Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
DPR RI
16 jam yang lalu
Menciptakan Data Kemiskinan yang Akurat Butuh Ketegasan Regulasi
2
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
DPR RI
14 jam yang lalu
NasDem akan Terus Perjuangkan RUU PKS
3
Hentikan Kartu Prakerja, DPR Apresiasi Pemerintah
Politik
4 jam yang lalu
Hentikan Kartu Prakerja, DPR Apresiasi Pemerintah
4
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
Nasional
15 jam yang lalu
Urgensi RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
5
Iuran BPJS Naik Lagi, Pimpinan MPR Sebut Bebani Rakyat saat Pandemi
Politik
3 jam yang lalu
Iuran BPJS Naik Lagi, Pimpinan MPR Sebut Bebani Rakyat saat Pandemi
6
Tuduh Santri Calon Teroris, Pimpinan Ponpes Daarul Ilmi Tuntut Denny Siregar Dipenjarakan
Peristiwa
21 jam yang lalu
Tuduh Santri Calon Teroris, Pimpinan Ponpes Daarul Ilmi Tuntut Denny Siregar Dipenjarakan

Menteri Agama Minta Imam Berdoa Pakai Bahasa Indonesia di Masjid, Ini Alasannya

Menteri Agama Minta Imam Berdoa Pakai Bahasa Indonesia di Masjid, Ini Alasannya
Menteri Agama Fachrul Razi memberikan sambutan. (okezone.com)
Jum'at, 01 November 2019 08:40 WIB
JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi , mengatakan, tidak semua umat Islam mengerti Bahasa Arab, karena itu dia mengimbau para imam menggunakan bahasa Indonesia saat berdoa di masjid.

''Dalam berdoa gunakan juga bahasa Indonesia agar umat dan masyarakat mengerti, karena tidak semua umat, warga bangsa ini mengerti bahasa Arab,'' ujar Fachrul Razi saat membuka Lokakarya Peningkatan Peran dan Fungsi Imam Tetap Masjid, di salah satu hotel di Manggadua, Jakarta Pusat, seperti dikutip dari okezone.com yang melansir dari laman resmi Kemenag pada Kamis (31/10/2019).

Fachrul Razi mengatakan, doa memakai bahasa Arab tetap dipertahankan namun doa menggunakan Bahasa Indonesia bisa disisipkan saat memberi khutbah.

Lanjutnya, Kemenag dalam waktu dekat akan memberikan pelatihan untuk menambah pengalaman, keilmuan dan wawasan para imam masjid di Indonesia, agar terus dapat memberikan syiar dan dakwah rahmatan lil alamin kepada masyarakat.

''Para imam juga harus ditanamkan nilai-nilai Pancasila yang cinta Negara Kesatuan Republik Indonesia. Selain itu tentunya penguasaan keislaman,'' ucap Fachrul .

''Dalam waktu dekat kita akan membuat pelatihan-pelatihan para imam masjid, yang bekerjasama dengan ormas-ormas seperti Nahdhatul Ulama, Muhammadiyah dan ormas lainnya,'' katanya.

Sementara itu Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin mendukung diadakannya pelatihan-pelatihan bagi para imam masjid. Pelatihan itu untuk mengembangkan wawasan para imam masjid serta guna membentuk jiwa nasionalisme.

''Pada umumnya pengelolaan masjid berhubungan dengan pengaturan alokasi dana untuk biaya operasional kegiatan masjid. Umumnya kegiatan masjid selama ini yang dipahami tak jauh dari kegiatan salat. Padahal bisa lebih luas, misalnya, pengajian atau pesantren kilat,'' tuturnya. ***

Editor:hasan b
Sumber:okezone.com
Kategori:Ragam

wwwwww