Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Remaja 13 Tahun Ini Lulus dengan Empat Gelar Sarjana Hanya Dalam Waktu Dua Tahun
Internasional
19 jam yang lalu
Remaja 13 Tahun Ini Lulus dengan Empat Gelar Sarjana Hanya Dalam Waktu Dua Tahun
2
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
Politik
16 jam yang lalu
Syarief Hasan: Tap MPRS RI XXV/1966 harus Masuk di RUU HIP
3
Aplikasi Android Edit Video yang Populer Ini Ternyata Sangat Berbahaya, Ayo Hapus Segera
Umum
13 jam yang lalu
Aplikasi Android Edit Video yang Populer Ini Ternyata Sangat Berbahaya, Ayo Hapus Segera
4
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
Kesehatan
18 jam yang lalu
76,7 Persen Pasien Covid-19 di Indonesia Alami Gejala Ini
5
Pemerintah Diminta Penuhi Kebutuhan Sarpras 'e-Learning'
Pendidikan
10 jam yang lalu
Pemerintah Diminta Penuhi Kebutuhan Sarpras e-Learning
6
Berisiko Kematian, Eropa Larang Pemakaian Chloroquine Obati Pasien Covid-19, Indonesia Tetap Gunakan
Kesehatan
20 jam yang lalu
Berisiko Kematian, Eropa Larang Pemakaian Chloroquine Obati Pasien Covid-19, Indonesia Tetap Gunakan

Gagal ke SEA Games dan Merebak Isu Dirinya Tak Perawan, Pesenam Shalfa Tak Mau Lagi Jadi Atlet

Gagal ke SEA Games dan Merebak Isu Dirinya Tak Perawan, Pesenam Shalfa Tak Mau Lagi Jadi Atlet
Shalfa menangis di pangkuan ibunya. (merdeka.com)
Sabtu, 30 November 2019 22:25 WIB
KEDIRI - Atlet senam Shalfa Avrila Sania gagal berlaga di SEA Games 2019 di Filipina karena dipulangkan ke orangtuanya. Mirisnya, merebak isu atlet asal Kediri itu dipulangkan disebabkan dirinya tak lagi perawan.

Dikutip dari merdeka.com, dalam dekapan ibunda Ayu Kurniawati, Shalfa menangis tersedu menanggapi ragam tuduhan miring terhadap dirinya.

Shalfa menceritakan, ia tiba di rumah di Kediri pada Sabtu dini hari pukul 02.00. Dia dijemput dari indekosnya di Gresik. Setelah sempat beristirahat, Shalfa didampingi ibu dan kuasa hukumnya, Imam Mukhlas menceritakan kisah pilu yang dialaminya.

Di awal keterangannya, Shalfa langsung mengklarifikasi tuduhan PB Persani yang menyebut namanya dicoret karena prestasi menurun di nomor 37. Faktanya, kata Shalfa, dia memang diminta memainkan dua alat dengan alasan menjaga kondisi jelang keberangkatan ke Filipina.

''Sedangkan atlet-atlet lainnya memainkan empat alat dan secara otomatis mempengaruhi perolehan nilai. Permintaan memainkan dua alat itu alasnnya untuk menjaga kondisi agar tidak cedera jelang keberangkatannya ke Sea Games 2019,'' kata Shalfa Avrila Sania pada wartawan, Sabtu (30/11), sambil terisak.

Soal tudingan dirinya tak perawan, Shalfa mengatakan sangat terpukul. Gara-gara kabar itu, Shalfa sampai tak ingin lagi kembali ke dunia olah raga senam. Dia ingin meneruskan cita-citanya sebagai Polwan.

''Saya sudah enggak mau jadi atlet senam lagi, Saya yakin bisa meraih sukses di bidang lain mau jadi Polwan,'' kata gadis kelahiran 2002 yang sudah mengantongi puluhan medali ini.

Hasil Pemeriksaan Bantah Isu

Sebagai orangtua, Ayu Kurniawati, kecewa dengan tuduhan tersebut, terlebih putrinya gagal mewakili Indonesia di ajang SEA Games 2019 di Filipina. Shalfa dicoret tim kepelatihan dengan alasan sudah tidak perawan.

Mendengar kabar tersebut keluarga menjemput Shalfa di Pelatnas SEA Games, Gresik.

''Ternyata hasil pemeriksaan tim dokter, selaput daranya masih utuh. Saat ini Shalfa terpukul hingga tidak mau bersekolah,'' kata Ayu Kurniawati, Ibu Kandung Shalfa, Jumat (29/11).

Demi mencari keadilan, Imam Mukhlas, kuasa hukum keluarga melaporkan hal tersebut ke Presiden Joko Widodo (Jokowi), Menpora dan pihak terkait lain. Tim kuasa hukum meminta Kemenpora menindak keputusan pelatih yang merusak nama baik atlet dan mengembalikan kepercayaan dirinya.

Shalfa telah berjuang keras demi menggapai cita citannya. Shalfa mulai masuk Pelatnas ketika masih duduk di bangku kelas 5 SD. Sejak saat itu Shalfa berpisah dengan orangtuanya.

Selain memborong puluhan medali, Shalfa juga dua kali meraih piagam Satya Yasa Cundamani, sebuah penghargaan tertinggi dari Pemerintah Kota Kediri.***

Editor:hasan b
Sumber:merdeka.com
Kategori:Ragam

wwwwww