikin dalam keterangan tertulis, Rabu (23/10/2019).

Menurut Robikin, para kiai paham bahwa Kemenag harus berada di garda depan dalam mengatasi radikalisme berbasis agama. Namun sayangnya, pemilihan pemimpin Kemenag tak sesuai dengan yang diharapkan dalam membentengi NKRI dari ajaran radikalisme. 

''Para kiai sudah lama merisaukan fenomena terjadinya pendangkalan pemahaman agama yang ditandai merebaknya sikap intoleran. Lebih tragis lagi, bahkan sikap ekstrem dengan mengatasnamakan agama. Semua di luar kelompoknya kafir dan halal darahnya. Teror adalah di antara ujung pemahaman keagamaan yang keliru seperti ini,'' katanya.

Karena dampak dari radikalisme itu sangat membahayakan, kata Robikin, maka secara kelembagaan, NU sudah mengantisipasi dan mengingatkannya jauh-jauh hari.

''Bahkan NU menyatakan Indonesia sudah kategori darurat radikalisme, di samping darurat narkoba dan LGBT,'' tandas Robikin.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam

wwwwww