Terpopuler 24 Jam Terakhir
1
Wakil Ketua MPR: Mendikbud Buta Sejarah
Politik
23 jam yang lalu
Wakil Ketua MPR: Mendikbud Buta Sejarah
2
Oknum Polisi Perkosa Gadis Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Bukan Anggota Lapangan
Hukum
15 jam yang lalu
Oknum Polisi Perkosa Gadis Pelanggar Lalu Lintas, Kapolres: Bukan Anggota Lapangan
3
Ketua DPR Ingatkan KPU dan Bawaslu soal Aturan Protokol Kesehatan saat Kampanye Pilkada
DPR RI
22 jam yang lalu
Ketua DPR Ingatkan KPU dan Bawaslu soal Aturan Protokol Kesehatan saat Kampanye Pilkada
4
Puan Pastikan Omnibus Law Dibahas Transparan dan Hati-hati
DPR RI
22 jam yang lalu
Puan Pastikan Omnibus Law Dibahas Transparan dan Hati-hati
5
Tak Pakai Masker Diborgol, Warga ke Petugas: Saya Gak Kapok, Ingat Kalian Jangan Lupa Solat!
Peristiwa
15 jam yang lalu
Tak Pakai Masker Diborgol, Warga ke Petugas: Saya Gak Kapok, Ingat Kalian Jangan Lupa Solat!
6
Tak Sesuai Undang-undang, Lelang Jabatan DPD RI Bermasalah
DPD RI
17 jam yang lalu
Tak Sesuai Undang-undang, Lelang Jabatan DPD RI Bermasalah

Jumlah Masjid di Jepang Terus Bertambah, Sudah 105 Unit di 37 Kabupaten

Jumlah Masjid di Jepang Terus Bertambah, Sudah 105 Unit di 37 Kabupaten
Salah satu masjid di Jepang. (okezone)
Sabtu, 30 November 2019 21:01 WIB
TOKYO - Jumlah pemeluk Islam di Jepang terus bertambah. Pertumbuhan jumlah umat Muslim di negeri Matahari Terbit itu juga diikuti dengan pertambahan jumlah masjid.

Dikutip dari okezone.com yang melansir situs The Mainichi, Sabtu (30/11/2019), profesor teori sosial Asia di Fakultas Ilmu Pengetahuan Manusia Universitas Waseda, Hirofumi Tanada, mengungkapkan, pada akhir 2018 terdapat 105 unit di 36 dari 47 prefektur (setingkat kabupaten) di Jepang.

Jumlah warga negara asing Muslim yang tinggal di Jepang, juga terius bertambah. Salah satunya adalah Ramzan Mirza. Pria asal Bangladesh ini sudah lama tinggal di Negeri Samurai tersebut, dan kini ia membeli bangunan yang akan diubahnya menjadi masjid.

''Bisnis perusahaan saya telah stabil, jadi saya memutuskan saya ingin membuat ruang yang bisa membantu umat Islam di sini,'' katanya.

Sementara itu pendatang Muslim lainnya, yaitu Muhammad Ali juga merasakan hal berbeda ketika saat ini masjid dekat dengan tempat tinggalnya.

Sebelumnya umat Islam di Jepang harus menempuh perjalanan selama dua jam ke masjid yang berada di Kobe. Mereka harus menempuhnya dengan menggunakan kereta.

Masjid Kobe merupakan masjid pertama dan terbesar di Jepang. Didirikan pada 1935 oleh salah seorang warga Turki dan India yang kala itu sedang tinggal di negeri Sakura ini.

Namun karena akhir-akhir ini banyak orang dari negara-negara mayoritas Muslim termasuk Iran, Pakistan, Bangladesh, dan lainnya datang ke Jepang sebagai pekerja, maka tak heran jika masjid di Jepang kian bertambah.

Namun yang menjadi pertanyaan, apakah komunitas Muslim di Jepang dapat hidup berdampingan bersama warga setempat? Ini dikarenakan Islam adalah agama minoritas di negara ini.

Seiji Matsui (46), pria Jepang yang menjabat sebagai Wakil Ketua Masyarakat Muslim Ishikawa ini sempat berurusan dengan warga setempat karena adanya masjid.

Namun ia telah bernegosiasi secara baik-baik dan menjelaskan bahwa berdirinya masjid bukan untuk tempat perkumpulan orang dengan misi tertentu.

''Sebelum itu (masjid) dibangun, orang-orang bahkan bertanya kepada saya apakah itu ada hubungannya dengan al-Qaida Dengan melibatkan mereka secara langsung dan sabar dalam penjelasan saya, saya bisa membuat mereka mengerti,'' jelasnya.***

Editor:hasan b
Sumber:okezone.com
Kategori:Ragam

wwwwww