Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Arteria Dahlan Sebut Bawaslu Daerah seharusnya Dibubarkan
DPR RI
23 jam yang lalu
Arteria Dahlan Sebut Bawaslu Daerah seharusnya Dibubarkan
2
Pemerintah Diminta Lakukan Langkah Preventif Atasi Bencana Alam
DPD RI
24 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Lakukan Langkah Preventif Atasi Bencana Alam
3
Dukung Perpres 7/2021, Gus Jazil: Kita Kontrol Jangan Sampai Tabrak Demokrasi dan HAM
MPR RI
24 jam yang lalu
Dukung Perpres 7/2021, Gus Jazil: Kita Kontrol Jangan Sampai Tabrak Demokrasi dan HAM
4
Cakapolri Sigit Usung Program Presisi
Nasional
9 jam yang lalu
Cakapolri Sigit Usung Program Presisi
5
Sosialisasikan Edaran, Sekjen Kemendagri Dorong Pemda Mudahkan Investasi di Daerah
Pemerintahan
5 jam yang lalu
Sosialisasikan Edaran, Sekjen Kemendagri Dorong Pemda Mudahkan Investasi di Daerah
6
Kasus Lampung jadi Sorotan, Legislator PDIP Persoalkan Bawaslu
Politik
22 jam yang lalu
Kasus Lampung jadi Sorotan, Legislator PDIP Persoalkan Bawaslu

Dituduh Sumbang Rp75 Ribu untuk Gagalkan Pelantikan Presiden, RA Terancam 20 Tahun Penjara

Dituduh Sumbang Rp75 Ribu untuk Gagalkan Pelantikan Presiden, RA Terancam 20 Tahun Penjara
Bola karet berisi mesiu yang diduga akan digunakan melakukan teror untuk menggagalkan pelantikan presiden. (bisnis.com)
Jum'at, 25 Oktober 2019 07:42 WIB
JAKARTA - Tim Gabungan Subdit III Resmob Polda Metro Jaya menangkap RA (43) pada Rabu (23/10) dini hari. RA dituduh menyumbangkan Rp75 ribu kepada Samsul Huda (SH), tersangka teror untuk menggagalkan pelantikan presiden.

''Tersangka RA ini perannya ikut dalam grup WA dengan inisial F, setelah bergabung dia juga ikut menjadi penyandang dana atau memberikan uang Rp75 ribu,'' kata Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Metro Jaya AKBP I Gede Nyeneng di Polda Metro Jaya, Kamis (24/10), seperti dikutip dari republika.co.id.

RA diketahui bergabung di grup WhatsApp (WA) dengan nama F sebagai anggota pada September 2019. Ia ikut grup karena dimasukkan oleh tersangka SH.

Grup WA tersebut digunakan oleh SH dan kelompoknya untuk membuat katapel dengan amunisi peledak untuk menyerang Gedung DPR/DPD/MPR saat pelantikan presiden.

Penyidik Polda Metro Jaya kemudian melacak keberadaan RA dan kemudian menurunkan Tim Gabungan Subdit III Resmob Polda Metro Jaya untuk membekuk tersangka.

"RA ditangkap pada hari Rabu tanggal 23 Oktober 2019 pukul 01.30 WIB di depan Masjid Sunda Kelapa, Menteng, Jakarta Pusat," tutur Gede.

Polisi masih mendalami aliran dana kelompok tersebut. Polisi belum membeberkan jumlah dana yang berhasil dihimpun kelompok tersebut. ''Masih dalam pengembangan. Jadi belum bisa disampaikan seluruh totalnya berapa,'' katanya.

Atas perbuatannya, RA dijerat Pasal 169 ayat 1 KUHP dan atau Pasal 187 ayat 1 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1992 Undang-Undang Darurat dengan ancaman hukuman lima sampai dua puluh tahun penjara.***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam
wwwwww