Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
RIGHTS Foundation minta Pemerintah Tegas Larang TKA China masuk Indonesia
Nasional
16 jam yang lalu
RIGHTS Foundation minta Pemerintah Tegas Larang TKA China masuk Indonesia
2
Senator Papua Barat Kecam Sikap Rasisme Ambroncius
Umum
11 jam yang lalu
Senator Papua Barat Kecam Sikap Rasisme Ambroncius
3
Kritik Rencana Menpar Berkantor di Bali, DPD: Perhatikan Juga Potensi Wisata di Sumatera
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Kritik Rencana Menpar Berkantor di Bali, DPD: Perhatikan Juga Potensi Wisata di Sumatera
4
PPUU DPD RI: UU Cipta Kerja Jawab Kekhawatiran Masyarakat soal Mafia Tanah
Nasional
15 jam yang lalu
PPUU DPD RI: UU Cipta Kerja Jawab Kekhawatiran Masyarakat soal Mafia Tanah
5
Webinar Dana Desa, Kemenkeu Ungkap Banyak Kepala Desa Punya Mobil Lebih Bagus dari Camat
Pemerintahan
14 jam yang lalu
Webinar Dana Desa, Kemenkeu Ungkap Banyak Kepala Desa Punya Mobil Lebih Bagus dari Camat
6
LBP Terpilih Secara Aklamasi, Maria Lawalata Ucapkan Selamat
Olahraga
11 jam yang lalu
LBP Terpilih Secara Aklamasi, Maria Lawalata Ucapkan Selamat

Menolak Berhubungan Intim Usai Mandi di Sungai, Veronika Dibacok Tetangga, Jasadnya Ditemukan Tanpa Busana

Menolak Berhubungan Intim Usai Mandi di Sungai, Veronika Dibacok Tetangga, Jasadnya Ditemukan Tanpa Busana
Ilustrasi jasad wanita. (dok)
Sabtu, 02 November 2019 23:31 WIB
MANGGARAI - Veronika Alus (27), seorang ibu rumah tangga, , warga kampung Lagur, Desa Bulan, Kecamatan Ruteng, Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), ditemukan tewas berlumuran darah dan tanpa busana, Jumat (1/11/2019).

Dikutip dari sindonews.com, belakangan diketahui pembunuh Veronika ternyata tetangganya sendiri, Yohanes Mahe (25). Yohanes membunuh Veronika karena menolak diajak berhubungan intim. Usai membunuh Veronika, Yohanes menyerahkan diri ke polisi.

Informasi dari Tim Humas Polres Manggarai, pelaku pembunuhan dan korban saling mengenal, rumah mereka hanya berjarak sekitar 20 meter. Pelaku membunuh korban karena menolak ajakan bersetubuh.

Kejadian bermula saat korban sedang mandi di sungai Lagur sekitar pukul 14.30 WIB. Pelaku yang memiliki perasaan kepada korban diam-diam mendatanginya .

Berselang 10 menit kemudian, setelah korban selesai mandi pelaku pun menghampiri. Melihat pelaku yang datang mendekat, spontan korban bertanya, ''nana ngo nia hau ?'' (Kamu mau ke mana?).

Pelaku pun menjawab, ''aku ngoeng hau'' (saya menyukai kamu). Mendengar pernyataan pelaku, seketika itu korban menolak.

''Aku manga rona, toe di'a pande dehau, aku ciek tong'' (saya sudah memiliki suami, tidak baik seperti itu. Saya berteriak nanti),'' jawab korban

Mendengar jawaban tersebut, pelaku langsung memegang tangan kiri korban, menarik dan memaksa untuk berhubungan badan. Sontak korban berteriak dan berusaha melepaskan cengkeraman tangan pelaku.

Melihat korban melawan dan berteriak, pelaku panik dan langsung mengeluarkan sebilah parang dari sarung dan membacok pundak kiri korban. Namun, korban sempat menghindar.

Kemudian pelaku langsung membacok punggung kiri korban, korban pun berusaha melarikan diri. Saat berusaha melarikan diri keluar dari kali menuju persawahan, pelaku kemudian membacok lagi lengan kiri korban, sambil mengejar korban.

Setelah tiba di tempat yang datar, pelaku kemudian memukul kaki korban menggunakan kayu hinggah terjatuh. Selanjutnya pelaku memukul bagian kepala korban secara berulang-ulang kali hingga korban meregang nyawa.

Melihat tubuh korban sudah tidak bergerak, pelaku pun panik dan kembali menuju kali untuk membersihkan parang dan kayu yang digunakan untuk menghabisi nyawa korban. Setelah itu pelaku menuju rumahnya dan menyerahkan diri ke Polres Manggarai.

Petugas Polres Manggarai pun langsung mengamankan pelaku dan Unit Identifikasi berangkat menuju lokasi kejadian melakukan olah tempat kejadian perkara.

Selanjutnya korban di bawa ke RS Santo Rafael Cancar untuk diautopsi, kemudian dibawa ke rumah duka dengan kawalan aparat kepolisian. Agar tidak menimbulkan kemarahan keluarga, petugas Polres Manggarai menyampaikan bahwa pelaku sudah menyerahkan diri dan diamankan.

Kapolres Manggarai AKBP Cliffry Steiny Lapian menyampikan kepada keluarga korban serta masyarakat untuk tidak main hakim sendiri dan memercayakan kepada penanganan kasusnya kepada polisi.

Kepolisian sudah mengamankan sejumlah barang bukti, yakni sebilah parang beserta sarungnya dan sepotong kayu yang digunakan saat menghabisi nyawa korban. ***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam
wwwwww