Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tren Elektabilitas PD dan AHY Konsisten Naik Pada Tiga Survei Nasional
Politik
19 jam yang lalu
Tren Elektabilitas PD dan AHY Konsisten Naik Pada Tiga Survei Nasional
2
Jangankan Mudik, Sekedar Mau Beli Baju Lebaran Warga Kabupaten Juga Tak Boleh Masuk Pekanbaru
Peristiwa
17 jam yang lalu
Jangankan Mudik, Sekedar Mau Beli Baju Lebaran Warga Kabupaten Juga Tak Boleh Masuk Pekanbaru
3
Ejek Kemampuan Densus 88, Teroris OPM: Memang Bisa Lawan Gerilyawan?
Hukum
17 jam yang lalu
Ejek Kemampuan Densus 88, Teroris OPM: Memang Bisa Lawan Gerilyawan?
4
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
Hukum
20 jam yang lalu
HMI-MPO Cabang Bogor Tuntut Usut Tuntas Mafia Covid-19
5
Galank Gunawan akan Beradu Rebound dengan Jamarr Johnson
Olahraga
19 jam yang lalu
Galank Gunawan akan Beradu Rebound dengan Jamarr Johnson
6
Kerennya Emoney Edisi IBL dan Tim Nasional
Olahraga
19 jam yang lalu
Kerennya Emoney Edisi IBL dan Tim Nasional

Diterjang Ledakan Ranjau, 9 Bocah Tewas Saat Berangkat ke Sekolah

Diterjang Ledakan Ranjau, 9 Bocah Tewas Saat Berangkat ke Sekolah
Anak-anak Afghanistan. (kompas.com)
Minggu, 03 November 2019 07:32 WIB
KABUL - Sedikitnya delapan bocah tewas setelah diterjang ledakan ranjau di distrik Darqad, Provinsi Takhar, Afghanistan.

Dikutip dari kompas.com, laporan poisi menyebutkan, anak-anak itu menginjak ranjau yang ditanam di jalan, saat mereka berangkat ke sekolah.

Juru bicara pemerintah Provinsi Takhar Jawad Hejri dikutip AFP Sabtu mengatakan, sembilan anak laki-laki itu berusia 7-11 tahun.

''Pukul 08.30, secara tragis 9 anak sekolah menjadi martir di ladang ranjau yang sengaja dipasang oleh Taliban,'' ujar Hejri dalam keterangan resmi.

Adapun sebagaimana diwartakan The Independent, kepala polisi Takhar Sayed Mehraj Sadat menyebut ada delapan anak yang tewas dalam hari sekolah di Afghanistan.

Sadat menyatakan, ada kemungkinan Taliban memasang bom itu untuk menargetkan pasukan pemerintah yang sering melewati jalan tersebut.

Juru bicara polisi provinsi Khalil Asir berujar, Darqad adalah area yang dikuasai Taliban, di mana mereka memasang perangkap sejak pasukan Afghanistan memulai operasi.

''Sayangnya hari ini (Sabtu), salah satu ranjau tersebut meledak, dan membunuh 9 siswa yang masih duduk di bangku SD,'' jelas Asir.

Dia menambahkan di antara para korban, terdapat satu anak yang dikabarkan berasal dari ''keluarga Taliban'', dengan kelompok itu tak memberi jawaban.

Oktober kemarin, PBB merilis laporan terkait jumlah warga sipil yang terbunuh atau terluka di Afghanistan yang "belum pernah terjadi sebelumnya" sepanjang Juli hingga September 2019.

Tercatat 1.174 korban tewas dan 3.139 penduduk yang terluka dalam periode 1 Juli sampai 30 September. Naik 42 persen dibanding sebelumnya.

PBB menyatakan, jumlah itu terjadi karena adanya "elemen anti-pemerintah" seperti Taliban, yang memberi perlawanan selama 18 tahun terakhir.

Kelompok pemberontak itu sering menggunakan bom hingga ranjau untuk menyasar tentara Afghanistan. Namun senjata itu juga melukai warga sipil.

April lalu, tujuh anak tewas dan 10 lainnya terluka di Provinsi Laghman ketika mortar meledak tatkala mereka sedang bermain.

Konflik bertahun-tahun membuat Afghanistan dipenuhi ranjau, roket, maupun mortir, di mana semuanya ditemukan oleh anak-anak yang penasaran.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww