Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Atlet Pelatnas Bulutangkis Jalani Enam Test Fisik
Olahraga
19 jam yang lalu
Atlet Pelatnas Bulutangkis Jalani Enam Test Fisik
2
Klarifikasi Komjen Pongrekun terkait Potongan Video: 'Menggunakan Masker Jangan Dipikir Aman'
Umum
16 jam yang lalu
Klarifikasi Komjen Pongrekun terkait Potongan Video: Menggunakan Masker Jangan Dipikir Aman
3
Bapak Ibu Siap-siap Hemat Ya, Listrik dan Gas LPG 3 Kg Mau Naik Lagi Nih!
Peristiwa
18 jam yang lalu
Bapak Ibu Siap-siap Hemat Ya, Listrik dan Gas LPG 3 Kg Mau Naik Lagi Nih!
4
Ditanya Netizen Soal Agama, Komisaris PT Pelni Sebut Dirinya 'Penyembah Galon'
Pemerintahan
23 jam yang lalu
Ditanya Netizen Soal Agama, Komisaris PT Pelni Sebut Dirinya Penyembah Galon
5
Dedek Bayi Pengidap Omfalokal di Kampar Dapat Bantuan dari Forum Pekanbaru Bertuah
Umum
19 jam yang lalu
Dedek Bayi Pengidap Omfalokal di Kampar Dapat Bantuan dari Forum Pekanbaru Bertuah
6
Hadapi Bima Perkasa, David Singleton: Louvre Tak Mudah Dikalahkan
Olahraga
13 jam yang lalu
Hadapi Bima Perkasa, David Singleton: Louvre Tak Mudah Dikalahkan

12 Anggota Satpol PP Bobol Bank DKI Puluhan Miliar Rupiah, Begini Kejadiannya

12 Anggota Satpol PP Bobol Bank DKI Puluhan Miliar Rupiah, Begini Kejadiannya
Ilustrasi. (kompas.com)
Selasa, 19 November 2019 16:36 WIB
JAKARTA - Dua belas anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta diduga membobol Bank DKI hingga miliaran rupiah. Dua diantaranya sudah mengembalikan uangnya ke Bank DKI.

Dikutip dari poskotanews.com, Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Arifin, mengaku telah menonaktifkan sejumlah anak buahnya yang diduga terlibat dalam pembobolan Bank DKI tersebut.

Arifin menyampaikan bahwa para terduga pelaku telah dinonaktifkan sejak Senin (18/11/2019) kemarin hingga proses pemeriksaan di Polda Metro Jaya selesai dijalani.

''Sudah dinonaktifkan,'' kata Arifin saat dikonfirmasi, Selasa (19/11/2019).

Disampaikan Arifin, setidaknya ada 12 anggota Satpol PP yang terjerat kasus pembobolan Bank DKI ini, namun dua diantaranya telah mengembalikan uang yang mereka ambil, ke Bank DKI.

''Sebenarnya total ada 12 orang. Tapi ada beberapa orang yang dipanggil kemudian ada itikad mengembalikan uang tersebut ke Bank DKI. Jadi beberapa orang sudah selesai urusannya. Nah, tinggal beberapa orang lagi,'' tegas Arifin.

Sementara anggota Satpol PP yang lain belum mengembalikan uang ke Bank DKI karena diduga uang tersebut telah digunakan untuk membeli sesuatu. ''Ya masih usaha untuk mengembalikan uangnya mungkin tidak bisa karena satu dan lain hal,'' kata dia.

Arifin yakin kasus yang menyeret anak buahnya ini tidak ada unsur kesengajaan atau masuk dalam kategori pencucian uang. Berdasarkan informasi yang diperoleh Arifin, saat itu para pelaku mengambil uang di ATM Bersama namun ketika mengambil sejumlah uang, saldo mereka tidak berkurang.

Diduga karena rasa penasaran dan ingin keuntungan lebih, para pelaku justru terus mengambil uang hingga mencapai puluhan miliar rupiah. Kasus ini masih ditangani oleh Polda Metro Jaya.

''Informasi yang saya dapatkan mereka mengambil uang di ATM Bersama, bukan ATM Bank DKI. Uangnya keluar namun saldonya tidak berkurang. Lalu dia ambil lagi,'' ujar Arifin.

''Dia orang pasti punya keingintahuan. Ada semacam penasaran maka dia coba lagi. Mungkin seperti itu ya,'' imbuhnya. ***

Editor:hasan b
Sumber:poskotanews.com
Kategori:Ragam
wwwwww