Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
Politik
10 jam yang lalu
Tak Setuju hanya 95%, Komisi VIII DPR Minta BPKH Kembalikan 100% Dana Haji ke JCH
2
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
Umum
17 jam yang lalu
Petugas Kebersihan DKI Jakarta Nikahi Bule Cantik Austria, Begini Kisah Cintanya
3
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
Hukum
18 jam yang lalu
JPU KPK Sebut Imam Nahrawi Kerap Terima Uang Tidak Sah Melalui Asisten Pribadi
4
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
Ekonomi
12 jam yang lalu
Ada Lonjakan Tagihan Listrik, PLN Pusat Minta Maaf Alasan Pembayaran Dihitung Rata-rata Tiga Bulan
5
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
Kesehatan
15 jam yang lalu
RS Bantah Berikan Rp15 Juta Agar Pasien Meninggal Akibat Asam Lambung Jadi Pasien Covid-19
6
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI
Politik
14 jam yang lalu
Anggaran Covid-19 Membengkak dari Rp405,1 T jadi Rp677,2 Triliun, Ini Tanggapan Anggota Komisi XI DPR RI

Pesawat Penumpang Jatuh di Pemukiman Penduduk Sesaat Usai Lepas Landas, 26 Tewas

Pesawat Penumpang Jatuh di Pemukiman Penduduk Sesaat Usai Lepas Landas, 26 Tewas
Pesawat jatuh di pemukiman penduduk di Kongo, Ahad (24/11/2019). (merdeka.com)
Senin, 25 November 2019 19:15 WIB
KONGO - Sedikitnya 26 orang tewas akibat jatuhnya sebuah pesawat penumpang di Distrik Mapendo, di Provinsi Kivu Utara, Kongo, Ahad (24/11/2019).

Dikutip dari merdeka.com, pemerintah setempat dalam pernyataannya mengatakan, pesawat naas tersebut jatuh sesaat setelah lepas landas di Bandara Goma. Korban tewas adalah 17 penumpang, dua kru dan tujuh penduduk di pemukiman.

Dilansir dari laman The Guardian, Senin (25/11), asap hitam membubung dari lokasi jatuhnya pesawat kecil dengan kapasitas 19 kursi itu, namun segera teratasi saat tim penyelamat menggotong jasad korban dengan tandu dan ratusan orang berkumpul di TKP.

Puing-puing badan pesawat dapat dilihat di tengah-tengah rumah yang hancur dan puluhan pria berusaha membantu upaya penyelamatan.

Pesawat jenis Dornier 228-200 adalah pesawat milik maskapai Busy Bee dan tengah bertolak ke Beni, sekitar 350 kilometer di utara Goma.

Sering Kecelakaan

Pemerintah menyampaikan belasungkawa kepada semua keluarga korban. Sebelumnya, Program Kesehatan Perbatasan Nasional mengatakan ada dua penumpang selamat termasuk dua kru, yang mendapat perawatan di rumah sakit setempat.

Placide Kambale, seorang pilot setempat mengatakan dia menumpang taksi ke lokasi kecelakaan untuk membantu. Ketika sampai ke TKP, pesawat tersebut terbakar.

''Saya memanggil anak-anak muda dari kawasan itu, mereka menolong saya mencoba mengangkat korban yang masih bergerak. Kami mencoba menolong dua orang itu yang secepatnya dibawa ke rumah sakit, tapi kemudian api membesar,'' jelasnya.

Misi PBB di Kongo mengatakan telah mengirim tim penyelamat dengan dua pemadam kebakaran untuk membantu pemerintah Kongo.

Kecelakaan pesawat sering terjadi di negara Afrika Tengah itu karena buruknya perawatan pesawat dan standar keamanan yang rendah. Tak ada maskapai komersial Kongo termasuk Busy Bee yang diizinkan terbang ke wilayah udara Uni Eropa karena masalah keamanan. ***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam

wwwwww