Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
Pemerintahan
20 jam yang lalu
Jokowi Kembali Bikin Heboh, Kali Ini Soal Babi Panggang Ambawang
2
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
Politik
19 jam yang lalu
Anis Byarwati Minta Kaum Muda Ikut Kontribusi Atasi Kemiskinan
3
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
Peristiwa
20 jam yang lalu
Soal Jokowi dan Babi Panggang, Joman: Pecat Pratikno
4
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
Peristiwa
19 jam yang lalu
Ketua DPP PPP Merasa Aneh saat Rakyat Dilarang Mudik, Tapi WN China Boleh Masuk
5
Kembali Tebar Teror, Teroris OPM Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Penduduk Ilaga Papua
Hukum
20 jam yang lalu
Kembali Tebar Teror, Teroris OPM Tembaki Polsek dan Bakar Rumah Penduduk Ilaga Papua
6
Kisah Penjual Prangko Kembalikan Duit Rp 16,4 Juta yang Ia Temukan di Depan Kantor Pos
Peristiwa
19 jam yang lalu
Kisah Penjual Prangko Kembalikan Duit Rp 16,4 Juta yang Ia Temukan di Depan Kantor Pos

Sempat Putuskan ke Sumut, Pagi Ini Banjir di Pasirpangaraian Rokan Hulu Mulai Surut

Sempat Putuskan ke Sumut, Pagi Ini Banjir di Pasirpangaraian Rokan Hulu Mulai Surut
Banjir menggenangi Kota Pasirpangaraian di Kabupaten Rokan Hulu, Riau, Selasa 26 November 2019. ( Foto: Handout )
Rabu, 27 November 2019 11:25 WIB
PEKANBARU - Banjir yang melanda ibukota Rokan Hulu, Pasirpangaraian tahun ini tergolong tinggi, yakni mencapai 1,5 meter dan membuat jalur Riau - Sumatera Utara terputus. Namun pagi ini, Rabu (27/11/2019) ketinggian air mulai berkurang dan warga juga sudah mulai melakukan aktifitas.

"Pagi ini banjir sudah surut, kalau semalam (kemarin) tinggi. Pagi ini jalan sudah bisa dilalui kendaraan," kata warga Kota Pasirpangaraian, Erfan Syarif ketika dihubungi Antara dari Pekanbaru, pada Rabu (27/11/2019) pagi..

Erfan mengatakan banjir sudah surut tidak seperti hari Selasa (26/11) yang ketinggiannya ada yang mencapai satu meter hingga 1,5 meter. Warga yang sempat mengungsi sudah berangsur kembali ke rumah masing-masing.

"Warga kini gotong-royong karena rumah banyak sisa banjir berupa lumpur," katanya.

Menurut dia, banjir di Rohul sebenarnya sudah menjadi kejadian tahunan ketika musim hujan tiba. Sebabnya, sebagian besar permukiman berlokasi disepanjang daerah aliran sungai.

"Tapi tahun ini luar biasa juga banjirnya, sampai ada kios hanyut," ujarnya.

Sebelumnya, banjir akibat hujan deras dan meluapnya Sungai Batang Lubuh mengenangi Kota Pasirpangaraian, yang membuat akses jalan terputus. Aktivitas warga terganggu akibat banjir, ditambah lagi aliran listrik PLN di daerah tersebut padam.

Berdasarkan data Kantor Basarnas Pekanbaru, banjir melanda Kabupaten Rohul sejak Minggu (24/11). Banjir karena meningkatnya intensitas hujan lokasinya tersebar di Kecamatan Rambah, yakni di Desa Rambah Tengah Hulu (Pawan), Desa Tanjung Belit (Tanjung Pauh), Desa Babussalam, Desa Pematang Berangan, dan Kelurahan Pasirpangaraian.

Kemudian banjir juga terjadi di Kecamatan Rokan IV Koto, yakni di Desa Rokan Koto Ruang, Desa Cipang Kanan (Kubang Buaya), Desa Tanjung Medan, dan Kelurahan Rokan.

Warga yang menjadi korban banjir di Rohul diperkirakan mencapai 849 kepala keluarga (KK) atau setara 3.116 jiwa. Banjir merendam beberapa fasilitas sosial seperti masjid, dan akses jalan terputus. (ant)

Editor:Hermanto Ansam
Kategori:Ragam
wwwwww