Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Ketum Projamin Ambroncius Dijemput Paksa Usai Jadi Tersangka
Hukum
21 jam yang lalu
Ketum Projamin Ambroncius Dijemput Paksa Usai Jadi Tersangka
2
Virus Nipah Diwaspadai Jadi Pandemi Baru, Tingkat Kematian 75%, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya
Kesehatan
14 jam yang lalu
Virus Nipah Diwaspadai Jadi Pandemi Baru, Tingkat Kematian 75%, Ini Gejala dan Cara Mencegahnya
3
Presiden Lantik Listyo Sigit jadi Kapolri
Pemerintahan
12 jam yang lalu
Presiden Lantik Listyo Sigit jadi Kapolri
4
Disuntik Vaksin Sinovac Dosis Kedua, Jokowi: Seperti 2 Minggu Lalu, Tidak Terasa
Kesehatan
13 jam yang lalu
Disuntik Vaksin Sinovac Dosis Kedua, Jokowi: Seperti 2 Minggu Lalu, Tidak Terasa
5
Waspada! Tingkat Kematian Virus Nipah 75 persen, Kelelawar dari Malaysia Bergerak ke Sumatera
Nasional
12 jam yang lalu
Waspada! Tingkat Kematian Virus Nipah 75 persen, Kelelawar dari Malaysia Bergerak ke Sumatera
6
Populasi Muslim di 3 Negara Ini Akan Kalahkan Indonesia
Umum
15 jam yang lalu
Populasi Muslim di 3 Negara Ini Akan Kalahkan Indonesia

Dijadikan PSK buat Bayar Utang, Diracun Suami Saat Hamil 8 Bulan

Dijadikan PSK buat Bayar Utang, Diracun Suami Saat Hamil 8 Bulan
Ilustrasi korban keracunan. (dok)
Selasa, 12 November 2019 09:08 WIB
SEMARANG - Nasib tragis menimpa M (32). Warga Citarum Selatan, Semarang, Jawa Tengah, yang tengah hamil delapan bulan itu nyaris kehilangan nyawa karena diracun suaminya, AS (35).

Dikutip dari kompas.com, pada Senin (4/11/2019) lalu, AS diam-diam menuangkan empat bungkus racun tikus ke dalam minuman istrinya, M.

Karena tidak mengetahui dibubuhi racun, M pun meminum minuman penyegar yang diberikan suaminya itu.

Tak lama kemudian kondisi M kritis akibat racun tersebut dan segera dilarikan ke RS Panti Wilasa Citarum, Semarang untuk mendapatkan perawatan medis.

Karena kondisi M kritis dan jantung bayi dalam kandungannya lemah, dokter segera melakukan operasi caesar untuk menyelamatkan bayi dalam kandungan M. Beruntung M dan bayinya selamat.

M pun sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit dengan membawa bayinya.

Jadi PSK karena dijual suami

Kapolsek Semarang Timur Iptu Agil Widiyas Sampurna mengatakan, AS cemburu setelah istrinya, M mengaku selingkuh dengan pria lain di tempat kerjanya. AM pun menuduh bahwa bayi yang dikandung M bukan anaknya.

Sehari-hari M bekerja sebagai pekerja seks komersial di kawasan Barito.

Kepada polisi AS mengaku sempat meminta M untuk meninggalkan pekerjaannya sebagai PSK agar tidak bertemu dengan selingkuhannya,

Namun hal tersebut terbantahkan. Dari pemeriksaan polisi diketahui bahwa AS diduga menjual istrinya sebagai PSK untuk membayar utang.

''Tapi, itu hanya alasan saja sebab diduga pelaku sengaja menjual istrinya sebagai PSK karena terbebani utang. Kemudian, pelaku menuduh istrinya dihamili oleh pelanggan,'' ujar Agil.

Sementara itu M mengaku kerap mendapat perlakuan kasar dari suaminya. Bahkan ia pernah diancam akan dibunuh,

''Waktu masih hamil 5 bulan, Dia (suaminya) mencekik di depan anak keduanya dan mengancam akan membunuh bayi saya kalau lahir nanti,'' cerita M di Semarang, Senin (11/11/2019).

Modal membuat warung kopi

Kapolsek Semarang Timur Iptu Agil Widiyas Sampurna berinisiatif memberikan modal pada M untuk membuka warung kopi agar M tidak lagi menjadi PSK.

Dia berharap kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi M.

''Saya harap, korban sadar dan mau berubah. Kejadian ini tentunya menjadi pelajaran untuk meninggalkan kemaksiatan. Kami ingin Bu M dapat bekerja halal seperti berjualan,'' kata Agil.

Sementara AS sudah ditangkap dan dijerat Pasal 338 juncto 53 KUHP tentang tindak pidana percobaan pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara. ***

Editor:hasan b
Sumber:kompas.com
Kategori:Ragam
wwwwww