Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
Badminton
21 jam yang lalu
Raih Juara Ganda Putri, Isyana/Rinjani: Kuncinya Bermain Penuh Keyakinan
2
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
Badminton
21 jam yang lalu
Juara Tunggal Putra, Richie: Saya Terharu Dapat Gelar Pertama
3
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
Sepakbola
20 jam yang lalu
Tekad Imanol Garcia Berjuang Ekstra Hadapi Persija Jakarta
4
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
Sepakbola
20 jam yang lalu
Marcos Reina Tak Gentar Kekuatan Pasukan Shin Tae-yong
5
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
Sepakbola
20 jam yang lalu
Oscar Bruzon Optimistis Bhayangkakra FC Mampu Jaga Momentum
6
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini
Metropolitan
10 jam yang lalu
BMKG Prediksi Langit Jabodetabek Cerah Berawan pada Hari Ini

12 Anggota Satpol PP Bobol Bank DKI Puluhan Miliar Rupiah, Begini Kejadiannya

12 Anggota Satpol PP Bobol Bank DKI Puluhan Miliar Rupiah, Begini Kejadiannya
Ilustrasi. (kompas.com)
Selasa, 19 November 2019 16:36 WIB
JAKARTA - Dua belas anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta diduga membobol Bank DKI hingga miliaran rupiah. Dua diantaranya sudah mengembalikan uangnya ke Bank DKI.

Dikutip dari poskotanews.com, Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin, mengaku telah menonaktifkan sejumlah anak buahnya yang diduga terlibat dalam pembobolan Bank DKI tersebut.

Arifin menyampaikan bahwa para terduga pelaku telah dinonaktifkan sejak Senin (18/11/2019) kemarin hingga proses pemeriksaan di Polda Metro Jaya selesai dijalani.

''Sudah dinonaktifkan,'' kata Arifin saat dikonfirmasi, Selasa (19/11/2019).

Disampaikan Arifin, setidaknya ada 12 anggota Satpol PP yang terjerat kasus pembobolan Bank DKI ini, namun dua diantaranya telah mengembalikan uang yang mereka ambil, ke Bank DKI.

''Sebenarnya total ada 12 orang. Tapi ada beberapa orang yang dipanggil kemudian ada itikad mengembalikan uang tersebut ke Bank DKI. Jadi beberapa orang sudah selesai urusannya. Nah, tinggal beberapa orang lagi,'' tegas Arifin.

Sementara anggota Satpol PP yang lain belum mengembalikan uang ke Bank DKI karena diduga uang tersebut telah digunakan untuk membeli sesuatu. ''Ya masih usaha untuk mengembalikan uangnya mungkin tidak bisa karena satu dan lain hal,'' kata dia.

Arifin yakin kasus yang menyeret anak buahnya ini tidak ada unsur kesengajaan atau masuk dalam kategori pencucian uang. Berdasarkan informasi yang diperoleh Arifin, saat itu para pelaku mengambil uang di ATM Bersama namun ketika mengambil sejumlah uang, saldo mereka tidak berkurang.

Diduga karena rasa penasaran dan ingin keuntungan lebih, para pelaku justru terus mengambil uang hingga mencapai puluhan miliar rupiah. Kasus ini masih ditangani oleh Polda Metro Jaya.

''Informasi yang saya dapatkan mereka mengambil uang di ATM Bersama, bukan ATM Bank DKI. Uangnya keluar namun saldonya tidak berkurang. Lalu dia ambil lagi,'' ujar Arifin.

''Dia orang pasti punya keingintahuan. Ada semacam penasaran maka dia coba lagi. Mungkin seperti itu ya,'' imbuhnya. ***

Editor:hasan b
Sumber:poskotanews.com
Kategori:Ragam
wwwwww