Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Kata Hetifah tentang PJJ 'Hybrid'
DPR RI
20 jam yang lalu
Kata Hetifah tentang PJJ Hybrid
2
Lukman Edy: Erick Thohir Membangun Sinergi BUMN dengan TNI-Polri
Ekonomi
24 jam yang lalu
Lukman Edy: Erick Thohir Membangun Sinergi BUMN dengan TNI-Polri
3
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
Pemerintahan
2 jam yang lalu
Nono Sampono: Indonesia Harus Waspadai Perkembangan Strategi Kawasan Asia-Pasifik
4
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
Politik
11 jam yang lalu
Rahmat Gobel Sebut Komisi VII Ribut dengan Dirut Inalum Hanya Salah Paham
5
DPR Usulkan Aplikasi Transportasi 'Online' Jadi Perusahaan Transportasi
Politik
9 jam yang lalu
DPR Usulkan Aplikasi Transportasi Online Jadi Perusahaan Transportasi
6
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan
Peristiwa
8 jam yang lalu
Larang Liput Kedatangan TKA China Takut Wartawan Ditunggai Teroris, AJI: Pernyataan Danlanud Berlebihan

Dituduh Curi Cincin, Gadis Remaja di NTT Digantung Kepala Desa, Begini Penampakannya

Dituduh Curi Cincin, Gadis Remaja di NTT Digantung Kepala Desa, Begini Penampakannya
Gadis NB digantung kepala desa bersama warga karena dituduh memcuri cincin. (merdeka.com)
Senin, 28 Oktober 2019 16:00 WIB
KUPANG - Seorang gadis remaja berinisial NB, warga Desa Babulu Selatan, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi korban persekusi yang dilakukan warga dipimpin kepala desa setempat.

Dikutip dari merdeka.com, dalam video maupun foto yang beredar, terlihat kedua tangan gadis berusia 16 tahun itu diikat dan didudukkan di atas kursi plastik, lalu dipukul serta digantung pada regel Polindes di Dusun Beitahu, Desa Babulu Selatan.

Gadis malang itu dipersekusi karena dituduh mencuri cincin milik warga desa tetangga.

Korban yang tak berdaya itu juga ditinju seorang pria bertubuh kekar. Tindakan main hakim sendiri ini juga disaksikan oleh para keluarga korban, yang akhirnya melaporkan kejadian ini ke Polsek Kobalima.

Kapolsek Kobalima AKP Marthen Pelokila kepada merdeka.com melalui sambungan telepon mengaku, pihaknya telah menerima laporan dari keluarga sejak Kamis (24/10). Sejumlah saksi sedang dimintai keterangannya oleh penyidik.

''Keluarga dan korban sudah datang dari hari Kamis dan sementara kita dengar keterangan dari para saksi. Korban dan banyak saksi yang diperiksa dan sementara pemberkasan,'' katanya.

Menurut Marthen, jika para saksi sudah dimintai keterangan, polisi akan menetapkan tersangka.

''Terkait terlibat kepala desa setempat, nanti kita sampai di situ karena kita periksa saksi-saksi secara lengkap, nanti menentukan siapa-siapa pasti semua dapat. Kita akan profesional karena bukan kepala desanya, tetapi pribadi dia dan kita akan periksa juga,'' tegasnya.

Aksi tak terpuji ini pertama kali dibagikan oleh akun bernama Phutra Mountain, yang akhirnya viral di Facebook karena terus dibagikan dan mendapat berbagai komentar dari warganet. ***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam

wwwwww