Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
13 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
2
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
6 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
3
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
14 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
4
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
8 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
11 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Politik
9 jam yang lalu
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI

Diterjang Ledakan Ranjau, 9 Bocah Tewas Saat Berangkat ke Sekolah

Diterjang Ledakan Ranjau, 9 Bocah Tewas Saat Berangkat ke Sekolah
Anak-anak Afghanistan. (kompas.com)
Minggu, 03 November 2019 07:32 WIB
KABUL - Sedikitnya delapan bocah tewas setelah diterjang ledakan ranjau di distrik Darqad, Provinsi Takhar, Afghanistan.

Dikutip dari kompas.com, laporan poisi menyebutkan, anak-anak itu menginjak ranjau yang ditanam di jalan, saat mereka berangkat ke sekolah.

Juru bicara pemerintah Provinsi Takhar Jawad Hejri dikutip AFP Sabtu mengatakan, sembilan anak laki-laki itu berusia 7-11 tahun.

''Pukul 08.30, secara tragis 9 anak sekolah menjadi martir di ladang ranjau yang sengaja dipasang oleh Taliban,'' ujar Hejri dalam keterangan resmi.

Adapun sebagaimana diwartakan The Independent, kepala polisi Takhar Sayed Mehraj Sadat menyebut ada delapan anak yang tewas dalam hari sekolah di Afghanistan.

Sadat menyatakan, ada kemungkinan Taliban memasang bom itu untuk menargetkan pasukan pemerintah yang sering melewati jalan tersebut.

Juru bicara polisi provinsi Khalil Asir berujar, Darqad adalah area yang dikuasai Taliban, di mana mereka memasang perangkap sejak pasukan Afghanistan memulai operasi.

''Sayangnya hari ini (Sabtu), salah satu ranjau tersebut meledak, dan membunuh 9 siswa yang masih duduk di bangku SD,'' jelas Asir.

Dia menambahkan di antara para korban, terdapat satu anak yang dikabarkan berasal dari ''keluarga Taliban'', dengan kelompok itu tak memberi jawaban.

Oktober kemarin, PBB merilis laporan terkait jumlah warga sipil yang terbunuh atau terluka di Afghanistan yang "belum pernah terjadi sebelumnya" sepanjang Juli hingga September 2019.

Tercatat 1.174 korban tewas dan 3.139 penduduk yang terluka dalam periode 1 Juli sampai 30 September. Naik 42 persen dibanding sebelumnya.

PBB menyatakan, jumlah itu terjadi karena adanya "elemen anti-pemerintah" seperti Taliban, yang memberi perlawanan selama 18 tahun terakhir.

Kelompok pemberontak itu sering menggunakan bom hingga ranjau untuk menyasar tentara Afghanistan. Namun senjata itu juga melukai warga sipil.

April lalu, tujuh anak tewas dan 10 lainnya terluka di Provinsi Laghman ketika mortar meledak tatkala mereka sedang bermain.

Konflik bertahun-tahun membuat Afghanistan dipenuhi ranjau, roket, maupun mortir, di mana semuanya ditemukan oleh anak-anak yang penasaran.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam

wwwwww