Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ratusan Polisi Terjerat Kasus Narkoba, Kapolri Perintah 'Binasakan'!
Hukum
3 jam yang lalu
Ratusan Polisi Terjerat Kasus Narkoba, Kapolri Perintah Binasakan!
2
Xpander AP4 Juarai Fortuna Nusantara Tropical Sprint Rally 2021
Peristiwa
13 jam yang lalu
Xpander AP4 Juarai Fortuna Nusantara Tropical Sprint Rally 2021
3
Sempat Diblokir, Dukcapil Buka Lagi Hak Akses 34 Lembaga, Intip Nama-Namanya...
Pemerintahan
18 jam yang lalu
Sempat Diblokir, Dukcapil Buka Lagi Hak Akses 34 Lembaga, Intip Nama-Namanya...
4
Radikalisme Itu Ada, Tapi Tak Setiap yang Berbeda Itu Radikal
Peristiwa
18 jam yang lalu
Radikalisme Itu Ada, Tapi Tak Setiap yang Berbeda Itu Radikal
5
Kian Brutal, KKB Tembak Pengemudi Ojek Asal Bugis hingga Tewas
Peristiwa
8 jam yang lalu
Kian Brutal, KKB Tembak Pengemudi Ojek Asal Bugis hingga Tewas
6
Teknologi Usang Diduga jadi Sebab Meledaknya Kilang Balongan, Ombudsman Tekankan Percepatan Kompensasi Warga
Nasional
14 jam yang lalu
Teknologi Usang Diduga jadi Sebab Meledaknya Kilang Balongan, Ombudsman Tekankan Percepatan Kompensasi Warga

Istri Berlumuran Darah dalam Kamar Mandi, Suami Ditemukan Tergantung di Kebun

Istri Berlumuran Darah dalam Kamar Mandi, Suami Ditemukan Tergantung di Kebun
Ilustrasi jenazah. (dok)
Senin, 11 November 2019 08:14 WIB
MANADO - Warga Desa Noongan, Jaga II, Kecamatan Langowan, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara, dihebohkan dengan kematian pasangan suami istri yang sangat mengenaskan, Ahad (10/11/2019).

Dikutip dari kompas.com, jasad sang istri berinisial SM (39) ditemukan lebih dulu, sekitar pukul 14.00 Wita.

Korban SM yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) itu pertama kali ditemukan sudah bersimbah darah dalam kamar mandi rumahnya, dengan luka sabetan benda tajam di bagian kepala dan pipi sebelah kanan.

Sedangkan, sang suami berinisial DR (40) ditemukan beberapa jam kemudian. Dia tewas gantung diri di perkebunan miliknya, tak jauh dari rumahnya.

DR diduga membunuh istrinya lebih dulu, kemudian bunuh diri.

Kapolres Minahasa AKBP Denny Situmorang mengatakan, menurut keterangan anak korban yang berusia 12 tahun, sekitar pukul 09.00 Wita, dia terbagun dari tidur kemudian mencari orangtua dengan cara memanggil-manggil ayah dan ibunya. Namun, tidak ada jawaban.

Ketika masuk ke dalam kamar orangtuanya, sang anak melihat ada bercak darah di kasur dan bantal serta dinding.

Kemudian, dia memberitahukan kepada kakaknya yang berumur 15 tahun yang sedang menonton televisi. Namun, kakaknya tidak menghiraukan.

Kakaknya mengetahui ketika itu ayahnya mengantar orang ke bandara. Sementara ibunya sedang beribadah di gereja.

Tak lama kemudian, datang bibi dan paman mereka yang mengantarkan adik mereka yang masih berumur 1,5 tahun. Sang adik ini sebelumnya dititipkan.

Sekitar pukul 13.00 Wita, pamannya menanyakan keberadaan orangtua mereka. Namun, anak korban mengatakan sudah tidak mengetahui keberadaan kedua orangtuanya.

Lalu, anak korban menjelaskan kepada pamannya bawah dia melihat ada bercak darah di dalam kamar orangtua mereka.

Setelah itu, pamannya masuk dan melihat memang betul ada bercak darah. Saat diperiksa di dalam kamar mandi, ditemukan korban telah bersimbah darah dengan luka sabetan senjata tajam dan posisi telah meninggal dunia.

Selanjutnya, mereka melaporkan hal tersebut kepada pemerintah setempat.

Anak korban juga menjelaskan bahwa orangtua mereka seringkali cekcok karena ayah mereka diduga memiliki selingkuhan.

Bahkan, pernah diurus oleh pemerintah setempat karena kasus perselingkuhan.

''Diduga pelakunya adalah suaminya sendiri,'' kata Denny saat dihubungi Kompas.com, Ahad malam.

Motif pembunuhan diduga dilatarbelakangi masalah keluarga. Diduga, sang istri telah mengetahui suaminya memiliki wanita lain sehingga terjadi cekcok yang berujung pembunuhan.

''Usai dibunuh, pelaku membalut korban dengan kasur dan selimut, kemudian menyeret korban ke kamar mandi di kamar tempat kejadian,'' jelasnya.

Karena diduga pelaku adalah suaminya, Tim Reskrim Polres Minahasa bersama Polsek Langowan, melacak keberadaan pelaku.

Namun, beberapa jam kemudian, lelaki yang diduga melakukan pembunuhan ditemukan tewas gantung diri di perkebunan miliknya yang tak jauh dari rumahnya.

''Informasi dari warga setempat bahwa suami korban telah ditemukan bunuh diri dengan cara gantung diri di pohon jati menggunakan tali nilon,'' ungkapnya. Selanjutnya, kepolisian langsung mengamankan dua tempat kejadian perkara (TKP), mencari bahan keterangan, saksi, dan menyita barang bukti.

Sedangkan dua korban, kata dia, telah dibawa ke RS Noongan Langowan untuk dilakukan pemeriksaan.

''Walaupun terduga pelaku sudah meninggal, kepolisian tetap melakukan gelar perkara untuk mengetahui lebih jelas motif pembunuhan ini,'' ujar dia.***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww