Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
10 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
17 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
3
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
18 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
4
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
12 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
15 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Politik
14 jam yang lalu
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI

Muslimah Hamil Diserang Secara Brutal dalam Kafe di Sydney

Muslimah Hamil Diserang Secara Brutal dalam Kafe di Sydney
Tangkapan layar: seorang pria menghampiri meja tempat Muslimah makan malam lalu menyerang dengan brutal. (jurnalislam)
Jum'at, 22 November 2019 09:07 WIB
SYDNEY - Seorang pria melakukan penyerangan brutal terhadap Muslimah hamil yang tengah makan di sebuah kafe di Sydney Barat, Australia, Rabu (20/11) malam.

Dikutip dari republika.co.id, pria Pembenci Islam yang bernama Stipe Lozina itu meninju kepala Muslimah bernama Rana Elasmar tersebut sebanyak 14 kali.

Menurut laporan The Sydney Morning Herald, ketika Elasmar tersungkur ke lantai, serangan Lozina malah semakin menjadi-jadi. Lozina menginjak kepala Elasmar yang tengah mengandung 38 minggu itu.

Sebelum insiden itu terjadi, Elasmar sedang makan malam bersama teman-temannya di sebuah kafe di Parramatta. Dalam sebuah tayangan video yang terekam dari kamera keamanan kafe menunjukan Lozina tampak menghampiri meja Elasmar dan kawan-kawannya yang semuanya perempuan.

Seperti dilansir Daily Sabah pada Jum'at (22/11), pria berusia 43 tahun itu kemudian membungkuk lalu memulai perbincangan singkat tentang Muslim dan kemudian melancarkan serangan selama dua menit terhadap Elasmar. Teman-teman Elasmar dan penjaga kafe kemudian mengamankan Lozina hingga polisi datang.

Setelah penyerangan itu, Lozina pun dibawa ke kantor polisi dan didakwa melakukan penyerangan yang menyebabkan orang lain cedera dan sakit. Lozina hadir tanpa perwakilan hukum di hadapan Pengadilan Negeri Parramatta pada Kamis (21/11).

Permohonan bebas dengan jaminan yang diajukan Lozina tak dikabulkan. Hakim Tim Keady menolak permohonan jaminan dari Lozina.

Dia menyebut, Lozina memiliki catatan kriminal yang luas dan kasus penyerangan itu sebagai kekerasan, tidak rasional, dan dipengaruhi oleh masalah kesehatan mental. Kasus penyerangan brutal oleh Lozina dianggap sebagai kasus yang sangat kuat.

Bagaimana kabar Elasmar? Dia sempat dibawa ke Rumah Sakit Westmead untuk menjalani observasi medis, namun telah diperbolehkan pulang setelah luka minornya diobati.

Inspektur Luke Sywenkyj dari Kepolisian NSW memuji upaya para pengunjung kafe yang menghentikan serangan Lozina.

''Jika bukan karena tindakan berani dari anggota masyarakat ini dalam menghentikan serangan, korban mungkin mengalami luka yang jauh lebih serius,'' katanya kepada wartawan, Kamis. ***

Editor:hasan b
Sumber:republika.co.id
Kategori:Ragam

wwwwww