Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Timnas Basket Indonesia Tetap Jalani Latihan Saat Ramadhan
Olahraga
20 jam yang lalu
Timnas Basket Indonesia Tetap Jalani Latihan Saat Ramadhan
2
Aneh, Larang Pemudik Masuk Solo, Gibran Tetap Izinkan Wisatawan dari Jakarta
Peristiwa
18 jam yang lalu
Aneh, Larang Pemudik Masuk Solo, Gibran Tetap Izinkan Wisatawan dari Jakarta
3
Ricardo Dicopot dari Dirut Pertamina Hulu Rokan, Ini Sosok Penggantinya
Peristiwa
16 jam yang lalu
Ricardo Dicopot dari Dirut Pertamina Hulu Rokan, Ini Sosok Penggantinya
4
Siapkan Prizepool 100 Juta, UniPin Resmi Luncurkan Ladies Series MLBB 2021
Olahraga
20 jam yang lalu
Siapkan Prizepool 100 Juta, UniPin Resmi Luncurkan Ladies Series MLBB 2021
5
Surat Rekom Diserahkan ke Pimpinan, Komisi V DPRD Riau Segera Gunakan Hak Interplasi dan Bentuk Pansus Covid
Peristiwa
18 jam yang lalu
Surat Rekom Diserahkan ke Pimpinan, Komisi V DPRD Riau Segera Gunakan Hak Interplasi dan Bentuk Pansus Covid
6
TNI-Polri Kembali Kontak Tembak dengan KKB di Ilaga Papua
Peristiwa
18 jam yang lalu
TNI-Polri Kembali Kontak Tembak dengan KKB di Ilaga Papua

Massa Anti Islam Demo Sambil Bakar Alquran dan Hina Nabi Muhammad

Massa Anti Islam Demo Sambil Bakar Alquran dan Hina Nabi Muhammad
Polisi di Adger, Norwegia, menindak demonstran anti-Islam yang membakar Alquran pada demo Sabtu pekan lalu. (sindonews)
Selasa, 19 November 2019 19:58 WIB
JAKARTA - Massa anti-Islam yang tergabung dalam gerakan Stop Islamisation of Norway (SIAN) membakar Alquran saat melakukan demonstrasi di Kristiansand, Norwegia, Sabtu (16/11) lalu.

Dikutip dari sindonews.com, selain membakar Alquran, massa juga melontarkan hinaan terhadap Nabi Muhammad.

Aksi kelompok anti-Islam itu memicu kemarahan komunitas Muslim setempat. Para pemimpin Muslim di Agder, Norwegia, telah mengumumkan rencana untuk mengajukan laporan polisi atas pembakaran kitab suci tersebut.

Pemimpin Serikat Muslim Adger, Akmal Ali, mengatakan komunitas Muslim melihat tindakan kelompok SIAN tidak hanya sebagai ilegal, tetapi juga sebagai kejahatan rasial.

Menurut Ali, demonstrasi SIAN sudah keterlaluan karena membakar dua salinan Alquran yang dibuang ke tong sampah. Satu lagi salinan Alquran dibakar pemimpin organisasi SIAN, Lars Thorsen.

Demo pada akhir pekan lalu diawasi oleh lebih dari selusin polisi. Menurut kantor berita Resett yang dikutip Senin (19/11/2019), para anggota SIAN mengecam Islam yang mereka sebut 'fasis' dan agama kekerasan. Mereka juga menghina Nabi Muhammad dengan sebutan 'paedofil'.

Pada hari sama, komunitas Muslim juga melakukan demo tandingan. Aksi pembakaran kitab suci itu memicu kemarahan demonstran Muslim. Beberapa demonstran Muslim berhasil menyelinap melewati rintangan polisi dan menyerang Thorsen.

Polisi menegaskan SIAN tidak mendapat izin untuk membakar Alquran, sehingga petugas polisi melakukan intervensi untuk menghentikan tindakan yang keterlaluan tersebut.

''Tindakan semacam itu kontroversial. Ada keterlibatan yang kuat. Dan itulah mengapa kami tidak mengizinkan pembakaran secara terbuka,'' kata Kepala Polisi Agder, Morten Sjustol, kepada ABC Nyheter.

Menurut kantor berita Resett pembakaran Alquran oleh kelompok SIAN itu merupakan yang pertama kali terjadi di Norwegia.

''Kita harus fokus pada pengkhianatan para politisi terhadap kita dan terhadap kaum Muslim,'' kata Lars Thorsen, kepada Resett.

Menurut pengakuannya sendiri, ada berbagai pendapat di kelompok SIAN tentang layak tidaknya membakar Alquran. ''Itu ternyata menjadi cara yang baik untuk memvisualisasikan kekuatan negatif yang ada dalam Islam,'' ujar Thorsen yang mendiskreditkan agama tersebut.

Pembakaran Alquran telah dikecam oleh pemerintah Turki.

Sekadar diketahui, SIAN muncul pada awal 2000-an. Tujuannya adalah melawan proliferasi Islam, yang dipandangnya sebagai ideologi politik totaliter yang melanggar Konstitusi Norwegia serta nilai-nilai demokrasi dan kemanusiaan.

Komunitas Muslim Norwegia telah tumbuh secara eksponensial selama beberapa dekade terakhir dan sekarang jumlahnya diperkirakan sekitar 5,7 persen dari total populasi negara itu sebesar 5,2 juta orang.***

Editor:hasan b
Sumber:sindonews.com
Kategori:Ragam
wwwwww